seperti tak pernah berpihak
selalu aku tak pernah mendapatkannya
seperti tak ernah belajar
selalu aku tak pernah berhasil berubah
seperti saat ini
ketika aku mengetahui semuanya
semua yang telah terjadi
lampau silam
tak tahu aku harus menangis bahagia atau menangis menderita
ketika kebenaran itu tiba-tiba mendatangiku
kebenaran?!
aku bingung menghadapinya
sudah terlalu lama kebohongan itu terjadi
dan sekarang pun aku tak sepantasnya mencaci
hanya bisa menyesali dan membodohi dirisendiri
kadang lebih baik kebenaran itu tak ada saja
mungkin rasa kesal ini tak kan pernah ada
kenyataan terlalu pahit
kebenaran terlalu sakit
ini memang sudah bukan masanya lagi,
tetapi
sampai sekarang aku tidak menginginkan masa itu berakhir
aku ingin seterusnya berlanjut meskipun kenyataannya berakhir.
berakhir
berakhir
berakhir
berkahir
berakhir
berakhir
berakhir
berakhir
tak bisa lagi aku mengalaminya dengan cerita dan aktor yg sama
biarkanlah aku menyimpan cerita dulu itu tetap indah
kenyataan yang barusaja menghampiri anggaplah sebatas intermezzo
biarkanlah aku tetap mengagumi bagaimana sang aktor berlaga
biarkan pula cerita akhirnya tidakberubah
tetap seperti itu
seprti kemarin
seperti 5 menit lalu
cerita yang sudah berakhir dan tidak bisa lagi dilanjutkan.
0
Teman Wanitaku dan Lelakinya
awalnya hanya sebuah rasa penasaran.,
seorang teman wanita semasa SMA sedang bergulat dengan sebuah cerita.,
aku penasaran
aku mencari-cari.,judul apa kiranya yang dia pilih
aku mencari
kumasukan namanya di google
aku menemukannya
aku baca ceritanya.,
ya.....
cerita tentang dia.,lelakinya
aku semakin penasaran
aku cari lagi cerita tentang lelakinya
aku masukan lagi namanya di google
aku menemukannya,
berada pada cerita yg sama dengan teman wanitaku itu.,.
dengan pelan
aku baca ceritanya.alinea pertama.,aku mengerti perasaan teman wanitaku itu
aku baca alinea kedua, jantungku mulai berdebar
aku baca alinea ke tiga jantungku semakin berdebar
aku baca alinea ke empat jantungku semakin dan semakin berdebar
aku baca alinea ke lima tak sanggup aku tahan sakit di hatiku
aku baca alinea ke enam tak sanggup aku menahan airmata
aku baca..
aku baca..
aku baca.,
sembari menagis menahan sakit akan cerita itu
begitu menyayat
aku alihkan kursorku pada bagian terakhir .,
Tuhan.,
aku mengutuk diriku sendiri
aku mengutuk teman wanitaku
aku mengutuk lelakinya
begitu kejam.,
ketika aku membaca akhir cerita disertai potret sang lelaki
lelakinya adalah lelakiku ketika itu.
lelakinya telah menghianatinya
lelakiku telah menghianatiku
lelakinya adalah lelakiku.
seorang teman wanita semasa SMA sedang bergulat dengan sebuah cerita.,
aku penasaran
aku mencari-cari.,judul apa kiranya yang dia pilih
aku mencari
kumasukan namanya di google
aku menemukannya
aku baca ceritanya.,
ya.....
cerita tentang dia.,lelakinya
aku semakin penasaran
aku cari lagi cerita tentang lelakinya
aku masukan lagi namanya di google
aku menemukannya,
berada pada cerita yg sama dengan teman wanitaku itu.,.
dengan pelan
aku baca ceritanya.alinea pertama.,aku mengerti perasaan teman wanitaku itu
aku baca alinea kedua, jantungku mulai berdebar
aku baca alinea ke tiga jantungku semakin berdebar
aku baca alinea ke empat jantungku semakin dan semakin berdebar
aku baca alinea ke lima tak sanggup aku tahan sakit di hatiku
aku baca alinea ke enam tak sanggup aku menahan airmata
aku baca..
aku baca..
aku baca.,
sembari menagis menahan sakit akan cerita itu
begitu menyayat
aku alihkan kursorku pada bagian terakhir .,
Tuhan.,
aku mengutuk diriku sendiri
aku mengutuk teman wanitaku
aku mengutuk lelakinya
begitu kejam.,
ketika aku membaca akhir cerita disertai potret sang lelaki
lelakinya adalah lelakiku ketika itu.
lelakinya telah menghianatinya
lelakiku telah menghianatiku
lelakinya adalah lelakiku.
