5

ya, aku!

aku menangis bukan karena hujan
aku menangis bukan karena ketakutanku
aku menagis karena egoku
aku menangis karena kenyataan
kenyataan bahwa tidak ada aku diantara mereka
tidak aku lihat namaku tertulis diantara rentetan nama-nama itu

sedih,
ya sangat sedih
sangat terluka

setiap kali mereka ada,
tak pernah sekalipun menyinggungku,
atau hanya sekedar menullis namaku

disini aku tidak ada siapapun kecuali mereka,
ya dan mereka telah komplit

disini aku hanya mencoba lebih baik,
mencoba tidak memikirkan ego,
mencoba menerima,
mencoba untuk masuk kembali,
mencoba untuk sabar,
mencoba untuk bisa diterima kembali.

akupun jadi ragu apakah dulu memang aku diterima?

ya, aku memang tidak pandai dalam berteman,
aku tidak pandai dalam menjalin persahabatan,
aku hanya bisa membuat keriksruhan,

mereka tidaklah salah,.

tak ada paksaan dalam pertemanan,
tak ada paksaan untuk terus tetap bersama,

aku seharusnya dapat menerima,
mereka tidak bisa denganku,
mereka tidak cocok denganku,
mereka bukanlah aku

tetapi, hati ini selalu tak bisa menerima
mata ini selalu berair
mulut ini selalu bergetar

mengapa aku tidak bisa??

0

Maha Cinta : Sisa Kenangan Terindah

Nessa, seharusnya cinta itu tidak pernah menginginkan adanya jarak diatara kita.,
cinta itu tidak pernah berkehendak adanya ruang terpisah diantara kita.,
namun terkadang fikiran manusia yg membuat jarak semakin jauh dan ruang semakin lebar...
Ness, seandainya tidak ada jarak dan ruang yg mengahntui fikiran manusia 
mungkin aku adalah orang yg palin ingin membahagiakan kamu.

Owen.,kalau ada yg salah dg hati aku 
mungkin karena aku terlalu cepat jatuh cinta sama kamu,
 aku sayang kamu!

Nessa, apakah itu kamu?
apakah kamu ikut merasakan 
betapa aku tidak bisa menahan getaran didadaku ketika mengingat namamu?
Ness,

aku datang kesini hanya untuk memastikan
 apakah kamu tidur dengan nyenyak atau kau merasa gelisah seperti aku
Nessa, sayang aku bukan pangeran kaya raya, 
yg dimata Ayah kamu bisa membahagiakan kamu 
aku hanya punya cinta yg besar untuk kamu


===================================================================

Aku adalah Nessa Alexandra
Sekarang aku sudang inge sama kamu,
kamu adala Marvin Owen, suami aku....

Sekarang biarkan akut tidur lelap untuk selamanya,
tapi bukan berarti aku akan melupakan kamu....

Aku akan mengingat kamu
sampai kita dipertemukan kembali
di taman surga yang indah
dengan sungai - sungai bening yg mengalir dibawahnya

Selamat tinggal Owenku
sayang..cintamu, cintaku
akan terpatri di dalam ingatanku, 
walau ragaku akan hancur berkeping-keping

yang mencintaimu selamanya
Nessa Alexandra
0

........

jantungku berdegup begitu kencang.,
tidak teratur.,
begitu kencang
dan meyakitkan..

ada apakah ini?

mataku pun begitu terasa panas,
terasa ada yang dengan segaja mengoleskan cabai
panas
menyakitkan

semoga ini bukan pertanda buruk,

0

Salah, bukan?

ketika aku memakimu karena au merindukanmu
ketika aku semakin memakimu karena aku begitu merindukanmu

tak ada yang bisa aku lakuakn selain memakimu
tak ada lagi  yang bisa aku lakukan selain terus memakimu

ketika tanda tanya seharusnya dijawab
ketika tanda tanya seharusnya mengharap jawab

mengapa harus menghilang ketika tanya telah dijawab
mengapa harus pergi ketika tanya telah membuat senyum

dan mengapa harus ada alasan untuknya kepadaku
mengapa harus ada kejelasan darinya kepadaku

aku hanyalah asing yang mengaguminya
aku hanya menyukainya

tetapi hanya tidaklah cukup

aku benar - benar begitu terlalu menyukainya..

pemborosan kata bukan?
salah bukan? tetapi tetap sering digunakan..

begitu pula besar dan terlalu dalamnya aku menyukaimu,
itu salah ketika kamu dengan dia dan aku tetap menyukaimu dan semakin menyukaimu.
0

Saling

aku iri,
ya aku memang iri
iri akan kondisi itu,
iri akan hubungan itu

mengapa aku bisa berbeda? berada pada jalanku sendiri jauh dari itu

mengapa aku merasa mereka tidak menerimaku?

aku iri,
aku benar benar iri

dulu kita dekat,
bersama-sama tertawa,

ya, kita hanya bersama dalam tertawa
pernah dalam kesal tapi hanya sekilas

itukah yang membuat kita menjauh, membuat kita berbeda

ketika hanya kesenangan, kepuasan, tertawa yang bisa kita nikmati bersama.

ahh...

aku membutuhkan kalian,
entah kalian?

aku menginginkan bersama kalia lagi

tapi sulit aku memulai,
sulit aku meminta

terlalu sering aku meminta, dengan caraku.

mungkin kalian tak sadar

aku menginginkan kalian dan aku merindukan kalian.

ahh...
teman.,
seperti apa wujud nyatanya akupun tak mengerti
persahabatan??
entahlah

yang aku tahu hanya kita saling membutuhkan satu sama lain,
saling menjaga stusama lain,
saling mengerti,
saling merindu
saling benci
saling tertawa,
saling menangis,
saling memeluk,
saling menampar
saling bercerita,
saling mendengarkan,
saling rela
saling berbohong
saling menerima
saling menolak
saling....

ya serba saling dan semua saling. . . .

aku merindukan kalian
aku benar - benar merindukan kalian.

