0

Yang Tak Pernah Diinginkan


Bukankah sudah seharusnya berbahagia ketika ada yang senang,
terlebih kesenangan itu dekat denganku?


Bukankah harusnya tersenyum ketika ada sebuah candaan,
terlebih candaan tersebut intim denganku?


Jauh sebelumnya tak pernah ada alasan dari setiap laku
jikapun ada hanya keramaian yang hinggap
bahkan tak pernah terlintas untuk menginginkan sebuah kenangan.


Namun sekarang,
keramaian itu terasa kosong.


Kenangan yang tak pernah diharap pun kini berhasrat kuat.
0

Wanita yang Berambut Panjang

Masih ingat dengan cerita wanita berambut panjang?
bagaimana terlenanya dia dengan rambut panjang dari pantulan cermin .,

ya, ketika itu ada seorang lelaki yang datang, katanya lelaki itu menyukai sang wanita. tetapi karena kejadian itu sang lelaki hanya berdiam saja  hanya saja sang wanita yang berlari ke kamarnya, mencari jilbabnya dan kemudian menangisi kebodohannya.

sudah dua jam berlalu...

sang wanita keluar kamarnya, kali ini jilbab dikenakannya berharap sang lelaki masih ada
tetapi ternyata sayangnya dia sudah pergi, tidak ada seorangpun  diruang tamu. Lalu sang wanita berteriak, memanggil ayah, ibu, kakak dan adik.
sekeraskerasnya ia berteriak tak ada satupun yang menyaut. kemudian, ia cari dari ruangan ke ruangan, dan hasilnya pun nihil.

sang wanita tersadar ia sendiri,
ia sendiri di dalam rumahnya yang begitu besar

ia menangis,
ia takut,

dan tiba-tiba ia tersentak,
wajah laki-laki yang datang tadi sepertinya ia kenal

ia menhentikan tangisnya dan mulai memutar memorinya.,
siapakah laki-laki itu? ia begitu tak asing?



Hai Lelaki, datanglah lagi. datangkan kembali memoriku.
aku ingin mengingatmu.
aku ingin mengenalmu..


2

Pagi 08.46

Pagi 05. 22 Aku terbangun, membuka mata
dua orang wanita dikamarku tengah asyik bercerita. Sayangnya aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. Aku terbangun oleh tawa mereka.




Pagi 05. 42 aku cari HandPhoneku hanya sekadar 'tuk mengecek notifikasi.




Pagi 06.15 dua orang wanita dimakarku kembali bercerita, kali ini aku dapat masuk dalam obrolan itu.
Tetapi sayang, obrolan mereka sungguh tidak aku mengerti hingga aku memutuskan untuk kembali bersama Lumia kuningku.




Pagi 06.58 salah satu wanita pergi dan meninggalkan satu cangkir coklat panas yang lupa ia minum.
wanita yang satunya masih duduk diatas kasur mencoba mengajakku bercerita. Tetapi kemudian HandPhonenya berbunyi dan dia asyik dengan itu.




Pagi 07.31 wanita itu telah selesai dengan HandPhonenya dan kemudian aku bertanya "obrolan apa yang kalian bicarakan?" dan ia menjawab "tentang pernikahan dan waktu yg diberikan Tuhan untuk mempercayakan seoranf anak pada kami" aku hampir lupa kalau wanita ini sudah menikah dan sedang hamil 2 bulan.




Pagi 08.00 kami masih bergulat dengan topik pernikahan dan anak.




Pagi 08.26 wanita ini beranjak kedapur untuk membuat suatu makanan tetapi kemudian dia menuju kamar mandi dan terdengarlah suaranya yang sedang muntah. Rupanya dia sedang mengalami morning sickness.




Pagi 08.40 tiba tiba hujan turun dengan derasnya. Sangat deras dan juga sangat gelap.
dan wanita tadi masih tetap merasa mual dan berulangkali mengeluarkan muntahannya.
dalam hujan yg deras ini fikiranku terbawa suasana hujan yg dingin dan telingaku mash menangkap suara muntahan wanita itu.
begitu beratnya masa hamil. Begitu beratnya perjuangan seorang wanita untuk menjadi wanita sempurna. Begitu mulianya seorang Ibu. Meski menderita dengan mual yg dirasalan tetap tidak mengeluh dan malah berbalik tersenyum.




