Pagi 05. 22 Aku terbangun, membuka mata
dua orang wanita dikamarku tengah asyik bercerita. Sayangnya aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. Aku terbangun oleh tawa mereka.Pagi 05. 42 aku cari HandPhoneku hanya sekadar 'tuk mengecek notifikasi.
Pagi 06.15 dua orang wanita dimakarku kembali bercerita, kali ini aku dapat masuk dalam obrolan itu.
Tetapi sayang, obrolan mereka sungguh tidak aku mengerti hingga aku memutuskan untuk kembali bersama Lumia kuningku.
Pagi 06.58 salah satu wanita pergi dan meninggalkan satu cangkir coklat panas yang lupa ia minum.
wanita yang satunya masih duduk diatas kasur mencoba mengajakku bercerita. Tetapi kemudian HandPhonenya berbunyi dan dia asyik dengan itu.
Pagi 07.31 wanita itu telah selesai dengan HandPhonenya dan kemudian aku bertanya "obrolan apa yang kalian bicarakan?" dan ia menjawab "tentang pernikahan dan waktu yg diberikan Tuhan untuk mempercayakan seoranf anak pada kami" aku hampir lupa kalau wanita ini sudah menikah dan sedang hamil 2 bulan.
Pagi 08.00 kami masih bergulat dengan topik pernikahan dan anak.
Pagi 08.26 wanita ini beranjak kedapur untuk membuat suatu makanan tetapi kemudian dia menuju kamar mandi dan terdengarlah suaranya yang sedang muntah. Rupanya dia sedang mengalami morning sickness.
Pagi 08.40 tiba tiba hujan turun dengan derasnya. Sangat deras dan juga sangat gelap.
dan wanita tadi masih tetap merasa mual dan berulangkali mengeluarkan muntahannya.
dalam hujan yg deras ini fikiranku terbawa suasana hujan yg dingin dan telingaku mash menangkap suara muntahan wanita itu.
begitu beratnya masa hamil. Begitu beratnya perjuangan seorang wanita untuk menjadi wanita sempurna. Begitu mulianya seorang Ibu. Meski menderita dengan mual yg dirasalan tetap tidak mengeluh dan malah berbalik tersenyum.
Pagi 08.46 aku ketik " Mah, haturnuhun. " kemudian aku klik send.
Diposting oleh