0

Chiquitita

Have you heard this before??

ABBA - Chiquitita

Powered by mp3skull.com

Chiquitita, tell me what's wrong
You're enchained by your own sorrow
In your eyes there is no hope for tomorrow
How I hate to see you like this
There is no way you can deny it
I can see that you're oh so sad, so quiet

Chiquitita, tell me the truth
I'm a shoulder you can cry on
Your best friend, I'm the one you must rely on
You were always sure of yourself
Now I see you've broken a feather
I hope we can patch it up together

Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita

So the walls came tumbling down
And your love's a blown out candle
All is gone and it seems too hard to handle
Chiquitita, tell me the truth
There is no way you can deny it
I see that you're oh so sad, so quiet

Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
0

Rinduku Nafsuku

Ketika rindu ini hanya sebatas hawa nafsu
ketika nafsu yang menguasai fikir
ketika fikir tak lagi jernih

air hujan
tanah basah

aku tersiksa dengan rindu ini
rindu akan semua yang belum aku dapatkan

tentang semua impian,
harapan.
cita-cita,

aku telah kehilangannya,,
dan sekarang aku merindukannya..

ya,
tapi ini hanyalah hawa nafsu,
iri,
dengki,

telah melekat padaku,

aku rindu semua itu
aku ingin mencapainya lagi,
aku ingin rinduku tersampaikan,
aku ingin nafsu ini puas.
meski kutahu ia tak kan pernah puas.
aku ingin nafsu ini pergi,
meski aku telah mengelemnya disini

rinduku, nafsuku

0

Mesin Penenun Hujan

Hand Phone ku berbunyi, alarm pertanda aku harus segera bangun.
Bangun? ah mendung pun diluar sana, akan terasa nikmat jika aku tidur lagi, pikirku..

tidur? apakah hanya tidur yang bisa ku lakukan? tidurkah pekerjaanku?
aku menolak!

aku nyalakan laptop, aku cari playlist yang cocok dan pilihanku kuputuskan pada Frau, ya Frau



aku sangat menyukai Frau,
nada - nada pianonya
nyanyiannya
aku begitu menyukainya

sudah lama juga aku tak mendengar Frau, 

ya, aku mengenal nyanyian Frau dari seseorang,
seseorang yang sekarang sedak sibuk dengan tugasnya
seseorang yang aku kagumi.

ah, aku merindukan Frau
ya, aku meridukannya juga.

sudahlah.. nikamti saja Frau

ketika mendung tak menjajikan hujan
dan aku menginginkan hujan
aku akan bergabung dengannya untuk merakit mesin penenun hujan.
anyone?
0

Kau dan Aku

Kau dan aku ,
yang jangkung kurus

Kau dan aku,
yang lahir 07 Februari 1991

Kau dan aku,
yang begitu menggilai The Lord of the Ring

Kau dan aku,
yang bercita-cita menjadi presiden

Kau,
tak pernah bertanya, selalu tahu

aku,
selalu tak pernah tahu

Kau,
tak pernah bicara banyak, hanya tersenyum

aku,
semakin cerewet setiap harinya

Kau,
selalu mengirimiku puisi, tapi tak pernah kau bicara,

aku,
merindukanmu

Kau,
tetap mengirimiku puisi, tak ada kau bicara

aku,
merindukanmu

Kau dan aku
bisakah kita cengkrama, layaknya mereka,

Kau dan aku
tahukah kita bagaimana memulai percakapan?

Kau dan aku
atau sudah lupakah kita?

Kau dan aku
terlalu lama diam, terlalu lama jauh

Kau dan aku
lupa, kita berbeda

Kau dan aku,
tak sama.

Selamat tinggal.
0

:)

aku suka foto ini . . .
bukan karena menyombongkkan diri pernah kesana, 
tetapi ada cerita disana. cerita yang tidak tidak mungkin berulang..


5 Oktober 2012
Singapura, Universal Studio 5 Oktober 2012


cerita tentang perubahan,
cerita tentang kecemburuan,
cerita tentang ketakutan,
dan cerita tentang malam
2

Jerman, Indonesia

Jerman!
entah bagaimana caranya aku bisa jatuh cinta pada negara itu,
begitu ignin aku berada disana, beraktifitas disana hidup disana.
terasa begitu spesial dan membanggakan.

tetapi,

Indonesia
ya Indonesia, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja
begitu kuat ikatannya, sejarah dan kebudayaan yang membuatku bahagia tinggal disiini.

begitu pun kamu,

aku begitu ingin bersamamu,
terasa spesial berada di sampingmu

tetapi bagiku sekarang, 
aku ignin kebahagian, dengan sejarah yang akan aku tulis dengan kebudayaan yang tidak menyalahi aturan.

tentu aku ingin bersamamu, denga jalan bahagia
lebih bahagia dibanding dengan nafsu.

aku tidak bisa memilih
aku hanya bisa merencanakan.

aku tidak bisa memilih antara Jerman atau Indonesia
aku hanya bisa merencanakan aku ingin berkunjung ke Jerman setiap tahun dan hidup di Indonesia

begitu pula aku tidak bisa memilihmu
aku hanya bisa merencanakamu

Tuhanlalh yang memilih.
ku serahkan semua padaNya,
Dia akan membuat semuanya menjadi lebih spesial dan bahagia
baik itu di Jerman atau Indonesia.
baik itu denganmu atau tanpamu.

Lelaki

Malam..
Hujan...
tahukah kamu lelaki, entah mengapa mereka mengingatkanku padamu, pada ragamu.
aku sangat sadar, aku bukanlah yang berhak atasmu, aku bukanlah yang halal bagimu tapi begitupun dia.
tak kan pernah tahu siapa yang kan kau pilih,
tentu bukan aku.. .
atau mungkin itu aku?
bahkan kau sendiripun tak tahu siapa itu..