Pagi 08.46 aku ketik " Mah, haturnuhun. " kemudian aku klik send.
0

untuk kesekian kalinya...

untuk kesekian kalinya ...
topeng harus kukenakan ketika undangan pesta tiba..

untuk kesekian kalinya ...
topeng topeng itu tak cocok kukenakan...

untuk kesekian kalinya...
aku memilih topeng yang mereka pilihkan...

untuk kesekian kalinya...
topeng itu menggores wajahku...

untuk kesekian kalinya...
goresan luka itu selalu mengeluarkan darah...

untuk kesekian kalinya...
darah itupun beku...

untuk kesekian kalinya...
topeng pestaku berhias darah beku...

untuk kesekian kalinya...
aku berdansa dengan sukacita...

untuk kesekian kalinya...
mereka menikmati kesakitanku

untuk kesekian kalinya...
aku memyeringai...

untuk kesekian kalinya...
aku pulang membuka topeng...

untuk kesekian kalinya...
kusimpan topeng itu diantara tumpukan kain...

untuk kesekian kalinya...
aku menunggu undangan datang biar bisa kukenakan topeng itu...

untuk kesekian kalinya...
aku tidur memeluk topeng itu.
0

Selamat Malam, Malam!

wahai malam...
anginmu begitu menusuk hingga ketulang. tulang yang kupunya. hanya kupunya. satusatunya yang kupunya.
tiga malam ini kau menyelimutiku dengan angin itu.
dingin yang tak bisa ku tahan. 
sama seperti kecembuaruanku.

oh malam...
tidak kah kau ingin bertanya tentang kecemburuan itu?

ah, ya! kau tak perlu bertanya. kau tak perlu tahu.
dengarkan saja keluhanku.

tadi siang aku bertemu dengan seorang bocah perempuan . umurnya sekitar adikku ketika dia pulang.
sesaat aku teringat masa masa ketika adikku datang. aku menyambutnya dengan riang. dengan tertawa gembira.
sampai ketika dia tumbuh dengan manis dan sehat. ah masa - masa itu. aku merindukannya sekarang.
jika dia masih bersamaku, apa yang akan dia lakukan? pastinya aku takkan menjadi seperti ini. dan lelaki itu tak akan mengubah warna cerahnya menjadi kelam mencekam.
dan ketika dia pulang..... aku lupa apa yang aku rasakan ketika itu.
dan aku terus melupakannya...
melupakan kesenanganku ketika dia hadir..
melupakan kegembiraanku ketika dia tumbuh..
melupakan perasaanku ketika dia pulang...
aku semakin melupakannya 
aku tak ingin melupakannya.
aku merindukannya.

ah, sudahlah...
sudah tiba waktumu untuk berjaga
menjaga kami, membius kami dengan rasa kantuk.
mungkin sesekali kau bisa membawa dia duduk di bulan dan bisa memandangiku, dan aku akan memandangimu dan dia.
hingga esok pagi kecemburuanku akan hilang.
hingga aku tak perlu merasa terpuruk ketika bocah kecil itu sedang berbagi tawa dalam gendongan gadis kecil yang tinggi kurus itu.

selamat malam, malam!


Cheers, Vb!

Hey, kamu yang disana!
Yang kedua jempol tangannya sibuk mengetik
Aku sekilas membaca itu, tetapi kemudian aku lewati ketikanmu yang lainnya
Ah, maaf!
Bukannya aku tidak menyukainya, hanya saja jempol kananku terus menarik layar hingga tulisanmu tak terbaca

Tetapi kemudian, jempol kiriku menyentuh fotomu dan masuklah aku dalam duniamu
Tanggal kemarin itu bahagia untukmu bukan?
Tanggal kemarin itu dua puluh tiga tahun lalu pertama kali tangisanmu membuat poros perhatian.
Menjadi alasan untuk kebahagiaan mereka.
Hingga lima tahun lalu kita dipertemmukan.

Dan lima puluh enam bulan sudah kita saling bertukar tawa, bertukar amarah, bertukah kasih hanya air mata yang belum kita tukar.

Hey, kamu yang disana!
Yang matanya sedang mengagumi sosok berbaju belang putih dan biru muda dengan khas nomer 10

Setelah aku masuk duniamu tadi
Aku mencoba membaca arahmu
Mencoba memahami setiap kata yang kau ketik.
Kau tahu aku merasa sedih.
Jantungku berdegup begitu kencangnya,
Ada perasaan sakit seperti seorang yang patah semangat.
Tapi otakku meyakinkan perasaan sakit ini bahwa kamu bukanlah mereka yang semangatnya sedang diperbeutkan kemudian ditendang para pemain sepak bola.

