Have you heard this before??
ABBA - Chiquitita
Powered by mp3skull.com
Chiquitita, tell me what's wrong
You're enchained by your own sorrow
In your eyes there is no hope for tomorrow
How I hate to see you like this
There is no way you can deny it
I can see that you're oh so sad, so quiet
Chiquitita, tell me the truth
I'm a shoulder you can cry on
Your best friend, I'm the one you must rely on
You were always sure of yourself
Now I see you've broken a feather
I hope we can patch it up together
Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
So the walls came tumbling down
And your love's a blown out candle
All is gone and it seems too hard to handle
Chiquitita, tell me the truth
There is no way you can deny it
I see that you're oh so sad, so quiet
Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
0
Rinduku Nafsuku
Ketika rindu ini hanya sebatas hawa nafsu
ketika nafsu yang menguasai fikir
ketika fikir tak lagi jernih
air hujan
tanah basah
aku tersiksa dengan rindu ini
rindu akan semua yang belum aku dapatkan
tentang semua impian,
harapan.
cita-cita,
aku telah kehilangannya,,
dan sekarang aku merindukannya..
ya,
tapi ini hanyalah hawa nafsu,
iri,
dengki,
telah melekat padaku,
aku rindu semua itu
aku ingin mencapainya lagi,
aku ingin rinduku tersampaikan,
aku ingin nafsu ini puas.
meski kutahu ia tak kan pernah puas.
aku ingin nafsu ini pergi,
meski aku telah mengelemnya disini
rinduku, nafsuku
ketika nafsu yang menguasai fikir
ketika fikir tak lagi jernih
air hujan
tanah basah
aku tersiksa dengan rindu ini
rindu akan semua yang belum aku dapatkan
tentang semua impian,
harapan.
cita-cita,
aku telah kehilangannya,,
dan sekarang aku merindukannya..
ya,
tapi ini hanyalah hawa nafsu,
iri,
dengki,
telah melekat padaku,
aku rindu semua itu
aku ingin mencapainya lagi,
aku ingin rinduku tersampaikan,
aku ingin nafsu ini puas.
meski kutahu ia tak kan pernah puas.
aku ingin nafsu ini pergi,
meski aku telah mengelemnya disini
rinduku, nafsuku
Mesin Penenun Hujan
Hand Phone ku berbunyi, alarm pertanda aku harus segera bangun.
Bangun? ah mendung pun diluar sana, akan terasa nikmat jika aku tidur lagi, pikirku..
tidur? apakah hanya tidur yang bisa ku lakukan? tidurkah pekerjaanku?
aku menolak!
aku nyalakan laptop, aku cari playlist yang cocok dan pilihanku kuputuskan pada Frau, ya Frau
aku sangat menyukai Frau,
nada - nada pianonya
nyanyiannya
aku begitu menyukainya
sudah lama juga aku tak mendengar Frau,
ya, aku mengenal nyanyian Frau dari seseorang,
seseorang yang sekarang sedak sibuk dengan tugasnya
seseorang yang aku kagumi.
ah, aku merindukan Frau
ya, aku meridukannya juga.
sudahlah.. nikamti saja Frau
ketika mendung tak menjajikan hujan
dan aku menginginkan hujan
aku akan bergabung dengannya untuk merakit mesin penenun hujan.
anyone?
Kau dan Aku
Kau dan aku ,
yang jangkung kurus
Kau dan aku,
yang lahir 07 Februari 1991
Kau dan aku,
yang begitu menggilai The Lord of the Ring
Kau dan aku,
yang bercita-cita menjadi presiden
Kau,
tak pernah bertanya, selalu tahu
aku,
selalu tak pernah tahu
Kau,
tak pernah bicara banyak, hanya tersenyum
aku,
semakin cerewet setiap harinya
Kau,
selalu mengirimiku puisi, tapi tak pernah kau bicara,
aku,
merindukanmu
Kau,
tetap mengirimiku puisi, tak ada kau bicara
aku,
merindukanmu
Kau dan aku
bisakah kita cengkrama, layaknya mereka,
Kau dan aku
tahukah kita bagaimana memulai percakapan?
Kau dan aku
atau sudah lupakah kita?
Kau dan aku
terlalu lama diam, terlalu lama jauh
Kau dan aku
lupa, kita berbeda
Kau dan aku,
tak sama.
Selamat tinggal.
yang jangkung kurus
Kau dan aku,
yang lahir 07 Februari 1991
Kau dan aku,
yang begitu menggilai The Lord of the Ring
Kau dan aku,
yang bercita-cita menjadi presiden
Kau,
tak pernah bertanya, selalu tahu
aku,
selalu tak pernah tahu
Kau,
tak pernah bicara banyak, hanya tersenyum
aku,
semakin cerewet setiap harinya
Kau,
selalu mengirimiku puisi, tapi tak pernah kau bicara,
aku,
merindukanmu
Kau,
tetap mengirimiku puisi, tak ada kau bicara
aku,
merindukanmu
Kau dan aku
bisakah kita cengkrama, layaknya mereka,
Kau dan aku
tahukah kita bagaimana memulai percakapan?