Hanya Tuhan yang tahu buka

ketika itu aku sedang bermuram, kehilangan separuh kesadaran karena rasa takut. ya ketika itu malam hari dan hujan.
kau tidak melakukan apapun.,
tentu kau tidak melakukan apapun., kita berada pada ruang yang berbeda
pada letak geografis yang berbeda, kita hana terhubung oleh jaringan internet dengan social media yang bernama Facebook..
aku mengamatimu.,
di chat box kau berlampu hijau.,kau ada disana.,
15 menit aku hanya memandangi lampu hijau yang benamakanmu, lelaki.

akhirnya, aku kumpulkan kebernianku,
aku alihkan tanagaku pada jari-jariku dan biarkan dia menari menuruti perasaan

begitu banyak huruf yang aku untai..tetapi tetap selalu berakhir di DELETE

ragu, canggung, gemetaran.

hingga tak segaja tertekan enter, dan hanya terkirim " Assalamualaikum"

ketidaksengajaan yang membuatku tak tenang, segera ingin aku tutup, aku sign out tetapi aku begitu penasaran dengan tanggapanmu, aku ingin mengenalmu, lelaki.

5 menit berlalu, tak ada balasan
aku berpindah ke social media lainnya
10 menit berlalu, seorang teman mengajak ngobrol di chat Facebook
aku bosan, aku penasaran
15 menit berlalu, masih belum ada balasan dan aku putuskan untuk bermain game
terdengar ada suara pemberitahuan balasan, aku dengan cepat melihat, tetapi bukan kamu, lelaki.

aku putus asa,
kali ini aku akan keluar,

aku sign out social mediaku yang lain,
suara pemberitahuan balasan itu terdengar lagi
ah! paling itu temanku, pikirku

ya, ternyata itu kamu, lelaki
betapa kaget dan senangya aku saat itu.
begitu ramah kau membalasnya,
kae benar - benar telah memasukii alam pikiranku. hidupku, lelaki.

obrolanmu semaki dan semakin membuatku mengagumimu,
yang bisa aku katakan hanyalah kagum 
kagum dengan susunan kata yang kau pilih
kagum dengan setiap emote yang kau selipkan
kagum dengan setiap yang ada padamu, lelaki.

ya, kau lelakinya, lelaki
kau bukan lelakiku

betapa inginnya aku memanggilmu lelakiku,
kau lelakinya sekarang,
tetapi
kau akan menjadi lelakiku dengan jalan halal, nantinya. 
0

Don't Speak - Glee cast ( Rachel, Finn, Blaine, Kurt )



Nice cover!!!!!!!
pertama kali mendengar langsung terus dan terus ingin mendengarkan.
0

Don't speak !


......   
I sit and cry ..
don't speak !!
I know just what you're saying so please stop explaining, 
don't tell me cause it hurts 
Don't speak !!
I know what you're thinking I don't need your reasons, 
don't tell me cause it hurts!! 
......



terkadang tidak semuanya harus dijelaskan.
terkadang ada beberapa yang cukup dengan melihat dan merasakan tanpa mulut terbuka dan tertutup.
bukan tak ingin mengetahui kenyataan, bukan tak ingin mengakui kebenaran..
ada dari mereka berkata bahwa semua hal harus dijelaskan agar tak ada salah faham, agar tak ada yang tersakiti agar tak ada kebohongan..
namun bagiku, tak semuanya harus diungkapkan, ada beberapa hal yang harus kita simpan, harus kita kunci. 
Ya, mungkin aku terlalu takut dengan kebenaran, terlalu takut dengan kenyataan, tak ingin tersakiti dan tak ingin menangis.
Karena sesungguhnya kita telah mengetahui itu, hanya ucapan dari mereka hanya sebuah konfirmasi. 
aku tak suka ini
aku benci ini
aku benci konfirmasi, konfirmasi yang membuat perih dan sakit.
aku tak suka semua itu, ya, aku dekat dengan penyesalan.
biarpun sebenarnya penyesalan itu akan jauh menyakitkan, tetapi aku akan cukup senang jika itu diam, tertutup, terkubur. biarkan semua atas fikirku. dan aku semakin tebal dengan penyesalan.




0

Selamat Pagi!

Selamat Pagi!
Kicauan burung itu membangunkan seisi rumah, tetapi hanya satu orang yang bergegas bangun. Ia bergegas menyapu halaman, merendam pakaian dan membersihkan dapur yang telah lama tak ia sentuh. tak biasa ia begitu lemas, begitu tak bertenaga bahkan ketika ia memindahkan sampah yang telah ia sapu ia terjatuh dan sampah - sampah itu kembali berserakan. ada apa dengannya? ia lemas, ia harus bekerja lebih lagi, ia tak bertenaga tapi ia tetap bekerja.

Entah berap lama ia selesai menyapu, entah 2 jam atau bahkan sampai adzan Dzuhur bergema. kasihan memang, tetapi ia tak ingin dibantu, ia ingin berdiri sendiri, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya meski dengan tenaga seadanya dan tubuh yang semakin rapuh, kulit mulusnya tercoreng goresan - goresan luka jatuhnya, ia tetap ingin menyelesaikanny sendiri. lagi pula siapa yang ingin membantu, penghuni lainnya masih hidup di alam mimpi, masih bergulat dengna cerita di mimpi mereka, hanya ada dia di nyata.

Tak ada yang melihat bagaimana ia bersusah payah bangun dari jatuhnnya dan kemudian membersihkan dan jatuh lagi, hanya burung itu yng melihat. tapi apa yang bisa burung itu lakukan? bernyanyi sekencang mungkin sampai penghni lain bangun dan membantunya? itu tak akan berhasil karena si burung itu pun tak ingin bernyanyi. 

Begitu kuat ia menjalani itu, dengan tenaga yang begitu lemah dan terbatas tak seorang pun pernah mendengar ia protes, tak seorang pun melihat ia menangis. tapi, siapa yang mau mendengar protesnya?siapa yang mau melihat ia menangis? tak seorangpun yang ada, tak seorangpun yang bangun, tak seorang pun yang sama, semuanya hidup padaa dunianya sendiri, semuanya hidup dengan fikiran dan jalurnya sendiri. tak ada yang protes, tak ada yang menangis, ia dan mereka menjalani hidup sesuai dengan hidupnya, jalur yang telah mereka tempuh, masing-masing hidup dengan jalurnya, tanpa hidup dengan jalur orang lain bahkan untuk menumpangpun tidak.