Ataukah kamu memimpikan seorang kiper?
Yang akan menangkapmu ketika mereka menendangmu? Yang rela mempertaruhkan dirinya dan tidak akan pernah membiarkanmu masuk kedalam gawang kekalahan?

Ah! Jikapun begitu, nanti kamu akan dilemparnya lagi ke pemain depan yang kemudian dengan semangat yang menyala akan menendangmu. Lagi.

Aku sok tahu.
Dari awal pertandingan sampai selesai
Aku sok tahu

Oh, hey!
Bagaimana jika aku tawarkan diriku sebagi mereka yang berdiri sipinggir sambil bernyanyi itu?
Aku akan bernyanyi untukmu.
Akan ku kenakan baju dan aksesoris itu
Sebisanya aku datang menghampirimu disaat kamu ada turnamen
Selalu aku ajukan permintaan pada-Nya agar eksekusi penaltimu selalu berhasil.
Baik itu di ajang besar seperti Piala Dunia atau hanya laga latihan saja.

Aku hanya bisa menawarimu itu.
Karenanya, tetaplah hidupkan nyawamu.
ragakan dirimu.
Demi aku.
Demi kamu.
Demi kita.
Lets be friend, forever
0

Im ready

Im ready to say good bye to 2013 even Im not ready to say good bye to you!
Im ready to move forward even you is the big barier
Im ready to finish my task even you is my mistake
Im ready to make a nice.
0

Hepi brithDat


Ya, ini November.
November ini milik dua orang gadis, gadis biasa yang sangat biasa. Sebelum kalian mengenalnya.

Gadis pertama adalah dia yang sangat sabar. Sabar menghadapi semua keluhan dan celotehan. Tempat bersembunyi dari kesepian. Pilihan dari setiap umpatan. Dan alasan air mata terhenti hingga ia tak mau keluar, sejenak ia mengering bersama rasa pahit yang melekat. Setidaknya sampai gadis ini tidak bersamamu dalam jarak meter. Dia adalah candu bagi ketidak puasan mulutmu bercerita, tapi kau tidak akan tahu apapun tentangnya, kau tidak akan bisa membacanya. Dia sangat tertutup.
Ada sesuatu yang lucu tentangnya. Keacuhanya akan membuatmu selalu ingin menggodanya. Sampai saat ini dia selalu dijadikan bahan olokan dengan teman lelakinya yang selalu dia balas dengan tertawa. Setiap mimik dan gimik ketika ia menyantap si pedas akan membuatmu tertawa. Jika kau butuh teman untuk menangis ketika menonton drama atau hanya mendengarkan sebuah lagu dialah orangnya.

Gadis kedua sangat berbeda. Dia adalah panas yang mencairkan kebekuan. Polos layaknya bocah kecil. Dia tangguh, meski akan sangat mudah menjailinya. Dialah orang yang paling tidak ingin disalahkan. Akan sangat melelahkan beradu argumen dengannya. Tapi akan sangat menyenangkan mendengarkan celotehannya. Ketika kalian melihatnya mungkin segurat senyum akan selalu dia hadirkan, ketika kalian saling mengobrol mungkin dia akan berbica dengan tegas, mungkin kalian akan melihat dia sebagai seorang gadis yang kuat. Jangan salah, dia pernah menangis ketika kejujurannya dipertanyakan. Dia adalah tempat dimana air matamu terdorong keluar seperti ketika kalian memakan sambal yang luar biasa pedasnya.
Sesuatu yang lucu tentangnya adalah tingkahnya. Dia seringkali menjadi badut yang selalu dikerjai oleh setiap orang –orang disampingnya. Dia adalah gadis sangat jelas, setiap emosi akan dia perlihatkan disetiap ekspresinya. Kalian akan terkejut jika melihat dia yang ketika itu berusia 22 tahun mendapatkan hadiah sebuah lampu berbentuk Tinkerbell dan dia berteriak girang hingga ia duduk dilantai kotor hanya untuuk memegang dan memeluk Tinkerbellnya itu. Sangat lucu dan dia bilang itu sangat memalukan. Tapi kalian akan menyukainya.

Ah~ pada akhirnya mereka hanya gadis biasa.

you may just ordinary girl but for me you are all I need.