Makan Siang I
ketika itu jam makan siang, aku makan ditempat yang akhir-akhir ini menjadi favoritku.
aku tidak sendirian, ada seorang adik yang menemaniku,
aku memesan nasi goreng telur begitupun dia
aku memesan es teh manis begitupun dia
aku memesan kangkung, tapi dia memesan es teh lagi.,
untuk beberapa saat kami diam.,
aku menunggu dia kembali menyusun kalimat meneruskan cerita yang terpotong
dia bercerita betapa misteriusnya seorang kakak, kakak laki-laki
dia bercerita begitu tajam mata mereka ketika saling bertemu
dia bercerita dengan begitu pelan tapi mata lelahnya begitu bersemangat,
aku begitu iri
aku begitu cemburu
bukan tentang si kakak
tapi sudah lama aku tidak hidup dalam cerita seperti itu
aku sudah mengundurkan diri
mengambil jalan lain, jalan yang tertuju pada satu rumah yang telah berpenghuni
rumah yang begitu sederhana
rumah yang nyaman
penghuninya pun begitu menyukai rumah itu,
tak sampai hati aku mengusiknya meskipun begitu besar keinginanku hidup didalam rumah yang sederhana itu.
sudahlah.,aku hanya bisa melihat rumah itu dari jauh
mungkin aku akan membangun rumah yang dekat dengan rumah itu
atau mungkin aku tetap melihatnya dari jauh.
Pada Tengah Malam
dengan sengaja aku pergi keluar
pada tengah malam
aku berniat akan kuceritakan semuanya itu
pada tengah malam
ku ganti pakaianku, aku bersolek dengan takbiasa
pada tengah malam
terlihat dicermin rangkaian huruf menjadi kata yg kusambung mrnjadi kalimat dengan sangat hati - hati
pada tengah malam
sudah kutunggu
pada tengah malam
hanya seorang teman bertanya "wajahmu begitu berseri..kebahagiaan apa yang datang padamu?"
pada tengah malam
kujawab dengan diam
pada tengah malam
kuhela nafasku
pada tengah malam
kemudian ku balas lagi dengan senyum 46ku
pada tengah malam
aku berbohong, aku menipu, aku berdusta
pada tengah mlam
tapi tak ada yg kutangisi
pada tengah malam
aku hanya menggati topeng lamaku dengan yg baru
pada tegah malam
pada tengah malam
aku berniat akan kuceritakan semuanya itu
pada tengah malam
ku ganti pakaianku, aku bersolek dengan takbiasa
pada tengah malam
terlihat dicermin rangkaian huruf menjadi kata yg kusambung mrnjadi kalimat dengan sangat hati - hati
pada tengah malam
sudah kutunggu
pada tengah malam
hanya seorang teman bertanya "wajahmu begitu berseri..kebahagiaan apa yang datang padamu?"
pada tengah malam
kujawab dengan diam
pada tengah malam
kuhela nafasku
pada tengah malam
kemudian ku balas lagi dengan senyum 46ku
pada tengah malam
aku berbohong, aku menipu, aku berdusta
pada tengah mlam
tapi tak ada yg kutangisi
pada tengah malam
aku hanya menggati topeng lamaku dengan yg baru
pada tegah malam
Biarkan Sajalah!
Aku tak pernah menyangka bahwa semuanya akan seperti ini.,
kusut
penuh ranjau tua
penuh jebakan
penuh kebohongan
penuh kepalsuan
tak jelas siapa yang memulai
para penjahat yang ingin menguasai
atau ketertutupan pribumi yang tak ingin diusik
ah.,
tak ada guna aku memikirkannya.,
hanya akan menambah kusut
menambah ranjau
menambah jebakan
menambah kebohongan
menambah kepalsuan
tangisan darahpun tak kan bisa mengubahnya.
biarkan saja begitu
biarkan semua itu memuaskan nafsunya
itupun jika kepuasan nafsu ada batasnya.
biarkan sajalah!
kusut
penuh ranjau tua
penuh jebakan
penuh kebohongan
penuh kepalsuan
tak jelas siapa yang memulai
para penjahat yang ingin menguasai
atau ketertutupan pribumi yang tak ingin diusik
ah.,
tak ada guna aku memikirkannya.,
hanya akan menambah kusut
menambah ranjau
menambah jebakan
menambah kebohongan
menambah kepalsuan
tangisan darahpun tak kan bisa mengubahnya.
biarkan saja begitu
biarkan semua itu memuaskan nafsunya
itupun jika kepuasan nafsu ada batasnya.
biarkan sajalah!