Jadi? haruskah kita membiarkan ia bekerja seperti itu?dengan tenaga seadanya dan terus jatuh bangun membereskan sampah yang tak pernah beres. bukankah dia merendam pakaian? bukanakh dia harus mencuci pakaiannya itu? masihkah kita membiarkan ia melakukan semuanya itu sendiri dengan sisa tenaga yang entah bersisa? sampai kapan pekerjaannya itu akan selesai? bagaimana ia bisa mencuci pakaian jika  menyapu saja sudah jatuh bangun. sanggupkah kulitnya yang bertato goresan luka itu menahan perhinya detergen yang dipaki merendam baju itu? tak ada yang tahu getergen apa yag ia gunakan tadi, bahkan ia  sendiri pun lupa. kuatkah detergen itu? bagaimana dengan kulitnya? akankah semakin terluka? sampai kapan dia seperti ini.,tak akan selesai, mau sampai kapan?Hanya Tuhan yang tahu tentagnya dan nasib dapur yang tak terjamah itu.
0

2 detik

Malam semakin larut, seperti malam itu ketika seorang lelaki jangkung kurus mendekati seorang wanita yang sedang menangis ditengah keramaian. wanita itu menunduk, menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata yang terus-menerus turun tanpa henti. ketika itu sang wanita tidak lah sendiri, dia ditemani dua orang teman lelaki yang khawatir dengan keadaannya yang terus-menerus menangis.

Malam itu malam yang seharusnya malam yang indah dan membahagiakan, tetapi sang waniita hanya bisa menangis, ya menangis, isaknya semakin kuat mengalahkan suara air mancur. Bak sebuah patung dua teman lelakinya itu tak bisa berbuat apa apa, hanya bisa membiarkannya menangis dalam kesendirian, ketakutan dan kesedihannya.

Sekitar 10 menit wanita itu menunduk dan menangis, tiba - tiba isaknya secara perlahan terdengar semakin pelan, semakin pelan. ia angkat kepalanya, ia usap pipi basahnya dengan tisu kusut yang digenggamnya sedari tadi. dan ternyata lelaki kurus jangkung itu mendekatinya, mengajaknya bercanda, mengeluarkn joke yang sebenarnya tidaklah lucu sama sekali dan sang wanita pun memaksakan untuk tertawa, memuaskan sang lelaki.

Mendengar tawa sang wanita, sang lelaki kurus jangkung itu tersadar bahwa sang wanita baru saja menangis dan masih menangis ketika itu. Bagai seorang kembar yang mepunyai perasaan yang sama, sang lelaki mencoba menghibur sang wanita tanpa bertanya apa alasannya menangis sampai seperti itu. sang lelaki pun segera duduk disamping sang wanita dan mengajaknya pada obrolan - obrolan yang membawa sang wanita melupakan tangisannya.

Obrolan sang lelaki berhasil, sang wanita melupakan tangisannya dan terus terbawa pada obrolan itu. mata sang wanita berubah sedikit bercahaya meski tertutupi dengan bengkaknya mata, mulutnya mulai bisa bercerita bertanya bahkan menjawab pertanyaan apapun dari sang lelaki, bibirnnya sudah mulai bisa tersenyum.

Sang lelaki begitu tahu bagaimana cara menenangkan hati sang wanita, entah sadar atau tidak sang wanita memperhatikannya, memperhatikan wajah sang lelaki, wajah lelah yang telah mencoba membuatnya tersenyum, mercerita dan tidak lagi menangis, wajah yang dia kagumi. mata sang wanita begitu jeli memperhatikan setiap detail ekspresi sang lelaki, mengingat semua yang ada pada sang lelaki saat itu.

Sang wanita terbuai dengan perasaannya sendiri, terlalu asyik memperhatikan sang lelaki hingga ia tak sadar sang lelaki mendekat, meraih kepalanya dan memeluknya selama 2 detik, ya 2 detik, 2 detik  yang membuat sang wanita terpaku, terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa. sang lelaki hanya bertanya "are you allright?it's OK.,don't cry anymore" matanya begitu tepat mengenai mata sang wanita yang kemudian menangis lagi,.hanya saja alasannya berbeda.

Entah bagaimana perasaan sang lelaki hanya dia dan Tuhan yang tahu, yang pasti semenjak malam itu, sang wanita semakin dan semakin menyukai sang lelaki itu. semakin menyukainya meskipun sang lelaki telah bersama wanita lain.

Bukan masalah bagi sang wanita hubungannya dengan sang lelaki seperti apa, bukan masalah pula baginya jika memang pada kenyataannya sang lealaki telah mempunyai wanita lain. dia selalu bisa tersenyum ketika mengingat senyuman manis sang lelaki kala itu, dia selalu bisa mulai berbicara ketika mengingat ocehan sang lelaki saat mencoba menenangkannya kala itu, dia mulai menghapus tangisnya ketika mengingat rentetan tahi lalat yang berjajar di wajah sang lelaki, dia mencoba untuk tidak takut dan tidak lagi menangis namun, tak bisa, dia tetap menangis dia menginginkan 2 detik itu lagi untuk memenangkannya, 2 detik yang tak akan pernah lagi terjadi, 2 detik yag selalu sang wanita ingat, 2 detik yang benar -  benar dapat membuat sang wanita berhenti menangis, 2 detik, ya 2 detik.
0