We cant be together like this
Its a fate that we meet
And then time will sepparate us

We never know when we meet again.,
make a wasting time become a quality time

I heard someone say that relationship called Friend is when you and other smile together, laugh together, cry together and hurting each other.
We may not in that category but
ours things its treasure for me.,

from the bottom of my heart I really lucky to have you
I really am

I Love You....
0

Tuhan!

Tuhan,
yang aku lakukan hanyalah beediam
tapi mengapa airmata ini jatuh sekenanya

inikah yang namanya kalah?
inikah rasanya kalah?


0

Ikhlas

Tuhan,
sampai sekarang aku mencoba ikhlas
ikhlas dengab apa yang aku punya
ikhlas dengan apa yang kau berikan

tak ada yang lebih sulit dibandingkan dengan ikhlas ini

seperti halnya sekarang,
seharusnya aku sudah ikhlas
ketika aku berseru bahwa aku ikhlas
dan ternyata sekarang,
nafsuku lebih menguasai hati dan fikiranku

menangis, itulah yang selalu aku lakukan
menangisi ketidakmampuanku
menangisi keegoisanku
menangisi kesok-anku
meski kadang aku menertawakannya

Tuhan,
ampuni aku, ampuni kelancangan lidahku
ampuni kemunafikan egoku

tetapi aku sungguh sungguh merindukannya, menginfinkannya, memilikinya.

jangan biarkan sesuatu itu menggoyahkan ikhlasku.
atau, berilah aku penyangga agar ikhlasku tidak goyah.

maaf Tuhan,
dan sampai derik ini pun ternyata ikhlasku mash sangatlah tak terlihat.
karena Kau tak perlu diminta,
hanya aku yang serakah.
0

Wanita Berambut Panjang

vkau tahu, rambutku sekarang panjang. Panjangnya sepinggang, sama seperti rambut wanita yang kita lihat satu minggu yang lalu..

kau masih ingat penampilab wanita itu?
nash sangat segar di ingatanku bagaimana si wanita itu mengikat rambutnya yang panjang dengab menggunakab ikat rambut warna kuning yang sudah lusuh.
rambutnya agak sedikit kusut, tapi aku sungguh sangat menyukai rambutnya. Wanita itu terlihat cantik ditambah dengan senyumnya yang sangat ramah. Aku iri.

ketika aku sampai di kamarku, aku buka jilbabku
"ah, rambutku juga panjang" ucapku
"tapi, mengapa aku terlihat kusam dengan rambut ini?
aku berjalan ke arah cermin, mencoba memastikan bahwa aku dan rambutku ini cocok.
tapi gambar yang ditampilkan cermin itu berbeda. Di cermin itu aku begitu cantik, begitu anggun, begitu mempesona.

aku terlena dengan gambar yang ditanpilkan cermin itu, hingga dengan cepat aku pamerkan pada saudara - saudaraku.

tiba-tiba wanita yang satu minggu kita temui sedang duduk di sofa ruang tamu, bercerita dengan asyik dengan Ibu.

setiap kali melihat wanita itu selalu saja pesonanya mengalahkan semuanya. Hingga aku pun lupa bahwa aku sedang pamer.
tapi aku terlalu "ciut", aku kalah sebelum berperang. Wanita itu sangat sempurna.

saking terpesonanya aku dengan wanita itu, aku tidak sadat bahwa disamping sang wanita ada lelaki tampan yang tersenyum dengan gagahnya. Mereka begitu serasi, aku tak sadar, lelaki tampan yang duduk disamping wanita itu adalah kamu.

dan aku merasa kalah

hingga akhirnya wanita itu berbisik "lelaki yang disampingku menyukaimu, tapi tidak rambutmu" dan seketika itu aku tersadar bahwa aku tidak mengenakan jilbab.

dan aku merasa bodoh
0

seperempat

sepertinya kita bertukar posisi
sekarang aku yang merindu
meski rindu ini terbagi dua
dan bahwa tigaperempatnya sekarang telah ada
setidaknya kamu masih punya satuperempat rinduku
dan sekarang aku merindu
menginginkan seperempat itu.

Jumat, 04 September 2015

Yang Tak Pernah Diinginkan

Diposting oleh eNa di 21.53 0 komentar

Bukankah sudah seharusnya berbahagia ketika ada yang senang,
terlebih kesenangan itu dekat denganku?


Bukankah harusnya tersenyum ketika ada sebuah candaan,
terlebih candaan tersebut intim denganku?


Jauh sebelumnya tak pernah ada alasan dari setiap laku
jikapun ada hanya keramaian yang hinggap
bahkan tak pernah terlintas untuk menginginkan sebuah kenangan.