Kau dan aku
atau sudah lupakah kita?
Kau dan aku
terlalu lama diam, terlalu lama jauh
Kau dan aku
lupa, kita berbeda
Kau dan aku,
tak sama.
Selamat tinggal.
:)
aku suka foto ini . . .
bukan karena menyombongkkan diri pernah kesana,
tetapi ada cerita disana. cerita yang tidak tidak mungkin berulang..
Singapura, Universal Studio 5 Oktober 2012
cerita tentang perubahan,
cerita tentang kecemburuan,
cerita tentang ketakutan,
dan cerita tentang malam
Jerman, Indonesia
Jerman!
entah bagaimana caranya aku bisa jatuh cinta pada negara itu,
begitu ignin aku berada disana, beraktifitas disana hidup disana.
terasa begitu spesial dan membanggakan.
tetapi,
Indonesia
ya Indonesia, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja
begitu kuat ikatannya, sejarah dan kebudayaan yang membuatku bahagia tinggal disiini.
begitu pun kamu,
aku begitu ingin bersamamu,
terasa spesial berada di sampingmu
tetapi bagiku sekarang,
aku ignin kebahagian, dengan sejarah yang akan aku tulis dengan kebudayaan yang tidak menyalahi aturan.
tentu aku ingin bersamamu, denga jalan bahagia
lebih bahagia dibanding dengan nafsu.
aku tidak bisa memilih
aku hanya bisa merencanakan.
aku tidak bisa memilih antara Jerman atau Indonesia
aku hanya bisa merencanakan aku ingin berkunjung ke Jerman setiap tahun dan hidup di Indonesia
begitu pula aku tidak bisa memilihmu
aku hanya bisa merencanakamu
Tuhanlalh yang memilih.
ku serahkan semua padaNya,
Dia akan membuat semuanya menjadi lebih spesial dan bahagia
baik itu di Jerman atau Indonesia.
baik itu denganmu atau tanpamu.
Lelaki
Malam..
Hujan...
tahukah kamu lelaki, entah mengapa mereka mengingatkanku padamu, pada ragamu.
aku sangat sadar, aku bukanlah yang berhak atasmu, aku bukanlah yang halal bagimu tapi begitupun dia.
tak kan pernah tahu siapa yang kan kau pilih,
tentu bukan aku.. .
atau mungkin itu aku?
bahkan kau sendiripun tak tahu siapa itu..
Hanya Tuhan yang tahu buka
ketika itu aku sedang bermuram, kehilangan separuh kesadaran karena rasa takut. ya ketika itu malam hari dan hujan.
kau tidak melakukan apapun.,
tentu kau tidak melakukan apapun., kita berada pada ruang yang berbeda
pada letak geografis yang berbeda, kita hana terhubung oleh jaringan internet dengan social media yang bernama Facebook..
aku mengamatimu.,
di chat box kau berlampu hijau.,kau ada disana.,
15 menit aku hanya memandangi lampu hijau yang benamakanmu, lelaki.
akhirnya, aku kumpulkan kebernianku,
aku alihkan tanagaku pada jari-jariku dan biarkan dia menari menuruti perasaan
begitu banyak huruf yang aku untai..tetapi tetap selalu berakhir di DELETE
ragu, canggung, gemetaran.
hingga tak segaja tertekan enter, dan hanya terkirim " Assalamualaikum"
ketidaksengajaan yang membuatku tak tenang, segera ingin aku tutup, aku sign out tetapi aku begitu penasaran dengan tanggapanmu, aku ingin mengenalmu, lelaki.
5 menit berlalu, tak ada balasan
aku berpindah ke social media lainnya
10 menit berlalu, seorang teman mengajak ngobrol di chat Facebook
aku bosan, aku penasaran
15 menit berlalu, masih belum ada balasan dan aku putuskan untuk bermain game
terdengar ada suara pemberitahuan balasan, aku dengan cepat melihat, tetapi bukan kamu, lelaki.
aku putus asa,
kali ini aku akan keluar,
aku sign out social mediaku yang lain,
suara pemberitahuan balasan itu terdengar lagi
ah! paling itu temanku, pikirku
ya, ternyata itu kamu, lelaki
betapa kaget dan senangya aku saat itu.
begitu ramah kau membalasnya,
kae benar - benar telah memasukii alam pikiranku. hidupku, lelaki.
obrolanmu semaki dan semakin membuatku mengagumimu,
yang bisa aku katakan hanyalah kagum
kagum dengan susunan kata yang kau pilih
kagum dengan setiap emote yang kau selipkan
kagum dengan setiap yang ada padamu, lelaki.
ya, kau lelakinya, lelaki
kau bukan lelakiku
betapa inginnya aku memanggilmu lelakiku,
kau lelakinya sekarang,
tetapi
kau akan menjadi lelakiku dengan jalan halal, nantinya.