Jelaskan !
jantungku berdegup kencang,
sangat kencang.
apakah yag membuatku seperti ini.,
begitu tak nyaman disini
panas
sempit
pengap
gelap
tak ada angin malam
tak ada kipas angin
apa yang sedang terjadi ?
adakah seseorang yang mengerti?
karena tak mungkin aku bertanya pada rumput yang bergoyang ketika angin pun tak datang untuk menengokku.
langitpun terlalu muram untuk kutanyakan.
seseorang, jelaskanlah!
jelaskan bahwa aku terlalu naif
bahwa aku terlalu ankuh
bahwwa aku terlalu mencintai diriku sendiri.
jelaskanlah bahwa aku salah
jelaskan bahwa aku benar-benar salah
jelaskanlalh bahwa aku tidak akan menyesal
meski angin tak kan lagi datang
dan langitpun tak kan pernah sebiru dulu.
jelaskanlah!
sangat kencang.
apakah yag membuatku seperti ini.,
begitu tak nyaman disini
panas
sempit
pengap
gelap
tak ada angin malam
tak ada kipas angin
apa yang sedang terjadi ?
adakah seseorang yang mengerti?
karena tak mungkin aku bertanya pada rumput yang bergoyang ketika angin pun tak datang untuk menengokku.
langitpun terlalu muram untuk kutanyakan.
seseorang, jelaskanlah!
jelaskan bahwa aku terlalu naif
bahwa aku terlalu ankuh
bahwwa aku terlalu mencintai diriku sendiri.
jelaskanlah bahwa aku salah
jelaskan bahwa aku benar-benar salah
jelaskanlalh bahwa aku tidak akan menyesal
meski angin tak kan lagi datang
dan langitpun tak kan pernah sebiru dulu.
jelaskanlah!
Baca
sudah lebih dari 24 jam
kolom itu belum aku tutup.,masih sama seperti terakhir memakainya,.
kubaca berulang kali
terus ku baca
berulang lagi ku baca
baca
baca
baca
mencoba mengerti dan memahai maksud dari isi itu.,
dengungan nyamuk mengamuk ditelingaku menemaniku membacanya
memahaminya
apa yang terjadi dengan kolom itu sehingga sulut sekali aku menggesek kursor ke pojok kanan atas dan mengklknya tanpa penyesalan dan rasa bersalah.,
setiap kursor bergerak kearah seharusnya,.aku menghindarkannya dan membuatnya tetap terlihar dan tetap utuh hingga dapat kubaca hingga aku mengerti dan memahaminya.
sudahkah aku mengerti?
sudahkah aku memhaminya?
apa artinya itu semua?
salahkah keputusanku.,?
Tuhan.,
aku tidak mengeti dengan kalimat-kalmat itu,
sampai sekarang aku tak mengerti
tapi mengapa ku mendengarnya berbisik bahwa aku yang tidak mau mengerti?
kolom itu belum aku tutup.,masih sama seperti terakhir memakainya,.
kubaca berulang kali
terus ku baca
berulang lagi ku baca
baca
baca
baca
mencoba mengerti dan memahai maksud dari isi itu.,
dengungan nyamuk mengamuk ditelingaku menemaniku membacanya
memahaminya
apa yang terjadi dengan kolom itu sehingga sulut sekali aku menggesek kursor ke pojok kanan atas dan mengklknya tanpa penyesalan dan rasa bersalah.,
setiap kursor bergerak kearah seharusnya,.aku menghindarkannya dan membuatnya tetap terlihar dan tetap utuh hingga dapat kubaca hingga aku mengerti dan memahaminya.
sudahkah aku mengerti?
sudahkah aku memhaminya?
apa artinya itu semua?
salahkah keputusanku.,?