Namun sekarang,
keramaian itu terasa kosong.


Kenangan yang tak pernah diharap pun kini berhasrat kuat.

Selasa, 09 Desember 2014

Wanita yang Berambut Panjang

Diposting oleh eNa di 14.01 0 komentar
Masih ingat dengan cerita wanita berambut panjang?
bagaimana terlenanya dia dengan rambut panjang dari pantulan cermin .,

ya, ketika itu ada seorang lelaki yang datang, katanya lelaki itu menyukai sang wanita. tetapi karena kejadian itu sang lelaki hanya berdiam saja  hanya saja sang wanita yang berlari ke kamarnya, mencari jilbabnya dan kemudian menangisi kebodohannya.

sudah dua jam berlalu...

sang wanita keluar kamarnya, kali ini jilbab dikenakannya berharap sang lelaki masih ada
tetapi ternyata sayangnya dia sudah pergi, tidak ada seorangpun  diruang tamu. Lalu sang wanita berteriak, memanggil ayah, ibu, kakak dan adik.
sekeraskerasnya ia berteriak tak ada satupun yang menyaut. kemudian, ia cari dari ruangan ke ruangan, dan hasilnya pun nihil.

sang wanita tersadar ia sendiri,
ia sendiri di dalam rumahnya yang begitu besar

ia menangis,
ia takut,

dan tiba-tiba ia tersentak,
wajah laki-laki yang datang tadi sepertinya ia kenal

ia menhentikan tangisnya dan mulai memutar memorinya.,
siapakah laki-laki itu? ia begitu tak asing?



Hai Lelaki, datanglah lagi. datangkan kembali memoriku.
aku ingin mengingatmu.
aku ingin mengenalmu..


Jumat, 28 November 2014

Pagi 08.46

Diposting oleh eNa di 09.27 2 komentar
Pagi 05. 22 Aku terbangun, membuka mata
dua orang wanita dikamarku tengah asyik bercerita. Sayangnya aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. Aku terbangun oleh tawa mereka.




Pagi 05. 42 aku cari HandPhoneku hanya sekadar 'tuk mengecek notifikasi.




Pagi 06.15 dua orang wanita dimakarku kembali bercerita, kali ini aku dapat masuk dalam obrolan itu.
Tetapi sayang, obrolan mereka sungguh tidak aku mengerti hingga aku memutuskan untuk kembali bersama Lumia kuningku.




Pagi 06.58 salah satu wanita pergi dan meninggalkan satu cangkir coklat panas yang lupa ia minum.
wanita yang satunya masih duduk diatas kasur mencoba mengajakku bercerita. Tetapi kemudian HandPhonenya berbunyi dan dia asyik dengan itu.




Pagi 07.31 wanita itu telah selesai dengan HandPhonenya dan kemudian aku bertanya "obrolan apa yang kalian bicarakan?" dan ia menjawab "tentang pernikahan dan waktu yg diberikan Tuhan untuk mempercayakan seoranf anak pada kami" aku hampir lupa kalau wanita ini sudah menikah dan sedang hamil 2 bulan.




Pagi 08.00 kami masih bergulat dengan topik pernikahan dan anak.




Pagi 08.26 wanita ini beranjak kedapur untuk membuat suatu makanan tetapi kemudian dia menuju kamar mandi dan terdengarlah suaranya yang sedang muntah. Rupanya dia sedang mengalami morning sickness.




Pagi 08.40 tiba tiba hujan turun dengan derasnya. Sangat deras dan juga sangat gelap.
dan wanita tadi masih tetap merasa mual dan berulangkali mengeluarkan muntahannya.
dalam hujan yg deras ini fikiranku terbawa suasana hujan yg dingin dan telingaku mash menangkap suara muntahan wanita itu.
begitu beratnya masa hamil. Begitu beratnya perjuangan seorang wanita untuk menjadi wanita sempurna. Begitu mulianya seorang Ibu. Meski menderita dengan mual yg dirasalan tetap tidak mengeluh dan malah berbalik tersenyum.




Pagi 08.46 aku ketik " Mah, haturnuhun. " kemudian aku klik send.

Sabtu, 13 September 2014

untuk kesekian kalinya...