Don't Speak - Glee cast ( Rachel, Finn, Blaine, Kurt )
Don't speak !
......
I sit and cry ..
don't speak !!
I know just what you're saying so please stop explaining,
don't tell me cause it hurts
Don't speak !!
I know what you're thinking I don't need your reasons,
don't tell me cause it hurts!!
......
terkadang tidak semuanya harus dijelaskan.
terkadang ada beberapa yang cukup dengan melihat dan merasakan tanpa mulut terbuka dan tertutup.
bukan tak ingin mengetahui kenyataan, bukan tak ingin mengakui kebenaran..
ada dari mereka berkata bahwa semua hal harus dijelaskan agar tak ada salah faham, agar tak ada yang tersakiti agar tak ada kebohongan..
namun bagiku, tak semuanya harus diungkapkan, ada beberapa hal yang harus kita simpan, harus kita kunci.
Ya, mungkin aku terlalu takut dengan kebenaran, terlalu takut dengan kenyataan, tak ingin tersakiti dan tak ingin menangis.
Karena sesungguhnya kita telah mengetahui itu, hanya ucapan dari mereka hanya sebuah konfirmasi.
aku tak suka ini
aku benci ini
aku benci konfirmasi, konfirmasi yang membuat perih dan sakit.
aku tak suka semua itu, ya, aku dekat dengan penyesalan.
biarpun sebenarnya penyesalan itu akan jauh menyakitkan, tetapi aku akan cukup senang jika itu diam, tertutup, terkubur. biarkan semua atas fikirku. dan aku semakin tebal dengan penyesalan.
Selamat Pagi!
Selamat Pagi!
Kicauan burung itu membangunkan seisi rumah, tetapi hanya satu orang yang bergegas bangun. Ia bergegas menyapu halaman, merendam pakaian dan membersihkan dapur yang telah lama tak ia sentuh. tak biasa ia begitu lemas, begitu tak bertenaga bahkan ketika ia memindahkan sampah yang telah ia sapu ia terjatuh dan sampah - sampah itu kembali berserakan. ada apa dengannya? ia lemas, ia harus bekerja lebih lagi, ia tak bertenaga tapi ia tetap bekerja.
Entah berap lama ia selesai menyapu, entah 2 jam atau bahkan sampai adzan Dzuhur bergema. kasihan memang, tetapi ia tak ingin dibantu, ia ingin berdiri sendiri, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya meski dengan tenaga seadanya dan tubuh yang semakin rapuh, kulit mulusnya tercoreng goresan - goresan luka jatuhnya, ia tetap ingin menyelesaikanny sendiri. lagi pula siapa yang ingin membantu, penghuni lainnya masih hidup di alam mimpi, masih bergulat dengna cerita di mimpi mereka, hanya ada dia di nyata.
Tak ada yang melihat bagaimana ia bersusah payah bangun dari jatuhnnya dan kemudian membersihkan dan jatuh lagi, hanya burung itu yng melihat. tapi apa yang bisa burung itu lakukan? bernyanyi sekencang mungkin sampai penghni lain bangun dan membantunya? itu tak akan berhasil karena si burung itu pun tak ingin bernyanyi.
Begitu kuat ia menjalani itu, dengan tenaga yang begitu lemah dan terbatas tak seorang pun pernah mendengar ia protes, tak seorang pun melihat ia menangis. tapi, siapa yang mau mendengar protesnya?siapa yang mau melihat ia menangis? tak seorangpun yang ada, tak seorangpun yang bangun, tak seorang pun yang sama, semuanya hidup padaa dunianya sendiri, semuanya hidup dengan fikiran dan jalurnya sendiri. tak ada yang protes, tak ada yang menangis, ia dan mereka menjalani hidup sesuai dengan hidupnya, jalur yang telah mereka tempuh, masing-masing hidup dengan jalurnya, tanpa hidup dengan jalur orang lain bahkan untuk menumpangpun tidak.
Jadi? haruskah kita membiarkan ia bekerja seperti itu?dengan tenaga seadanya dan terus jatuh bangun membereskan sampah yang tak pernah beres. bukankah dia merendam pakaian? bukanakh dia harus mencuci pakaiannya itu? masihkah kita membiarkan ia melakukan semuanya itu sendiri dengan sisa tenaga yang entah bersisa? sampai kapan pekerjaannya itu akan selesai? bagaimana ia bisa mencuci pakaian jika menyapu saja sudah jatuh bangun. sanggupkah kulitnya yang bertato goresan luka itu menahan perhinya detergen yang dipaki merendam baju itu? tak ada yang tahu getergen apa yag ia gunakan tadi, bahkan ia sendiri pun lupa. kuatkah detergen itu? bagaimana dengan kulitnya? akankah semakin terluka? sampai kapan dia seperti ini.,tak akan selesai, mau sampai kapan?Hanya Tuhan yang tahu tentagnya dan nasib dapur yang tak terjamah itu.
