Cheers, Vb!

Hey, kamu yang disana!
Yang kedua jempol tangannya sibuk mengetik
Aku sekilas membaca itu, tetapi kemudian aku lewati ketikanmu yang lainnya
Ah, maaf!
Bukannya aku tidak menyukainya, hanya saja jempol kananku terus menarik layar hingga tulisanmu tak terbaca

Tetapi kemudian, jempol kiriku menyentuh fotomu dan masuklah aku dalam duniamu
Tanggal kemarin itu bahagia untukmu bukan?
Tanggal kemarin itu dua puluh tiga tahun lalu pertama kali tangisanmu membuat poros perhatian.
Menjadi alasan untuk kebahagiaan mereka.
Hingga lima tahun lalu kita dipertemmukan.

Dan lima puluh enam bulan sudah kita saling bertukar tawa, bertukar amarah, bertukah kasih hanya air mata yang belum kita tukar.

Hey, kamu yang disana!
Yang matanya sedang mengagumi sosok berbaju belang putih dan biru muda dengan khas nomer 10

Setelah aku masuk duniamu tadi
Aku mencoba membaca arahmu
Mencoba memahami setiap kata yang kau ketik.
Kau tahu aku merasa sedih.
Jantungku berdegup begitu kencangnya,
Ada perasaan sakit seperti seorang yang patah semangat.
Tapi otakku meyakinkan perasaan sakit ini bahwa kamu bukanlah mereka yang semangatnya sedang diperbeutkan kemudian ditendang para pemain sepak bola.

Ataukah kamu memimpikan seorang kiper?
Yang akan menangkapmu ketika mereka menendangmu? Yang rela mempertaruhkan dirinya dan tidak akan pernah membiarkanmu masuk kedalam gawang kekalahan?

Ah! Jikapun begitu, nanti kamu akan dilemparnya lagi ke pemain depan yang kemudian dengan semangat yang menyala akan menendangmu. Lagi.

Aku sok tahu.
Dari awal pertandingan sampai selesai
Aku sok tahu

Oh, hey!
Bagaimana jika aku tawarkan diriku sebagi mereka yang berdiri sipinggir sambil bernyanyi itu?
Aku akan bernyanyi untukmu.
Akan ku kenakan baju dan aksesoris itu
Sebisanya aku datang menghampirimu disaat kamu ada turnamen
Selalu aku ajukan permintaan pada-Nya agar eksekusi penaltimu selalu berhasil.
Baik itu di ajang besar seperti Piala Dunia atau hanya laga latihan saja.

Aku hanya bisa menawarimu itu.
Karenanya, tetaplah hidupkan nyawamu.
ragakan dirimu.
Demi aku.
Demi kamu.
Demi kita.
Lets be friend, forever

1 komentar:

  1. Kau tidak harus menawari itu karena.. hei.. kau sudah melakukan itu!
    Lima puluh enam bulan ini kau sudah melakukan itu ..
    Dan ijinkan aku menjadi hal yang sama untuk mu..

    Terimakasih..
    Terimakasih..
    Terimakasih..

    BalasHapus

Please write what do you think about it!

Minggu, 06 Juli 2014

Cheers, Vb!

Diposting oleh eNa di 01.15
Hey, kamu yang disana!
Yang kedua jempol tangannya sibuk mengetik
Aku sekilas membaca itu, tetapi kemudian aku lewati ketikanmu yang lainnya
Ah, maaf!
Bukannya aku tidak menyukainya, hanya saja jempol kananku terus menarik layar hingga tulisanmu tak terbaca

Tetapi kemudian, jempol kiriku menyentuh fotomu dan masuklah aku dalam duniamu
Tanggal kemarin itu bahagia untukmu bukan?
Tanggal kemarin itu dua puluh tiga tahun lalu pertama kali tangisanmu membuat poros perhatian.
Menjadi alasan untuk kebahagiaan mereka.
Hingga lima tahun lalu kita dipertemmukan.

Dan lima puluh enam bulan sudah kita saling bertukar tawa, bertukar amarah, bertukah kasih hanya air mata yang belum kita tukar.

Hey, kamu yang disana!
Yang matanya sedang mengagumi sosok berbaju belang putih dan biru muda dengan khas nomer 10

Setelah aku masuk duniamu tadi
Aku mencoba membaca arahmu
Mencoba memahami setiap kata yang kau ketik.
Kau tahu aku merasa sedih.
Jantungku berdegup begitu kencangnya,
Ada perasaan sakit seperti seorang yang patah semangat.
Tapi otakku meyakinkan perasaan sakit ini bahwa kamu bukanlah mereka yang semangatnya sedang diperbeutkan kemudian ditendang para pemain sepak bola.

Ataukah kamu memimpikan seorang kiper?
Yang akan menangkapmu ketika mereka menendangmu? Yang rela mempertaruhkan dirinya dan tidak akan pernah membiarkanmu masuk kedalam gawang kekalahan?

Ah! Jikapun begitu, nanti kamu akan dilemparnya lagi ke pemain depan yang kemudian dengan semangat yang menyala akan menendangmu. Lagi.

Aku sok tahu.
Dari awal pertandingan sampai selesai
Aku sok tahu

Oh, hey!
Bagaimana jika aku tawarkan diriku sebagi mereka yang berdiri sipinggir sambil bernyanyi itu?
Aku akan bernyanyi untukmu.
Akan ku kenakan baju dan aksesoris itu
Sebisanya aku datang menghampirimu disaat kamu ada turnamen
Selalu aku ajukan permintaan pada-Nya agar eksekusi penaltimu selalu berhasil.
Baik itu di ajang besar seperti Piala Dunia atau hanya laga latihan saja.

Aku hanya bisa menawarimu itu.
Karenanya, tetaplah hidupkan nyawamu.
ragakan dirimu.
Demi aku.
Demi kamu.
Demi kita.
Lets be friend, forever

1 komentar on "Cheers, Vb!"

cvb on 6 Juli 2014 pukul 01.39 mengatakan...

Kau tidak harus menawari itu karena.. hei.. kau sudah melakukan itu!
Lima puluh enam bulan ini kau sudah melakukan itu ..
Dan ijinkan aku menjadi hal yang sama untuk mu..

Terimakasih..
Terimakasih..
Terimakasih..

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Back to Top