Diposting oleh eNa di 23.46 0 komentar
untuk kesekian kalinya ...
topeng harus kukenakan ketika undangan pesta tiba..

untuk kesekian kalinya ...
topeng topeng itu tak cocok kukenakan...

untuk kesekian kalinya...
aku memilih topeng yang mereka pilihkan...

untuk kesekian kalinya...
topeng itu menggores wajahku...

untuk kesekian kalinya...
goresan luka itu selalu mengeluarkan darah...

untuk kesekian kalinya...
darah itupun beku...

untuk kesekian kalinya...
topeng pestaku berhias darah beku...

untuk kesekian kalinya...
aku berdansa dengan sukacita...

untuk kesekian kalinya...
mereka menikmati kesakitanku

untuk kesekian kalinya...
aku memyeringai...

untuk kesekian kalinya...
aku pulang membuka topeng...

untuk kesekian kalinya...
kusimpan topeng itu diantara tumpukan kain...

untuk kesekian kalinya...
aku menunggu undangan datang biar bisa kukenakan topeng itu...

untuk kesekian kalinya...
aku tidur memeluk topeng itu.

Senin, 08 September 2014

Selamat Malam, Malam!

Diposting oleh eNa di 22.43 0 komentar
wahai malam...
anginmu begitu menusuk hingga ketulang. tulang yang kupunya. hanya kupunya. satusatunya yang kupunya.
tiga malam ini kau menyelimutiku dengan angin itu.
dingin yang tak bisa ku tahan. 
sama seperti kecembuaruanku.

oh malam...
tidak kah kau ingin bertanya tentang kecemburuan itu?

ah, ya! kau tak perlu bertanya. kau tak perlu tahu.
dengarkan saja keluhanku.

tadi siang aku bertemu dengan seorang bocah perempuan . umurnya sekitar adikku ketika dia pulang.
sesaat aku teringat masa masa ketika adikku datang. aku menyambutnya dengan riang. dengan tertawa gembira.
sampai ketika dia tumbuh dengan manis dan sehat. ah masa - masa itu. aku merindukannya sekarang.
jika dia masih bersamaku, apa yang akan dia lakukan? pastinya aku takkan menjadi seperti ini. dan lelaki itu tak akan mengubah warna cerahnya menjadi kelam mencekam.
dan ketika dia pulang..... aku lupa apa yang aku rasakan ketika itu.
dan aku terus melupakannya...
melupakan kesenanganku ketika dia hadir..
melupakan kegembiraanku ketika dia tumbuh..
melupakan perasaanku ketika dia pulang...
aku semakin melupakannya 
aku tak ingin melupakannya.
aku merindukannya.

ah, sudahlah...
sudah tiba waktumu untuk berjaga
menjaga kami, membius kami dengan rasa kantuk.
mungkin sesekali kau bisa membawa dia duduk di bulan dan bisa memandangiku, dan aku akan memandangimu dan dia.
hingga esok pagi kecemburuanku akan hilang.
hingga aku tak perlu merasa terpuruk ketika bocah kecil itu sedang berbagi tawa dalam gendongan gadis kecil yang tinggi kurus itu.

selamat malam, malam!


Minggu, 06 Juli 2014

Cheers, Vb!

Diposting oleh eNa di 01.15 1 komentar
Hey, kamu yang disana!
Yang kedua jempol tangannya sibuk mengetik
Aku sekilas membaca itu, tetapi kemudian aku lewati ketikanmu yang lainnya
Ah, maaf!
Bukannya aku tidak menyukainya, hanya saja jempol kananku terus menarik layar hingga tulisanmu tak terbaca

Tetapi kemudian, jempol kiriku menyentuh fotomu dan masuklah aku dalam duniamu
Tanggal kemarin itu bahagia untukmu bukan?
Tanggal kemarin itu dua puluh tiga tahun lalu pertama kali tangisanmu membuat poros perhatian.
Menjadi alasan untuk kebahagiaan mereka.
Hingga lima tahun lalu kita dipertemmukan.

Dan lima puluh enam bulan sudah kita saling bertukar tawa, bertukar amarah, bertukah kasih hanya air mata yang belum kita tukar.

Hey, kamu yang disana!
Yang matanya sedang mengagumi sosok berbaju belang putih dan biru muda dengan khas nomer 10

Setelah aku masuk duniamu tadi
Aku mencoba membaca arahmu
Mencoba memahami setiap kata yang kau ketik.
Kau tahu aku merasa sedih.
Jantungku berdegup begitu kencangnya,
Ada perasaan sakit seperti seorang yang patah semangat.
Tapi otakku meyakinkan perasaan sakit ini bahwa kamu bukanlah mereka yang semangatnya sedang diperbeutkan kemudian ditendang para pemain sepak bola.