2 detik
Malam semakin larut, seperti malam itu ketika seorang lelaki jangkung kurus mendekati seorang wanita yang sedang menangis ditengah keramaian. wanita itu menunduk, menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata yang terus-menerus turun tanpa henti. ketika itu sang wanita tidak lah sendiri, dia ditemani dua orang teman lelaki yang khawatir dengan keadaannya yang terus-menerus menangis.
Malam itu malam yang seharusnya malam yang indah dan membahagiakan, tetapi sang waniita hanya bisa menangis, ya menangis, isaknya semakin kuat mengalahkan suara air mancur. Bak sebuah patung dua teman lelakinya itu tak bisa berbuat apa apa, hanya bisa membiarkannya menangis dalam kesendirian, ketakutan dan kesedihannya.
Sekitar 10 menit wanita itu menunduk dan menangis, tiba - tiba isaknya secara perlahan terdengar semakin pelan, semakin pelan. ia angkat kepalanya, ia usap pipi basahnya dengan tisu kusut yang digenggamnya sedari tadi. dan ternyata lelaki kurus jangkung itu mendekatinya, mengajaknya bercanda, mengeluarkn joke yang sebenarnya tidaklah lucu sama sekali dan sang wanita pun memaksakan untuk tertawa, memuaskan sang lelaki.
Mendengar tawa sang wanita, sang lelaki kurus jangkung itu tersadar bahwa sang wanita baru saja menangis dan masih menangis ketika itu. Bagai seorang kembar yang mepunyai perasaan yang sama, sang lelaki mencoba menghibur sang wanita tanpa bertanya apa alasannya menangis sampai seperti itu. sang lelaki pun segera duduk disamping sang wanita dan mengajaknya pada obrolan - obrolan yang membawa sang wanita melupakan tangisannya.
Obrolan sang lelaki berhasil, sang wanita melupakan tangisannya dan terus terbawa pada obrolan itu. mata sang wanita berubah sedikit bercahaya meski tertutupi dengan bengkaknya mata, mulutnya mulai bisa bercerita bertanya bahkan menjawab pertanyaan apapun dari sang lelaki, bibirnnya sudah mulai bisa tersenyum.
Sang lelaki begitu tahu bagaimana cara menenangkan hati sang wanita, entah sadar atau tidak sang wanita memperhatikannya, memperhatikan wajah sang lelaki, wajah lelah yang telah mencoba membuatnya tersenyum, mercerita dan tidak lagi menangis, wajah yang dia kagumi. mata sang wanita begitu jeli memperhatikan setiap detail ekspresi sang lelaki, mengingat semua yang ada pada sang lelaki saat itu.
Sang wanita terbuai dengan perasaannya sendiri, terlalu asyik memperhatikan sang lelaki hingga ia tak sadar sang lelaki mendekat, meraih kepalanya dan memeluknya selama 2 detik, ya 2 detik, 2 detik yang membuat sang wanita terpaku, terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa. sang lelaki hanya bertanya "are you allright?it's OK.,don't cry anymore" matanya begitu tepat mengenai mata sang wanita yang kemudian menangis lagi,.hanya saja alasannya berbeda.
Entah bagaimana perasaan sang lelaki hanya dia dan Tuhan yang tahu, yang pasti semenjak malam itu, sang wanita semakin dan semakin menyukai sang lelaki itu. semakin menyukainya meskipun sang lelaki telah bersama wanita lain.
Bukan masalah bagi sang wanita hubungannya dengan sang lelaki seperti apa, bukan masalah pula baginya jika memang pada kenyataannya sang lealaki telah mempunyai wanita lain. dia selalu bisa tersenyum ketika mengingat senyuman manis sang lelaki kala itu, dia selalu bisa mulai berbicara ketika mengingat ocehan sang lelaki saat mencoba menenangkannya kala itu, dia mulai menghapus tangisnya ketika mengingat rentetan tahi lalat yang berjajar di wajah sang lelaki, dia mencoba untuk tidak takut dan tidak lagi menangis namun, tak bisa, dia tetap menangis dia menginginkan 2 detik itu lagi untuk memenangkannya, 2 detik yang tak akan pernah lagi terjadi, 2 detik yag selalu sang wanita ingat, 2 detik yang benar - benar dapat membuat sang wanita berhenti menangis, 2 detik, ya 2 detik.
Langganan:
Komentar (Atom)
Selasa, 30 Oktober 2012
Chiquitita
Have you heard this before??