Tuhan.,
aku tidak mengeti dengan kalimat-kalmat itu,
sampai sekarang aku tak mengerti
tapi mengapa ku mendengarnya berbisik bahwa aku yang tidak mau mengerti?
Wahai Kau yang disana !
Wahai
kau yang disana,
Namamu
seringkali aku dengar, tetapi rupamu tak pernah aku lihat
Wahai
kau yang disana,
Seperti
apakah rupamu, mengapa namamu selalu dan terlalu sering aku dengar
Wahai
kau yang disana,
Ingin
sekali aku melihat rupamu,
Harus
bagaimanakah aku?
Harus
seperti apakah aku?
Hari
kemarin aku melihatmu
Melihat
rupa yang namanya sering ku dengar
Rupa
yang bersih, rupa yang terlalu nyaman untuk aku hindari dan kututup mata
Wahai
kau yang disana, jadikanlah aku yang halal bagimu!
Hai!
Hai!
Apa
kabarmu?
Kau
tahu aku sangat menyesal, aku terlalu bodoh saat itu. Seharusnya aku bisa mengendalikan fikiranku.
Tetapi, apalah guna aku menyesalinya sekarang. Kau tak
akan pernah kembali.
Dirimu hanyalah saat itu dan aku menyianyiakannya.
Tetapi,
aku tak sepenuhnya menyesal.
Karena dengan itu aku mengetahui kau begitu
menyukai ku.
Saat
itu aku begitu gembira. Disetiap pesanmu, disetiap puisi yang kau salin untukku
aku benar- bear terbuai. Aku ingin terus merasakannya, hingga aku mengabaikan
perasaanmu.
Dan
ketika kau pergi,
Aku
semakin merasa terpukul, kau pergi karena kesalahpahaman yang kubuat.
Ketika
itu kau terus meminta maaf, tapi aku tak pernah membalasnya.
Dan
ketika kau benar-benar pergi aku tersadar, aku selalu mencacimu, aku selalu
mengis karenamu.
Namun,
ketika aku terpuruk aku hanya tersadar bahwa bukan salahmu kau pergi, itu
salahku yang lebih dulu menyakitimu. Dan aku semakin terpuruk, tangisanku
semakin menjadi bak air hujan yang mengikis perasannku dan membuatnya tak
karuan.
Kau
tahu aku sangat menyesal.
Aku
ingin sekali kau kembali, seperti dulu. Tetapi aku sadar itu tidaklah mungkin.
kau mungkin tahu apa yang aku lakukan terhadapmu ketika itu, sehingga kau
benar-benar pergi dengan segala sikap manis yang dulu selau kau beri.
Tapi
kau tahu betapa sakitnya aku setelah itu?
Melihatmu
dengan wanita lain. Wanita yang aku kenal, yang berbeda degan bidadari
impianmu.
Kau
berlaku kejam ketika itu. Setiap dari kita bertemu, kau selalu alihkan
pandanganmu dan bergeser menjauhkan tubuh jagkungmu dariku.
Tahukah kau itu
menyakituku terlalu dalam.
Aku
tahu kita tidak akan pernah menjadi seperti dulu.
Aku
juga tahu setiap aku mencoba untuk melupakanmu, penyesalan itu selau muncul
dengan begitu kuat tanpa bias kubendung.
Dan
ketika penyesalan itusemakin kuuat aku juga tahu kalau aku begitu menyukaimu,
aku begitu menggilaimu.
Langganan:
Komentar (Atom)
Rabu, 26 September 2012
Berakhir
seperti tak pernah berpihak
selalu aku tak pernah mendapatkannya
seperti tak ernah belajar
selalu aku tak pernah berhasil berubah
seperti saat ini
ketika aku mengetahui semuanya
semua yang telah terjadi
lampau silam
tak tahu aku harus menangis bahagia atau menangis menderita
ketika kebenaran itu tiba-tiba mendatangiku
kebenaran?!
aku bingung menghadapinya
sudah terlalu lama kebohongan itu terjadi
dan sekarang pun aku tak sepantasnya mencaci
hanya bisa menyesali dan membodohi dirisendiri
kadang lebih baik kebenaran itu tak ada saja
mungkin rasa kesal ini tak kan pernah ada
kenyataan terlalu pahit
kebenaran terlalu sakit
ini memang sudah bukan masanya lagi,
tetapi
sampai sekarang aku tidak menginginkan masa itu berakhir
aku ingin seterusnya berlanjut meskipun kenyataannya berakhir.