Berakhir

seperti tak pernah berpihak
selalu aku tak pernah mendapatkannya

seperti tak ernah belajar
selalu aku tak pernah berhasil berubah

seperti saat ini
ketika aku mengetahui semuanya
semua yang telah terjadi
lampau silam

tak tahu aku harus menangis bahagia atau menangis menderita
ketika kebenaran itu tiba-tiba mendatangiku

kebenaran?!
aku bingung menghadapinya
sudah terlalu lama kebohongan itu terjadi
dan sekarang pun aku tak sepantasnya mencaci

hanya bisa menyesali dan membodohi dirisendiri

kadang lebih baik kebenaran itu tak ada saja
mungkin rasa kesal ini tak kan pernah ada

kenyataan terlalu pahit
kebenaran terlalu sakit

ini memang sudah bukan masanya lagi,
tetapi
sampai sekarang aku tidak menginginkan masa itu berakhir
aku ingin seterusnya berlanjut meskipun kenyataannya berakhir.

berakhir
berakhir
berakhir
berkahir
berakhir
berakhir
berakhir
berakhir

tak bisa lagi aku mengalaminya dengan cerita dan aktor yg sama

biarkanlah aku menyimpan cerita dulu itu tetap indah
kenyataan yang barusaja menghampiri anggaplah sebatas  intermezzo
biarkanlah aku tetap mengagumi bagaimana sang aktor berlaga
biarkan pula cerita akhirnya tidakberubah
tetap seperti itu
seprti kemarin
seperti 5 menit lalu

cerita yang sudah berakhir dan tidak bisa lagi dilanjutkan.
0

Teman Wanitaku dan Lelakinya

awalnya hanya sebuah rasa penasaran.,
seorang teman wanita semasa SMA sedang bergulat dengan sebuah cerita.,

aku penasaran

aku mencari-cari.,judul apa kiranya yang dia pilih

aku mencari

kumasukan namanya di google

aku menemukannya

aku baca ceritanya.,
ya.....
cerita tentang dia.,lelakinya

aku semakin penasaran

aku cari lagi cerita tentang lelakinya

aku masukan lagi namanya di google

aku menemukannya,
berada pada  cerita yg sama dengan teman wanitaku itu.,.

dengan pelan
aku baca ceritanya.alinea pertama.,aku mengerti perasaan teman wanitaku itu
aku baca alinea kedua, jantungku mulai berdebar
aku baca alinea ke tiga jantungku semakin berdebar
aku baca alinea ke empat jantungku semakin dan semakin berdebar
aku baca alinea ke lima tak sanggup aku tahan sakit di hatiku
aku baca alinea ke enam tak sanggup aku menahan airmata

aku baca..
aku baca..
aku baca.,

sembari menagis menahan sakit akan cerita itu
begitu menyayat

aku alihkan kursorku pada bagian terakhir .,

Tuhan.,
aku mengutuk diriku sendiri
aku mengutuk teman wanitaku
aku mengutuk lelakinya

begitu kejam.,
ketika aku membaca akhir  cerita disertai potret sang lelaki

lelakinya adalah lelakiku ketika itu.
lelakinya telah menghianatinya
lelakiku telah menghianatiku
lelakinya adalah lelakiku.
0

Makan Siang I

ketika itu jam makan siang, aku makan ditempat yang akhir-akhir ini menjadi favoritku.
aku tidak sendirian, ada seorang adik yang menemaniku,
aku memesan nasi goreng telur begitupun dia
aku memesan es teh manis begitupun dia
aku memesan kangkung, tapi dia memesan es teh lagi.,

untuk beberapa saat kami diam.,
aku menunggu dia kembali menyusun kalimat meneruskan cerita yang terpotong

dia bercerita betapa misteriusnya seorang kakak, kakak laki-laki
dia bercerita begitu tajam mata mereka ketika saling bertemu
dia bercerita dengan begitu pelan tapi mata lelahnya begitu bersemangat, 

aku begitu iri
aku begitu cemburu

bukan tentang si kakak
tapi sudah lama aku tidak hidup dalam cerita seperti itu
aku sudah mengundurkan diri
mengambil jalan lain, jalan yang tertuju pada satu rumah yang telah berpenghuni

rumah yang begitu sederhana
rumah yang nyaman
penghuninya pun begitu menyukai rumah itu,
tak sampai hati aku mengusiknya meskipun begitu besar keinginanku hidup didalam rumah yang sederhana itu.

sudahlah.,aku hanya bisa melihat rumah itu dari jauh
mungkin aku akan membangun rumah yang dekat dengan rumah itu
atau mungkin aku tetap melihatnya dari jauh.
0

Pada Tengah Malam

dengan sengaja aku pergi keluar
pada tengah malam

aku berniat akan kuceritakan semuanya itu
pada tengah malam

ku ganti pakaianku, aku bersolek dengan takbiasa
pada tengah malam

terlihat dicermin rangkaian huruf menjadi kata yg kusambung mrnjadi kalimat dengan sangat hati - hati
pada tengah malam

sudah kutunggu
pada tengah malam

hanya seorang teman bertanya "wajahmu begitu berseri..kebahagiaan apa yang datang padamu?"
pada tengah malam

kujawab dengan diam
pada tengah malam

kuhela nafasku
pada tengah malam

kemudian ku balas lagi dengan senyum 46ku
pada tengah malam

aku berbohong, aku menipu, aku berdusta
pada tengah mlam

tapi tak ada yg kutangisi
pada tengah malam

aku hanya menggati topeng lamaku dengan yg baru
pada tegah malam
0

Biarkan Sajalah!

Aku tak pernah menyangka bahwa semuanya akan seperti ini.,
kusut
penuh ranjau tua
penuh jebakan
penuh kebohongan
penuh kepalsuan

tak jelas siapa yang memulai
para penjahat yang ingin menguasai
atau ketertutupan pribumi yang tak ingin diusik

ah.,
tak ada guna aku memikirkannya.,
hanya akan menambah kusut
menambah ranjau
menambah jebakan
menambah kebohongan
menambah kepalsuan

tangisan darahpun tak kan bisa mengubahnya.
biarkan saja begitu
biarkan semua itu memuaskan nafsunya
itupun jika kepuasan nafsu ada batasnya.

biarkan sajalah!