ABBA - Chiquitita
Powered by mp3skull.com
Chiquitita, tell me what's wrong
You're enchained by your own sorrow
In your eyes there is no hope for tomorrow
How I hate to see you like this
There is no way you can deny it
I can see that you're oh so sad, so quiet
Chiquitita, tell me the truth
I'm a shoulder you can cry on
Your best friend, I'm the one you must rely on
You were always sure of yourself
Now I see you've broken a feather
I hope we can patch it up together
Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
So the walls came tumbling down
And your love's a blown out candle
All is gone and it seems too hard to handle
Chiquitita, tell me the truth
There is no way you can deny it
I see that you're oh so sad, so quiet
Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
ABBA - Chiquitita
Powered by mp3skull.com
Chiquitita, tell me what's wrong
You're enchained by your own sorrow
In your eyes there is no hope for tomorrow
How I hate to see you like this
There is no way you can deny it
I can see that you're oh so sad, so quiet
Chiquitita, tell me the truth
I'm a shoulder you can cry on
Your best friend, I'm the one you must rely on
You were always sure of yourself
Now I see you've broken a feather
I hope we can patch it up together
Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
So the walls came tumbling down
And your love's a blown out candle
All is gone and it seems too hard to handle
Chiquitita, tell me the truth
There is no way you can deny it
I see that you're oh so sad, so quiet
Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Senin, 29 Oktober 2012
Rinduku Nafsuku
Ketika rindu ini hanya sebatas hawa nafsu
ketika nafsu yang menguasai fikir
ketika fikir tak lagi jernih
air hujan
tanah basah
aku tersiksa dengan rindu ini
rindu akan semua yang belum aku dapatkan
tentang semua impian,
harapan.
cita-cita,
aku telah kehilangannya,,
dan sekarang aku merindukannya..
ya,
tapi ini hanyalah hawa nafsu,
iri,
dengki,
telah melekat padaku,
aku rindu semua itu
aku ingin mencapainya lagi,
aku ingin rinduku tersampaikan,
aku ingin nafsu ini puas.
meski kutahu ia tak kan pernah puas.
aku ingin nafsu ini pergi,
meski aku telah mengelemnya disini
rinduku, nafsuku
ketika nafsu yang menguasai fikir
ketika fikir tak lagi jernih
air hujan
tanah basah
aku tersiksa dengan rindu ini
rindu akan semua yang belum aku dapatkan
tentang semua impian,
harapan.
cita-cita,
aku telah kehilangannya,,
dan sekarang aku merindukannya..
ya,
tapi ini hanyalah hawa nafsu,
iri,
dengki,
telah melekat padaku,
aku rindu semua itu
aku ingin mencapainya lagi,
aku ingin rinduku tersampaikan,
aku ingin nafsu ini puas.
meski kutahu ia tak kan pernah puas.
aku ingin nafsu ini pergi,
meski aku telah mengelemnya disini
rinduku, nafsuku
Minggu, 21 Oktober 2012
Mesin Penenun Hujan
Hand Phone ku berbunyi, alarm pertanda aku harus segera bangun.
Bangun? ah mendung pun diluar sana, akan terasa nikmat jika aku tidur lagi, pikirku..
tidur? apakah hanya tidur yang bisa ku lakukan? tidurkah pekerjaanku?
aku menolak!
aku nyalakan laptop, aku cari playlist yang cocok dan pilihanku kuputuskan pada Frau, ya Frau
aku sangat menyukai Frau,
nada - nada pianonya
nyanyiannya
aku begitu menyukainya
sudah lama juga aku tak mendengar Frau,
ya, aku mengenal nyanyian Frau dari seseorang,
seseorang yang sekarang sedak sibuk dengan tugasnya
seseorang yang aku kagumi.
ah, aku merindukan Frau
ya, aku meridukannya juga.
sudahlah.. nikamti saja Frau
ketika mendung tak menjajikan hujan
dan aku menginginkan hujan
aku akan bergabung dengannya untuk merakit mesin penenun hujan.
anyone?
Selasa, 16 Oktober 2012
Kau dan Aku
Kau dan aku ,
yang jangkung kurus
Kau dan aku,
yang lahir 07 Februari 1991
Kau dan aku,
yang begitu menggilai The Lord of the Ring
Kau dan aku,
yang bercita-cita menjadi presiden
Kau,
tak pernah bertanya, selalu tahu
aku,
selalu tak pernah tahu
Kau,
tak pernah bicara banyak, hanya tersenyum
aku,
semakin cerewet setiap harinya
Kau,
selalu mengirimiku puisi, tapi tak pernah kau bicara,
aku,
merindukanmu
Kau,
tetap mengirimiku puisi, tak ada kau bicara
aku,
merindukanmu
Kau dan aku
bisakah kita cengkrama, layaknya mereka,
Kau dan aku
tahukah kita bagaimana memulai percakapan?
Kau dan aku
atau sudah lupakah kita?
Kau dan aku
terlalu lama diam, terlalu lama jauh
Kau dan aku
lupa, kita berbeda
Kau dan aku,
tak sama.