berakhir
berakhir
berakhir
berkahir
berakhir
berakhir
berakhir
berakhir
tak bisa lagi aku mengalaminya dengan cerita dan aktor yg sama
biarkanlah aku menyimpan cerita dulu itu tetap indah
kenyataan yang barusaja menghampiri anggaplah sebatas intermezzo
biarkanlah aku tetap mengagumi bagaimana sang aktor berlaga
biarkan pula cerita akhirnya tidakberubah
tetap seperti itu
seprti kemarin
seperti 5 menit lalu
cerita yang sudah berakhir dan tidak bisa lagi dilanjutkan.
selalu aku tak pernah mendapatkannya
seperti tak ernah belajar
selalu aku tak pernah berhasil berubah
seperti saat ini
ketika aku mengetahui semuanya
semua yang telah terjadi
lampau silam
tak tahu aku harus menangis bahagia atau menangis menderita
ketika kebenaran itu tiba-tiba mendatangiku
kebenaran?!
aku bingung menghadapinya
sudah terlalu lama kebohongan itu terjadi
dan sekarang pun aku tak sepantasnya mencaci
hanya bisa menyesali dan membodohi dirisendiri
kadang lebih baik kebenaran itu tak ada saja
mungkin rasa kesal ini tak kan pernah ada
kenyataan terlalu pahit
kebenaran terlalu sakit
ini memang sudah bukan masanya lagi,
tetapi
sampai sekarang aku tidak menginginkan masa itu berakhir
aku ingin seterusnya berlanjut meskipun kenyataannya berakhir.
berakhir
berakhir
berakhir
berkahir
berakhir
berakhir
berakhir
berakhir
tak bisa lagi aku mengalaminya dengan cerita dan aktor yg sama
biarkanlah aku menyimpan cerita dulu itu tetap indah
kenyataan yang barusaja menghampiri anggaplah sebatas intermezzo
biarkanlah aku tetap mengagumi bagaimana sang aktor berlaga
biarkan pula cerita akhirnya tidakberubah
tetap seperti itu
seprti kemarin
seperti 5 menit lalu
cerita yang sudah berakhir dan tidak bisa lagi dilanjutkan.
Teman Wanitaku dan Lelakinya
awalnya hanya sebuah rasa penasaran.,
seorang teman wanita semasa SMA sedang bergulat dengan sebuah cerita.,
aku penasaran
aku mencari-cari.,judul apa kiranya yang dia pilih
aku mencari
kumasukan namanya di google
aku menemukannya
aku baca ceritanya.,
ya.....
cerita tentang dia.,lelakinya
aku semakin penasaran
aku cari lagi cerita tentang lelakinya
aku masukan lagi namanya di google
aku menemukannya,
berada pada cerita yg sama dengan teman wanitaku itu.,.
dengan pelan
aku baca ceritanya.alinea pertama.,aku mengerti perasaan teman wanitaku itu
aku baca alinea kedua, jantungku mulai berdebar
aku baca alinea ke tiga jantungku semakin berdebar
aku baca alinea ke empat jantungku semakin dan semakin berdebar
aku baca alinea ke lima tak sanggup aku tahan sakit di hatiku
aku baca alinea ke enam tak sanggup aku menahan airmata
aku baca..
aku baca..
aku baca.,
sembari menagis menahan sakit akan cerita itu
begitu menyayat
aku alihkan kursorku pada bagian terakhir .,
Tuhan.,
aku mengutuk diriku sendiri
aku mengutuk teman wanitaku
aku mengutuk lelakinya
begitu kejam.,
ketika aku membaca akhir cerita disertai potret sang lelaki
lelakinya adalah lelakiku ketika itu.
lelakinya telah menghianatinya
lelakiku telah menghianatiku
lelakinya adalah lelakiku.
seorang teman wanita semasa SMA sedang bergulat dengan sebuah cerita.,
aku penasaran
aku mencari-cari.,judul apa kiranya yang dia pilih
aku mencari
kumasukan namanya di google
aku menemukannya
aku baca ceritanya.,
ya.....
cerita tentang dia.,lelakinya
aku semakin penasaran
aku cari lagi cerita tentang lelakinya
aku masukan lagi namanya di google
aku menemukannya,
berada pada cerita yg sama dengan teman wanitaku itu.,.