0

Jelaskan !

jantungku berdegup kencang,
sangat kencang.

apakah yag membuatku seperti ini.,
begitu tak nyaman disini
panas
sempit
pengap
gelap

tak ada angin malam
tak ada kipas angin

apa yang sedang terjadi ?
adakah seseorang yang mengerti?
karena tak mungkin aku bertanya pada rumput yang bergoyang ketika angin pun tak datang untuk menengokku.
langitpun terlalu muram untuk kutanyakan.

seseorang, jelaskanlah!
jelaskan bahwa aku terlalu naif
bahwa aku terlalu ankuh
bahwwa aku terlalu mencintai diriku sendiri.

jelaskanlah bahwa aku salah
jelaskan bahwa aku benar-benar salah

jelaskanlalh bahwa aku tidak akan menyesal
meski angin tak kan lagi datang
dan langitpun tak kan pernah sebiru dulu.

jelaskanlah!
0

Baca

sudah lebih dari 24 jam

kolom itu belum aku tutup.,masih sama seperti terakhir memakainya,.
kubaca berulang kali
terus ku baca
berulang lagi ku baca
baca
baca
baca
mencoba mengerti dan memahai maksud dari isi itu.,

dengungan nyamuk mengamuk ditelingaku menemaniku membacanya
memahaminya

apa yang terjadi dengan kolom itu sehingga sulut sekali aku menggesek kursor ke pojok kanan atas dan mengklknya tanpa penyesalan dan rasa bersalah.,

setiap kursor bergerak kearah seharusnya,.aku menghindarkannya dan membuatnya tetap terlihar dan tetap utuh hingga dapat kubaca hingga aku mengerti dan memahaminya.

sudahkah aku mengerti?
sudahkah aku memhaminya?
apa artinya itu semua?
salahkah keputusanku.,?

Tuhan.,
aku tidak mengeti dengan kalimat-kalmat itu,
sampai sekarang aku tak mengerti

tapi mengapa ku mendengarnya berbisik bahwa aku yang tidak mau mengerti?


0

Wahai Kau yang disana !


Wahai kau yang disana,

Namamu seringkali aku dengar, tetapi rupamu tak pernah aku lihat

Wahai kau yang disana,

Seperti apakah rupamu, mengapa namamu selalu dan terlalu sering aku dengar

Wahai kau yang disana,

Ingin sekali aku melihat  rupamu,

Harus bagaimanakah aku?

Harus seperti apakah aku?

Hari kemarin aku melihatmu

Melihat rupa yang namanya sering ku dengar

Rupa yang bersih, rupa yang terlalu nyaman untuk aku hindari dan kututup mata

Wahai kau yang disana, jadikanlah aku  yang halal bagimu!
0

Hai!


Hai!

Apa kabarmu?

Kau tahu aku sangat menyesal, aku terlalu bodoh saat itu. Seharusnya aku bisa mengendalikan fikiranku. 
Tetapi, apalah guna aku menyesalinya sekarang. Kau tak akan pernah kembali. 
Dirimu hanyalah saat itu dan aku menyianyiakannya.

Tetapi, aku tak sepenuhnya menyesal. 
Karena dengan itu aku mengetahui kau begitu menyukai ku.
Saat itu aku begitu gembira. Disetiap pesanmu, disetiap puisi yang kau salin untukku aku benar- bear terbuai. Aku ingin terus merasakannya, hingga aku mengabaikan perasaanmu.
Dan ketika kau pergi,
Aku semakin merasa terpukul, kau pergi karena kesalahpahaman yang kubuat.
Ketika itu kau terus meminta maaf, tapi aku tak pernah membalasnya.
Dan ketika kau benar-benar pergi aku tersadar, aku selalu mencacimu, aku selalu mengis karenamu.

Namun, ketika aku terpuruk aku hanya tersadar bahwa bukan salahmu kau pergi, itu salahku yang lebih dulu menyakitimu. Dan aku semakin terpuruk, tangisanku semakin menjadi bak air hujan yang mengikis perasannku dan membuatnya tak karuan.

Kau tahu aku sangat menyesal.
Aku ingin sekali kau kembali, seperti dulu. Tetapi aku sadar itu tidaklah mungkin. kau mungkin tahu apa yang aku lakukan terhadapmu ketika itu, sehingga kau benar-benar pergi dengan segala sikap manis yang dulu selau kau beri.

Tapi kau tahu betapa sakitnya aku setelah itu?
Melihatmu dengan wanita lain. Wanita yang aku kenal, yang berbeda degan bidadari impianmu.

Kau berlaku kejam ketika itu. Setiap dari kita bertemu, kau selalu alihkan pandanganmu dan bergeser menjauhkan tubuh jagkungmu dariku. 
Tahukah kau itu menyakituku terlalu dalam.

Aku tahu kita tidak akan pernah menjadi seperti dulu.
Aku juga tahu setiap aku mencoba untuk melupakanmu, penyesalan itu selau muncul dengan begitu kuat tanpa bias kubendung.

Dan ketika penyesalan itusemakin kuuat aku juga tahu kalau aku begitu menyukaimu, aku begitu menggilaimu.
0

PILOT

I have nothing to say but you just need to  have fun with this annother mind :)

Senin, 31 Desember 2012

ya, aku!

Diposting oleh eNa di 23.07 5 komentar
aku menangis bukan karena hujan
aku menangis bukan karena ketakutanku
aku menagis karena egoku
aku menangis karena kenyataan
kenyataan bahwa tidak ada aku diantara mereka
tidak aku lihat namaku tertulis diantara rentetan nama-nama itu

sedih,
ya sangat sedih
sangat terluka

setiap kali mereka ada,
tak pernah sekalipun menyinggungku,
atau hanya sekedar menullis namaku

disini aku tidak ada siapapun kecuali mereka,
ya dan mereka telah komplit

disini aku hanya mencoba lebih baik,
mencoba tidak memikirkan ego,
mencoba menerima,
mencoba untuk masuk kembali,
mencoba untuk sabar,
mencoba untuk bisa diterima kembali.

akupun jadi ragu apakah dulu memang aku diterima?

ya, aku memang tidak pandai dalam berteman,
aku tidak pandai dalam menjalin persahabatan,
aku hanya bisa membuat keriksruhan,

mereka tidaklah salah,.

tak ada paksaan dalam pertemanan,
tak ada paksaan untuk terus tetap bersama,

aku seharusnya dapat menerima,
mereka tidak bisa denganku,
mereka tidak cocok denganku,
mereka bukanlah aku

tetapi, hati ini selalu tak bisa menerima
mata ini selalu berair
mulut ini selalu bergetar

mengapa aku tidak bisa??