Selamat tinggal.
yang jangkung kurus
Kau dan aku,
yang lahir 07 Februari 1991
Kau dan aku,
yang begitu menggilai The Lord of the Ring
Kau dan aku,
yang bercita-cita menjadi presiden
Kau,
tak pernah bertanya, selalu tahu
aku,
selalu tak pernah tahu
Kau,
tak pernah bicara banyak, hanya tersenyum
aku,
semakin cerewet setiap harinya
Kau,
selalu mengirimiku puisi, tapi tak pernah kau bicara,
aku,
merindukanmu
Kau,
tetap mengirimiku puisi, tak ada kau bicara
aku,
merindukanmu
Kau dan aku
bisakah kita cengkrama, layaknya mereka,
Kau dan aku
tahukah kita bagaimana memulai percakapan?
Kau dan aku
atau sudah lupakah kita?
Kau dan aku
terlalu lama diam, terlalu lama jauh
Kau dan aku
lupa, kita berbeda
Kau dan aku,
tak sama.
Selamat tinggal.
Minggu, 14 Oktober 2012
:)
aku suka foto ini . . .
bukan karena menyombongkkan diri pernah kesana,
tetapi ada cerita disana. cerita yang tidak tidak mungkin berulang..
Singapura, Universal Studio 5 Oktober 2012
cerita tentang perubahan,
cerita tentang kecemburuan,
cerita tentang ketakutan,
dan cerita tentang malam
Jerman, Indonesia
Jerman!
entah bagaimana caranya aku bisa jatuh cinta pada negara itu,
begitu ignin aku berada disana, beraktifitas disana hidup disana.
terasa begitu spesial dan membanggakan.
tetapi,
Indonesia
ya Indonesia, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja
begitu kuat ikatannya, sejarah dan kebudayaan yang membuatku bahagia tinggal disiini.
begitu pun kamu,
aku begitu ingin bersamamu,
terasa spesial berada di sampingmu
tetapi bagiku sekarang,
aku ignin kebahagian, dengan sejarah yang akan aku tulis dengan kebudayaan yang tidak menyalahi aturan.
tentu aku ingin bersamamu, denga jalan bahagia
lebih bahagia dibanding dengan nafsu.
aku tidak bisa memilih
aku hanya bisa merencanakan.
aku tidak bisa memilih antara Jerman atau Indonesia
aku hanya bisa merencanakan aku ingin berkunjung ke Jerman setiap tahun dan hidup di Indonesia
begitu pula aku tidak bisa memilihmu
aku hanya bisa merencanakamu
Tuhanlalh yang memilih.
ku serahkan semua padaNya,
Dia akan membuat semuanya menjadi lebih spesial dan bahagia
baik itu di Jerman atau Indonesia.
baik itu denganmu atau tanpamu.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Lelaki
Malam..
Hujan...
tahukah kamu lelaki, entah mengapa mereka mengingatkanku padamu, pada ragamu.
aku sangat sadar, aku bukanlah yang berhak atasmu, aku bukanlah yang halal bagimu tapi begitupun dia.
tak kan pernah tahu siapa yang kan kau pilih,
tentu bukan aku.. .
atau mungkin itu aku?
bahkan kau sendiripun tak tahu siapa itu..
Hanya Tuhan yang tahu buka
ketika itu aku sedang bermuram, kehilangan separuh kesadaran karena rasa takut. ya ketika itu malam hari dan hujan.
kau tidak melakukan apapun.,
tentu kau tidak melakukan apapun., kita berada pada ruang yang berbeda
pada letak geografis yang berbeda, kita hana terhubung oleh jaringan internet dengan social media yang bernama Facebook..
aku mengamatimu.,
di chat box kau berlampu hijau.,kau ada disana.,
15 menit aku hanya memandangi lampu hijau yang benamakanmu, lelaki.
akhirnya, aku kumpulkan kebernianku,
aku alihkan tanagaku pada jari-jariku dan biarkan dia menari menuruti perasaan
begitu banyak huruf yang aku untai..tetapi tetap selalu berakhir di DELETE
ragu, canggung, gemetaran.
hingga tak segaja tertekan enter, dan hanya terkirim " Assalamualaikum"
ketidaksengajaan yang membuatku tak tenang, segera ingin aku tutup, aku sign out tetapi aku begitu penasaran dengan tanggapanmu, aku ingin mengenalmu, lelaki.
5 menit berlalu, tak ada balasan
aku berpindah ke social media lainnya
10 menit berlalu, seorang teman mengajak ngobrol di chat Facebook
aku bosan, aku penasaran
15 menit berlalu, masih belum ada balasan dan aku putuskan untuk bermain game
terdengar ada suara pemberitahuan balasan, aku dengan cepat melihat, tetapi bukan kamu, lelaki.
aku putus asa,
kali ini aku akan keluar,
aku sign out social mediaku yang lain,
suara pemberitahuan balasan itu terdengar lagi
ah! paling itu temanku, pikirku
ya, ternyata itu kamu, lelaki
betapa kaget dan senangya aku saat itu.
begitu ramah kau membalasnya,
kae benar - benar telah memasukii alam pikiranku. hidupku, lelaki.
obrolanmu semaki dan semakin membuatku mengagumimu,
yang bisa aku katakan hanyalah kagum
kagum dengan susunan kata yang kau pilih
kagum dengan setiap emote yang kau selipkan
kagum dengan setiap yang ada padamu, lelaki.
ya, kau lelakinya, lelaki
kau bukan lelakiku
betapa inginnya aku memanggilmu lelakiku,
kau lelakinya sekarang,
tetapi
kau akan menjadi lelakiku dengan jalan halal, nantinya.