dengan pelan
aku baca ceritanya.alinea pertama.,aku mengerti perasaan teman wanitaku itu
aku baca alinea kedua, jantungku mulai berdebar
aku baca alinea ke tiga jantungku semakin berdebar
aku baca alinea ke empat jantungku semakin dan semakin berdebar
aku baca alinea ke lima tak sanggup aku tahan sakit di hatiku
aku baca alinea ke enam tak sanggup aku menahan airmata
aku baca..
aku baca..
aku baca.,
sembari menagis menahan sakit akan cerita itu
begitu menyayat
aku alihkan kursorku pada bagian terakhir .,
Tuhan.,
aku mengutuk diriku sendiri
aku mengutuk teman wanitaku
aku mengutuk lelakinya
begitu kejam.,
ketika aku membaca akhir cerita disertai potret sang lelaki
lelakinya adalah lelakiku ketika itu.
lelakinya telah menghianatinya
lelakiku telah menghianatiku
lelakinya adalah lelakiku.
Senin, 24 September 2012
Makan Siang I
ketika itu jam makan siang, aku makan ditempat yang akhir-akhir ini menjadi favoritku.
aku tidak sendirian, ada seorang adik yang menemaniku,
aku memesan nasi goreng telur begitupun dia
aku memesan es teh manis begitupun dia
aku memesan kangkung, tapi dia memesan es teh lagi.,
untuk beberapa saat kami diam.,
aku menunggu dia kembali menyusun kalimat meneruskan cerita yang terpotong
dia bercerita betapa misteriusnya seorang kakak, kakak laki-laki
dia bercerita begitu tajam mata mereka ketika saling bertemu
dia bercerita dengan begitu pelan tapi mata lelahnya begitu bersemangat,
aku begitu iri
aku begitu cemburu
bukan tentang si kakak
tapi sudah lama aku tidak hidup dalam cerita seperti itu
aku sudah mengundurkan diri
mengambil jalan lain, jalan yang tertuju pada satu rumah yang telah berpenghuni
rumah yang begitu sederhana
rumah yang nyaman
penghuninya pun begitu menyukai rumah itu,
tak sampai hati aku mengusiknya meskipun begitu besar keinginanku hidup didalam rumah yang sederhana itu.
sudahlah.,aku hanya bisa melihat rumah itu dari jauh
mungkin aku akan membangun rumah yang dekat dengan rumah itu
atau mungkin aku tetap melihatnya dari jauh.
Minggu, 23 September 2012
Pada Tengah Malam
dengan sengaja aku pergi keluar
pada tengah malam
aku berniat akan kuceritakan semuanya itu
pada tengah malam
ku ganti pakaianku, aku bersolek dengan takbiasa
pada tengah malam
terlihat dicermin rangkaian huruf menjadi kata yg kusambung mrnjadi kalimat dengan sangat hati - hati
pada tengah malam
sudah kutunggu
pada tengah malam
hanya seorang teman bertanya "wajahmu begitu berseri..kebahagiaan apa yang datang padamu?"
pada tengah malam
kujawab dengan diam
pada tengah malam
kuhela nafasku
pada tengah malam
kemudian ku balas lagi dengan senyum 46ku
pada tengah malam
aku berbohong, aku menipu, aku berdusta
pada tengah mlam
tapi tak ada yg kutangisi
pada tengah malam
aku hanya menggati topeng lamaku dengan yg baru
pada tegah malam
pada tengah malam
aku berniat akan kuceritakan semuanya itu
pada tengah malam
ku ganti pakaianku, aku bersolek dengan takbiasa
pada tengah malam
terlihat dicermin rangkaian huruf menjadi kata yg kusambung mrnjadi kalimat dengan sangat hati - hati
pada tengah malam
sudah kutunggu
pada tengah malam
hanya seorang teman bertanya "wajahmu begitu berseri..kebahagiaan apa yang datang padamu?"
pada tengah malam
kujawab dengan diam
pada tengah malam
kuhela nafasku
pada tengah malam
kemudian ku balas lagi dengan senyum 46ku
pada tengah malam
aku berbohong, aku menipu, aku berdusta
pada tengah mlam
tapi tak ada yg kutangisi
pada tengah malam
aku hanya menggati topeng lamaku dengan yg baru
pada tegah malam
Minggu, 16 September 2012
Biarkan Sajalah!