Sabtu, 22 Desember 2012

Maha Cinta : Sisa Kenangan Terindah

Diposting oleh eNa di 23.38 0 komentar
Nessa, seharusnya cinta itu tidak pernah menginginkan adanya jarak diatara kita.,
cinta itu tidak pernah berkehendak adanya ruang terpisah diantara kita.,
namun terkadang fikiran manusia yg membuat jarak semakin jauh dan ruang semakin lebar...
Ness, seandainya tidak ada jarak dan ruang yg mengahntui fikiran manusia 
mungkin aku adalah orang yg palin ingin membahagiakan kamu.

Owen.,kalau ada yg salah dg hati aku 
mungkin karena aku terlalu cepat jatuh cinta sama kamu,
 aku sayang kamu!

Nessa, apakah itu kamu?
apakah kamu ikut merasakan 
betapa aku tidak bisa menahan getaran didadaku ketika mengingat namamu?
Ness,

aku datang kesini hanya untuk memastikan
 apakah kamu tidur dengan nyenyak atau kau merasa gelisah seperti aku
Nessa, sayang aku bukan pangeran kaya raya, 
yg dimata Ayah kamu bisa membahagiakan kamu 
aku hanya punya cinta yg besar untuk kamu


===================================================================

Aku adalah Nessa Alexandra
Sekarang aku sudang inge sama kamu,
kamu adala Marvin Owen, suami aku....

Sekarang biarkan akut tidur lelap untuk selamanya,
tapi bukan berarti aku akan melupakan kamu....

Aku akan mengingat kamu
sampai kita dipertemukan kembali
di taman surga yang indah
dengan sungai - sungai bening yg mengalir dibawahnya

Selamat tinggal Owenku
sayang..cintamu, cintaku
akan terpatri di dalam ingatanku, 
walau ragaku akan hancur berkeping-keping

yang mencintaimu selamanya
Nessa Alexandra

Kamis, 06 Desember 2012

........

Diposting oleh eNa di 23.25 0 komentar
jantungku berdegup begitu kencang.,
tidak teratur.,
begitu kencang
dan meyakitkan..

ada apakah ini?

mataku pun begitu terasa panas,
terasa ada yang dengan segaja mengoleskan cabai
panas
menyakitkan

semoga ini bukan pertanda buruk,

Kamis, 22 November 2012

Salah, bukan?

Diposting oleh eNa di 00.09 0 komentar
ketika aku memakimu karena au merindukanmu
ketika aku semakin memakimu karena aku begitu merindukanmu

tak ada yang bisa aku lakuakn selain memakimu
tak ada lagi  yang bisa aku lakukan selain terus memakimu

ketika tanda tanya seharusnya dijawab
ketika tanda tanya seharusnya mengharap jawab

mengapa harus menghilang ketika tanya telah dijawab
mengapa harus pergi ketika tanya telah membuat senyum

dan mengapa harus ada alasan untuknya kepadaku
mengapa harus ada kejelasan darinya kepadaku

aku hanyalah asing yang mengaguminya
aku hanya menyukainya

tetapi hanya tidaklah cukup

aku benar - benar begitu terlalu menyukainya..

pemborosan kata bukan?
salah bukan? tetapi tetap sering digunakan..

begitu pula besar dan terlalu dalamnya aku menyukaimu,
itu salah ketika kamu dengan dia dan aku tetap menyukaimu dan semakin menyukaimu.

Sabtu, 17 November 2012

Saling

Diposting oleh eNa di 23.04 0 komentar
aku iri,
ya aku memang iri
iri akan kondisi itu,
iri akan hubungan itu

mengapa aku bisa berbeda? berada pada jalanku sendiri jauh dari itu

mengapa aku merasa mereka tidak menerimaku?

aku iri,
aku benar benar iri

dulu kita dekat,
bersama-sama tertawa,

ya, kita hanya bersama dalam tertawa
pernah dalam kesal tapi hanya sekilas

itukah yang membuat kita menjauh, membuat kita berbeda

ketika hanya kesenangan, kepuasan, tertawa yang bisa kita nikmati bersama.

ahh...

aku membutuhkan kalian,
entah kalian?

aku menginginkan bersama kalia lagi

tapi sulit aku memulai,
sulit aku meminta

terlalu sering aku meminta, dengan caraku.

mungkin kalian tak sadar

aku menginginkan kalian dan aku merindukan kalian.

ahh...
teman.,
seperti apa wujud nyatanya akupun tak mengerti
persahabatan??
entahlah

yang aku tahu hanya kita saling membutuhkan satu sama lain,
saling menjaga stusama lain,
saling mengerti,
saling merindu
saling benci
saling tertawa,
saling menangis,
saling memeluk,
saling menampar
saling bercerita,
saling mendengarkan,
saling rela
saling berbohong
saling menerima
saling menolak
saling....

ya serba saling dan semua saling. . . .

aku merindukan kalian
aku benar - benar merindukan kalian.

Selasa, 30 Oktober 2012

Chiquitita

Diposting oleh eNa di 15.21 0 komentar
Have you heard this before??