Jumat, 12 Oktober 2012
Don't Speak - Glee cast ( Rachel, Finn, Blaine, Kurt )
Kamis, 11 Oktober 2012
Don't speak !
......
I sit and cry ..
don't speak !!
I know just what you're saying so please stop explaining,
don't tell me cause it hurts
Don't speak !!
I know what you're thinking I don't need your reasons,
don't tell me cause it hurts!!
......
terkadang tidak semuanya harus dijelaskan.
terkadang ada beberapa yang cukup dengan melihat dan merasakan tanpa mulut terbuka dan tertutup.
bukan tak ingin mengetahui kenyataan, bukan tak ingin mengakui kebenaran..
ada dari mereka berkata bahwa semua hal harus dijelaskan agar tak ada salah faham, agar tak ada yang tersakiti agar tak ada kebohongan..
namun bagiku, tak semuanya harus diungkapkan, ada beberapa hal yang harus kita simpan, harus kita kunci.
Ya, mungkin aku terlalu takut dengan kebenaran, terlalu takut dengan kenyataan, tak ingin tersakiti dan tak ingin menangis.
Karena sesungguhnya kita telah mengetahui itu, hanya ucapan dari mereka hanya sebuah konfirmasi.
aku tak suka ini
aku benci ini
aku benci konfirmasi, konfirmasi yang membuat perih dan sakit.
aku tak suka semua itu, ya, aku dekat dengan penyesalan.
biarpun sebenarnya penyesalan itu akan jauh menyakitkan, tetapi aku akan cukup senang jika itu diam, tertutup, terkubur. biarkan semua atas fikirku. dan aku semakin tebal dengan penyesalan.
Rabu, 10 Oktober 2012
Selamat Pagi!
Selamat Pagi!
Kicauan burung itu membangunkan seisi rumah, tetapi hanya satu orang yang bergegas bangun. Ia bergegas menyapu halaman, merendam pakaian dan membersihkan dapur yang telah lama tak ia sentuh. tak biasa ia begitu lemas, begitu tak bertenaga bahkan ketika ia memindahkan sampah yang telah ia sapu ia terjatuh dan sampah - sampah itu kembali berserakan. ada apa dengannya? ia lemas, ia harus bekerja lebih lagi, ia tak bertenaga tapi ia tetap bekerja.
Entah berap lama ia selesai menyapu, entah 2 jam atau bahkan sampai adzan Dzuhur bergema. kasihan memang, tetapi ia tak ingin dibantu, ia ingin berdiri sendiri, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya meski dengan tenaga seadanya dan tubuh yang semakin rapuh, kulit mulusnya tercoreng goresan - goresan luka jatuhnya, ia tetap ingin menyelesaikanny sendiri. lagi pula siapa yang ingin membantu, penghuni lainnya masih hidup di alam mimpi, masih bergulat dengna cerita di mimpi mereka, hanya ada dia di nyata.
Tak ada yang melihat bagaimana ia bersusah payah bangun dari jatuhnnya dan kemudian membersihkan dan jatuh lagi, hanya burung itu yng melihat. tapi apa yang bisa burung itu lakukan? bernyanyi sekencang mungkin sampai penghni lain bangun dan membantunya? itu tak akan berhasil karena si burung itu pun tak ingin bernyanyi.
Begitu kuat ia menjalani itu, dengan tenaga yang begitu lemah dan terbatas tak seorang pun pernah mendengar ia protes, tak seorang pun melihat ia menangis. tapi, siapa yang mau mendengar protesnya?siapa yang mau melihat ia menangis? tak seorangpun yang ada, tak seorangpun yang bangun, tak seorang pun yang sama, semuanya hidup padaa dunianya sendiri, semuanya hidup dengan fikiran dan jalurnya sendiri. tak ada yang protes, tak ada yang menangis, ia dan mereka menjalani hidup sesuai dengan hidupnya, jalur yang telah mereka tempuh, masing-masing hidup dengan jalurnya, tanpa hidup dengan jalur orang lain bahkan untuk menumpangpun tidak.