Ataukah kamu memimpikan seorang kiper?
Yang akan menangkapmu ketika mereka menendangmu? Yang rela mempertaruhkan dirinya dan tidak akan pernah membiarkanmu masuk kedalam gawang kekalahan?

Ah! Jikapun begitu, nanti kamu akan dilemparnya lagi ke pemain depan yang kemudian dengan semangat yang menyala akan menendangmu. Lagi.

Aku sok tahu.
Dari awal pertandingan sampai selesai
Aku sok tahu

Oh, hey!
Bagaimana jika aku tawarkan diriku sebagi mereka yang berdiri sipinggir sambil bernyanyi itu?
Aku akan bernyanyi untukmu.
Akan ku kenakan baju dan aksesoris itu
Sebisanya aku datang menghampirimu disaat kamu ada turnamen
Selalu aku ajukan permintaan pada-Nya agar eksekusi penaltimu selalu berhasil.
Baik itu di ajang besar seperti Piala Dunia atau hanya laga latihan saja.

Aku hanya bisa menawarimu itu.
Karenanya, tetaplah hidupkan nyawamu.
ragakan dirimu.
Demi aku.
Demi kamu.
Demi kita.
Lets be friend, forever

Selasa, 31 Desember 2013

Im ready

Diposting oleh eNa di 20.35 0 komentar
Im ready to say good bye to 2013 even Im not ready to say good bye to you!
Im ready to move forward even you is the big barier
Im ready to finish my task even you is my mistake
Im ready to make a nice.

Sabtu, 23 November 2013

Hepi brithDat

Diposting oleh eNa di 21.50 0 komentar

Ya, ini November.
November ini milik dua orang gadis, gadis biasa yang sangat biasa. Sebelum kalian mengenalnya.

Gadis pertama adalah dia yang sangat sabar. Sabar menghadapi semua keluhan dan celotehan. Tempat bersembunyi dari kesepian. Pilihan dari setiap umpatan. Dan alasan air mata terhenti hingga ia tak mau keluar, sejenak ia mengering bersama rasa pahit yang melekat. Setidaknya sampai gadis ini tidak bersamamu dalam jarak meter. Dia adalah candu bagi ketidak puasan mulutmu bercerita, tapi kau tidak akan tahu apapun tentangnya, kau tidak akan bisa membacanya. Dia sangat tertutup.
Ada sesuatu yang lucu tentangnya. Keacuhanya akan membuatmu selalu ingin menggodanya. Sampai saat ini dia selalu dijadikan bahan olokan dengan teman lelakinya yang selalu dia balas dengan tertawa. Setiap mimik dan gimik ketika ia menyantap si pedas akan membuatmu tertawa. Jika kau butuh teman untuk menangis ketika menonton drama atau hanya mendengarkan sebuah lagu dialah orangnya.

Gadis kedua sangat berbeda. Dia adalah panas yang mencairkan kebekuan. Polos layaknya bocah kecil. Dia tangguh, meski akan sangat mudah menjailinya. Dialah orang yang paling tidak ingin disalahkan. Akan sangat melelahkan beradu argumen dengannya. Tapi akan sangat menyenangkan mendengarkan celotehannya. Ketika kalian melihatnya mungkin segurat senyum akan selalu dia hadirkan, ketika kalian saling mengobrol mungkin dia akan berbica dengan tegas, mungkin kalian akan melihat dia sebagai seorang gadis yang kuat. Jangan salah, dia pernah menangis ketika kejujurannya dipertanyakan. Dia adalah tempat dimana air matamu terdorong keluar seperti ketika kalian memakan sambal yang luar biasa pedasnya.
Sesuatu yang lucu tentangnya adalah tingkahnya. Dia seringkali menjadi badut yang selalu dikerjai oleh setiap orang –orang disampingnya. Dia adalah gadis sangat jelas, setiap emosi akan dia perlihatkan disetiap ekspresinya. Kalian akan terkejut jika melihat dia yang ketika itu berusia 22 tahun mendapatkan hadiah sebuah lampu berbentuk Tinkerbell dan dia berteriak girang hingga ia duduk dilantai kotor hanya untuuk memegang dan memeluk Tinkerbellnya itu. Sangat lucu dan dia bilang itu sangat memalukan. Tapi kalian akan menyukainya.

Ah~ pada akhirnya mereka hanya gadis biasa.

you may just ordinary girl but for me you are all I need.