Aku tak pernah menyangka bahwa semuanya akan seperti ini.,
kusut
penuh ranjau tua
penuh jebakan
penuh kebohongan
penuh kepalsuan
tak jelas siapa yang memulai
para penjahat yang ingin menguasai
atau ketertutupan pribumi yang tak ingin diusik
ah.,
tak ada guna aku memikirkannya.,
hanya akan menambah kusut
menambah ranjau
menambah jebakan
menambah kebohongan
menambah kepalsuan
tangisan darahpun tak kan bisa mengubahnya.
biarkan saja begitu
biarkan semua itu memuaskan nafsunya
itupun jika kepuasan nafsu ada batasnya.
biarkan sajalah!
kusut
penuh ranjau tua
penuh jebakan
penuh kebohongan
penuh kepalsuan
tak jelas siapa yang memulai
para penjahat yang ingin menguasai
atau ketertutupan pribumi yang tak ingin diusik
ah.,
tak ada guna aku memikirkannya.,
hanya akan menambah kusut
menambah ranjau
menambah jebakan
menambah kebohongan
menambah kepalsuan
tangisan darahpun tak kan bisa mengubahnya.
biarkan saja begitu
biarkan semua itu memuaskan nafsunya
itupun jika kepuasan nafsu ada batasnya.
biarkan sajalah!
Sabtu, 15 September 2012
Jelaskan !
jantungku berdegup kencang,
sangat kencang.
apakah yag membuatku seperti ini.,
begitu tak nyaman disini
panas
sempit
pengap
gelap
tak ada angin malam
tak ada kipas angin
apa yang sedang terjadi ?
adakah seseorang yang mengerti?
karena tak mungkin aku bertanya pada rumput yang bergoyang ketika angin pun tak datang untuk menengokku.
langitpun terlalu muram untuk kutanyakan.
seseorang, jelaskanlah!
jelaskan bahwa aku terlalu naif
bahwa aku terlalu ankuh
bahwwa aku terlalu mencintai diriku sendiri.
jelaskanlah bahwa aku salah
jelaskan bahwa aku benar-benar salah
jelaskanlalh bahwa aku tidak akan menyesal
meski angin tak kan lagi datang
dan langitpun tak kan pernah sebiru dulu.
jelaskanlah!
sangat kencang.
apakah yag membuatku seperti ini.,
begitu tak nyaman disini
panas
sempit
pengap
gelap
tak ada angin malam
tak ada kipas angin
apa yang sedang terjadi ?
adakah seseorang yang mengerti?
karena tak mungkin aku bertanya pada rumput yang bergoyang ketika angin pun tak datang untuk menengokku.
langitpun terlalu muram untuk kutanyakan.
seseorang, jelaskanlah!
jelaskan bahwa aku terlalu naif
bahwa aku terlalu ankuh
bahwwa aku terlalu mencintai diriku sendiri.
jelaskanlah bahwa aku salah
jelaskan bahwa aku benar-benar salah
jelaskanlalh bahwa aku tidak akan menyesal
meski angin tak kan lagi datang
dan langitpun tak kan pernah sebiru dulu.
jelaskanlah!
Baca
sudah lebih dari 24 jam
kolom itu belum aku tutup.,masih sama seperti terakhir memakainya,.
kubaca berulang kali
terus ku baca
berulang lagi ku baca
baca
baca
baca
mencoba mengerti dan memahai maksud dari isi itu.,
dengungan nyamuk mengamuk ditelingaku menemaniku membacanya
memahaminya
apa yang terjadi dengan kolom itu sehingga sulut sekali aku menggesek kursor ke pojok kanan atas dan mengklknya tanpa penyesalan dan rasa bersalah.,
setiap kursor bergerak kearah seharusnya,.aku menghindarkannya dan membuatnya tetap terlihar dan tetap utuh hingga dapat kubaca hingga aku mengerti dan memahaminya.
sudahkah aku mengerti?
sudahkah aku memhaminya?
apa artinya itu semua?
salahkah keputusanku.,?