Jadi? haruskah kita membiarkan ia bekerja seperti itu?dengan tenaga seadanya dan terus jatuh bangun membereskan sampah yang tak pernah beres. bukankah dia merendam pakaian? bukanakh dia harus mencuci pakaiannya itu? masihkah kita membiarkan ia melakukan semuanya itu sendiri dengan sisa tenaga yang entah bersisa? sampai kapan pekerjaannya itu akan selesai? bagaimana ia bisa mencuci pakaian jika menyapu saja sudah jatuh bangun. sanggupkah kulitnya yang bertato goresan luka itu menahan perhinya detergen yang dipaki merendam baju itu? tak ada yang tahu getergen apa yag ia gunakan tadi, bahkan ia sendiri pun lupa. kuatkah detergen itu? bagaimana dengan kulitnya? akankah semakin terluka? sampai kapan dia seperti ini.,tak akan selesai, mau sampai kapan?Hanya Tuhan yang tahu tentagnya dan nasib dapur yang tak terjamah itu.
Selasa, 09 Oktober 2012
2 detik
Malam semakin larut, seperti malam itu ketika seorang lelaki jangkung kurus mendekati seorang wanita yang sedang menangis ditengah keramaian. wanita itu menunduk, menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata yang terus-menerus turun tanpa henti. ketika itu sang wanita tidak lah sendiri, dia ditemani dua orang teman lelaki yang khawatir dengan keadaannya yang terus-menerus menangis.
Malam itu malam yang seharusnya malam yang indah dan membahagiakan, tetapi sang waniita hanya bisa menangis, ya menangis, isaknya semakin kuat mengalahkan suara air mancur. Bak sebuah patung dua teman lelakinya itu tak bisa berbuat apa apa, hanya bisa membiarkannya menangis dalam kesendirian, ketakutan dan kesedihannya.
Sekitar 10 menit wanita itu menunduk dan menangis, tiba - tiba isaknya secara perlahan terdengar semakin pelan, semakin pelan. ia angkat kepalanya, ia usap pipi basahnya dengan tisu kusut yang digenggamnya sedari tadi. dan ternyata lelaki kurus jangkung itu mendekatinya, mengajaknya bercanda, mengeluarkn joke yang sebenarnya tidaklah lucu sama sekali dan sang wanita pun memaksakan untuk tertawa, memuaskan sang lelaki.
Mendengar tawa sang wanita, sang lelaki kurus jangkung itu tersadar bahwa sang wanita baru saja menangis dan masih menangis ketika itu. Bagai seorang kembar yang mepunyai perasaan yang sama, sang lelaki mencoba menghibur sang wanita tanpa bertanya apa alasannya menangis sampai seperti itu. sang lelaki pun segera duduk disamping sang wanita dan mengajaknya pada obrolan - obrolan yang membawa sang wanita melupakan tangisannya.
Obrolan sang lelaki berhasil, sang wanita melupakan tangisannya dan terus terbawa pada obrolan itu. mata sang wanita berubah sedikit bercahaya meski tertutupi dengan bengkaknya mata, mulutnya mulai bisa bercerita bertanya bahkan menjawab pertanyaan apapun dari sang lelaki, bibirnnya sudah mulai bisa tersenyum.
Sang lelaki begitu tahu bagaimana cara menenangkan hati sang wanita, entah sadar atau tidak sang wanita memperhatikannya, memperhatikan wajah sang lelaki, wajah lelah yang telah mencoba membuatnya tersenyum, mercerita dan tidak lagi menangis, wajah yang dia kagumi. mata sang wanita begitu jeli memperhatikan setiap detail ekspresi sang lelaki, mengingat semua yang ada pada sang lelaki saat itu.
Sang wanita terbuai dengan perasaannya sendiri, terlalu asyik memperhatikan sang lelaki hingga ia tak sadar sang lelaki mendekat, meraih kepalanya dan memeluknya selama 2 detik, ya 2 detik, 2 detik yang membuat sang wanita terpaku, terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa. sang lelaki hanya bertanya "are you allright?it's OK.,don't cry anymore" matanya begitu tepat mengenai mata sang wanita yang kemudian menangis lagi,.hanya saja alasannya berbeda.
Entah bagaimana perasaan sang lelaki hanya dia dan Tuhan yang tahu, yang pasti semenjak malam itu, sang wanita semakin dan semakin menyukai sang lelaki itu. semakin menyukainya meskipun sang lelaki telah bersama wanita lain.
Bukan masalah bagi sang wanita hubungannya dengan sang lelaki seperti apa, bukan masalah pula baginya jika memang pada kenyataannya sang lealaki telah mempunyai wanita lain. dia selalu bisa tersenyum ketika mengingat senyuman manis sang lelaki kala itu, dia selalu bisa mulai berbicara ketika mengingat ocehan sang lelaki saat mencoba menenangkannya kala itu, dia mulai menghapus tangisnya ketika mengingat rentetan tahi lalat yang berjajar di wajah sang lelaki, dia mencoba untuk tidak takut dan tidak lagi menangis namun, tak bisa, dia tetap menangis dia menginginkan 2 detik itu lagi untuk memenangkannya, 2 detik yang tak akan pernah lagi terjadi, 2 detik yag selalu sang wanita ingat, 2 detik yang benar - benar dapat membuat sang wanita berhenti menangis, 2 detik, ya 2 detik.
Langganan:
Komentar (Atom)
Diposting oleh