We cant be together like this
Its a fate that we meet
And then time will sepparate us

We never know when we meet again.,
make a wasting time become a quality time

I heard someone say that relationship called Friend is when you and other smile together, laugh together, cry together and hurting each other.
We may not in that category but
ours things its treasure for me.,

from the bottom of my heart I really lucky to have you
I really am

I Love You....

Rabu, 02 Oktober 2013

Tuhan!

Diposting oleh eNa di 02.40 0 komentar
Tuhan,
yang aku lakukan hanyalah beediam
tapi mengapa airmata ini jatuh sekenanya

inikah yang namanya kalah?
inikah rasanya kalah?


Ikhlas

Diposting oleh eNa di 02.19 0 komentar
Tuhan,
sampai sekarang aku mencoba ikhlas
ikhlas dengab apa yang aku punya
ikhlas dengan apa yang kau berikan

tak ada yang lebih sulit dibandingkan dengan ikhlas ini

seperti halnya sekarang,
seharusnya aku sudah ikhlas
ketika aku berseru bahwa aku ikhlas
dan ternyata sekarang,
nafsuku lebih menguasai hati dan fikiranku

menangis, itulah yang selalu aku lakukan
menangisi ketidakmampuanku
menangisi keegoisanku
menangisi kesok-anku
meski kadang aku menertawakannya

Tuhan,
ampuni aku, ampuni kelancangan lidahku
ampuni kemunafikan egoku

tetapi aku sungguh sungguh merindukannya, menginfinkannya, memilikinya.

jangan biarkan sesuatu itu menggoyahkan ikhlasku.
atau, berilah aku penyangga agar ikhlasku tidak goyah.

maaf Tuhan,
dan sampai derik ini pun ternyata ikhlasku mash sangatlah tak terlihat.
karena Kau tak perlu diminta,
hanya aku yang serakah.

Selasa, 01 Oktober 2013

Wanita Berambut Panjang

Diposting oleh eNa di 22.59 0 komentar
vkau tahu, rambutku sekarang panjang. Panjangnya sepinggang, sama seperti rambut wanita yang kita lihat satu minggu yang lalu..

kau masih ingat penampilab wanita itu?
nash sangat segar di ingatanku bagaimana si wanita itu mengikat rambutnya yang panjang dengab menggunakab ikat rambut warna kuning yang sudah lusuh.
rambutnya agak sedikit kusut, tapi aku sungguh sangat menyukai rambutnya. Wanita itu terlihat cantik ditambah dengan senyumnya yang sangat ramah. Aku iri.

ketika aku sampai di kamarku, aku buka jilbabku
"ah, rambutku juga panjang" ucapku
"tapi, mengapa aku terlihat kusam dengan rambut ini?
aku berjalan ke arah cermin, mencoba memastikan bahwa aku dan rambutku ini cocok.
tapi gambar yang ditampilkan cermin itu berbeda. Di cermin itu aku begitu cantik, begitu anggun, begitu mempesona.

aku terlena dengan gambar yang ditanpilkan cermin itu, hingga dengan cepat aku pamerkan pada saudara - saudaraku.

tiba-tiba wanita yang satu minggu kita temui sedang duduk di sofa ruang tamu, bercerita dengan asyik dengan Ibu.

setiap kali melihat wanita itu selalu saja pesonanya mengalahkan semuanya. Hingga aku pun lupa bahwa aku sedang pamer.
tapi aku terlalu "ciut", aku kalah sebelum berperang. Wanita itu sangat sempurna.

saking terpesonanya aku dengan wanita itu, aku tidak sadat bahwa disamping sang wanita ada lelaki tampan yang tersenyum dengan gagahnya. Mereka begitu serasi, aku tak sadar, lelaki tampan yang duduk disamping wanita itu adalah kamu.

dan aku merasa kalah

hingga akhirnya wanita itu berbisik "lelaki yang disampingku menyukaimu, tapi tidak rambutmu" dan seketika itu aku tersadar bahwa aku tidak mengenakan jilbab.

dan aku merasa bodoh

Rabu, 07 Agustus 2013

seperempat

Diposting oleh eNa di 13.31 0 komentar
sepertinya kita bertukar posisi
sekarang aku yang merindu
meski rindu ini terbagi dua
dan bahwa tigaperempatnya sekarang telah ada
setidaknya kamu masih punya satuperempat rinduku
dan sekarang aku merindu
menginginkan seperempat itu.
Back to Top