Tuhan.,
aku tidak mengeti dengan kalimat-kalmat itu,
sampai sekarang aku tak mengerti
tapi mengapa ku mendengarnya berbisik bahwa aku yang tidak mau mengerti?
kolom itu belum aku tutup.,masih sama seperti terakhir memakainya,.
kubaca berulang kali
terus ku baca
berulang lagi ku baca
baca
baca
baca
mencoba mengerti dan memahai maksud dari isi itu.,
dengungan nyamuk mengamuk ditelingaku menemaniku membacanya
memahaminya
apa yang terjadi dengan kolom itu sehingga sulut sekali aku menggesek kursor ke pojok kanan atas dan mengklknya tanpa penyesalan dan rasa bersalah.,
setiap kursor bergerak kearah seharusnya,.aku menghindarkannya dan membuatnya tetap terlihar dan tetap utuh hingga dapat kubaca hingga aku mengerti dan memahaminya.
sudahkah aku mengerti?
sudahkah aku memhaminya?
apa artinya itu semua?
salahkah keputusanku.,?
Tuhan.,
aku tidak mengeti dengan kalimat-kalmat itu,
sampai sekarang aku tak mengerti
tapi mengapa ku mendengarnya berbisik bahwa aku yang tidak mau mengerti?
Rabu, 12 September 2012
Wahai Kau yang disana !
Wahai
kau yang disana,
Namamu
seringkali aku dengar, tetapi rupamu tak pernah aku lihat
Wahai
kau yang disana,
Seperti
apakah rupamu, mengapa namamu selalu dan terlalu sering aku dengar
Wahai
kau yang disana,
Ingin
sekali aku melihat rupamu,
Harus
bagaimanakah aku?
Harus
seperti apakah aku?
Hari
kemarin aku melihatmu
Melihat
rupa yang namanya sering ku dengar
Rupa
yang bersih, rupa yang terlalu nyaman untuk aku hindari dan kututup mata
Wahai
kau yang disana, jadikanlah aku yang halal bagimu!
Hai!
Hai!
Apa
kabarmu?
Kau
tahu aku sangat menyesal, aku terlalu bodoh saat itu. Seharusnya aku bisa mengendalikan fikiranku.
Tetapi, apalah guna aku menyesalinya sekarang. Kau tak
akan pernah kembali.
Dirimu hanyalah saat itu dan aku menyianyiakannya.
Tetapi,
aku tak sepenuhnya menyesal.
Karena dengan itu aku mengetahui kau begitu
menyukai ku.
Saat
itu aku begitu gembira. Disetiap pesanmu, disetiap puisi yang kau salin untukku
aku benar- bear terbuai. Aku ingin terus merasakannya, hingga aku mengabaikan
perasaanmu.
Dan
ketika kau pergi,
Aku
semakin merasa terpukul, kau pergi karena kesalahpahaman yang kubuat.
Ketika
itu kau terus meminta maaf, tapi aku tak pernah membalasnya.
Dan
ketika kau benar-benar pergi aku tersadar, aku selalu mencacimu, aku selalu
mengis karenamu.
Namun,
ketika aku terpuruk aku hanya tersadar bahwa bukan salahmu kau pergi, itu
salahku yang lebih dulu menyakitimu. Dan aku semakin terpuruk, tangisanku
semakin menjadi bak air hujan yang mengikis perasannku dan membuatnya tak
karuan.
Kau
tahu aku sangat menyesal.
Aku
ingin sekali kau kembali, seperti dulu. Tetapi aku sadar itu tidaklah mungkin.
kau mungkin tahu apa yang aku lakukan terhadapmu ketika itu, sehingga kau
benar-benar pergi dengan segala sikap manis yang dulu selau kau beri.
Tapi
kau tahu betapa sakitnya aku setelah itu?
Melihatmu
dengan wanita lain. Wanita yang aku kenal, yang berbeda degan bidadari
impianmu.
Kau
berlaku kejam ketika itu. Setiap dari kita bertemu, kau selalu alihkan
pandanganmu dan bergeser menjauhkan tubuh jagkungmu dariku.
Tahukah kau itu
menyakituku terlalu dalam.
Aku
tahu kita tidak akan pernah menjadi seperti dulu.
Aku
juga tahu setiap aku mencoba untuk melupakanmu, penyesalan itu selau muncul
dengan begitu kuat tanpa bias kubendung.
Dan
ketika penyesalan itusemakin kuuat aku juga tahu kalau aku begitu menyukaimu,
aku begitu menggilaimu.
Langganan:
Komentar (Atom)
Diposting oleh