ABBA - Chiquitita

Powered by mp3skull.com

Chiquitita, tell me what's wrong
You're enchained by your own sorrow
In your eyes there is no hope for tomorrow
How I hate to see you like this
There is no way you can deny it
I can see that you're oh so sad, so quiet

Chiquitita, tell me the truth
I'm a shoulder you can cry on
Your best friend, I'm the one you must rely on
You were always sure of yourself
Now I see you've broken a feather
I hope we can patch it up together

Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita

So the walls came tumbling down
And your love's a blown out candle
All is gone and it seems too hard to handle
Chiquitita, tell me the truth
There is no way you can deny it
I see that you're oh so sad, so quiet

Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go and the scars they're leaving
You'll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving
Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita
Try once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita

Senin, 29 Oktober 2012

Rinduku Nafsuku

Diposting oleh eNa di 18.06 0 komentar
Ketika rindu ini hanya sebatas hawa nafsu
ketika nafsu yang menguasai fikir
ketika fikir tak lagi jernih

air hujan
tanah basah

aku tersiksa dengan rindu ini
rindu akan semua yang belum aku dapatkan

tentang semua impian,
harapan.
cita-cita,

aku telah kehilangannya,,
dan sekarang aku merindukannya..

ya,
tapi ini hanyalah hawa nafsu,
iri,
dengki,

telah melekat padaku,

aku rindu semua itu
aku ingin mencapainya lagi,
aku ingin rinduku tersampaikan,
aku ingin nafsu ini puas.
meski kutahu ia tak kan pernah puas.
aku ingin nafsu ini pergi,
meski aku telah mengelemnya disini

rinduku, nafsuku

Minggu, 21 Oktober 2012

Mesin Penenun Hujan

Diposting oleh eNa di 10.13 0 komentar
Hand Phone ku berbunyi, alarm pertanda aku harus segera bangun.
Bangun? ah mendung pun diluar sana, akan terasa nikmat jika aku tidur lagi, pikirku..

tidur? apakah hanya tidur yang bisa ku lakukan? tidurkah pekerjaanku?
aku menolak!

aku nyalakan laptop, aku cari playlist yang cocok dan pilihanku kuputuskan pada Frau, ya Frau



aku sangat menyukai Frau,
nada - nada pianonya
nyanyiannya
aku begitu menyukainya

sudah lama juga aku tak mendengar Frau, 

ya, aku mengenal nyanyian Frau dari seseorang,
seseorang yang sekarang sedak sibuk dengan tugasnya
seseorang yang aku kagumi.

ah, aku merindukan Frau
ya, aku meridukannya juga.

sudahlah.. nikamti saja Frau

ketika mendung tak menjajikan hujan
dan aku menginginkan hujan
aku akan bergabung dengannya untuk merakit mesin penenun hujan.
anyone?

Selasa, 16 Oktober 2012

Kau dan Aku

Diposting oleh eNa di 01.04 0 komentar
Kau dan aku ,
yang jangkung kurus

Kau dan aku,
yang lahir 07 Februari 1991

Kau dan aku,
yang begitu menggilai The Lord of the Ring

Kau dan aku,
yang bercita-cita menjadi presiden

Kau,
tak pernah bertanya, selalu tahu

aku,
selalu tak pernah tahu

Kau,
tak pernah bicara banyak, hanya tersenyum

aku,
semakin cerewet setiap harinya

Kau,
selalu mengirimiku puisi, tapi tak pernah kau bicara,

aku,
merindukanmu

Kau,
tetap mengirimiku puisi, tak ada kau bicara

aku,
merindukanmu

Kau dan aku
bisakah kita cengkrama, layaknya mereka,

Kau dan aku
tahukah kita bagaimana memulai percakapan?

Kau dan aku
atau sudah lupakah kita?

Kau dan aku
terlalu lama diam, terlalu lama jauh

Kau dan aku
lupa, kita berbeda

Kau dan aku,
tak sama.

Selamat tinggal.

Minggu, 14 Oktober 2012

:)

Diposting oleh eNa di 21.38 0 komentar
aku suka foto ini . . .
bukan karena menyombongkkan diri pernah kesana, 
tetapi ada cerita disana. cerita yang tidak tidak mungkin berulang..


5 Oktober 2012
Singapura, Universal Studio 5 Oktober 2012


cerita tentang perubahan,
cerita tentang kecemburuan,
cerita tentang ketakutan,
dan cerita tentang malam

Jerman, Indonesia

Diposting oleh eNa di 20.55 2 komentar
Jerman!
entah bagaimana caranya aku bisa jatuh cinta pada negara itu,
begitu ignin aku berada disana, beraktifitas disana hidup disana.
terasa begitu spesial dan membanggakan.

tetapi,

Indonesia
ya Indonesia, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja
begitu kuat ikatannya, sejarah dan kebudayaan yang membuatku bahagia tinggal disiini.

begitu pun kamu,

aku begitu ingin bersamamu,
terasa spesial berada di sampingmu

tetapi bagiku sekarang, 
aku ignin kebahagian, dengan sejarah yang akan aku tulis dengan kebudayaan yang tidak menyalahi aturan.

tentu aku ingin bersamamu, denga jalan bahagia
lebih bahagia dibanding dengan nafsu.

aku tidak bisa memilih
aku hanya bisa merencanakan.

aku tidak bisa memilih antara Jerman atau Indonesia
aku hanya bisa merencanakan aku ingin berkunjung ke Jerman setiap tahun dan hidup di Indonesia

begitu pula aku tidak bisa memilihmu
aku hanya bisa merencanakamu

Tuhanlalh yang memilih.
ku serahkan semua padaNya,
Dia akan membuat semuanya menjadi lebih spesial dan bahagia
baik itu di Jerman atau Indonesia.
baik itu denganmu atau tanpamu.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Lelaki

Diposting oleh eNa di 00.03 1 komentar
Malam..
Hujan...
tahukah kamu lelaki, entah mengapa mereka mengingatkanku padamu, pada ragamu.
aku sangat sadar, aku bukanlah yang berhak atasmu, aku bukanlah yang halal bagimu tapi begitupun dia.
tak kan pernah tahu siapa yang kan kau pilih,
tentu bukan aku.. .
atau mungkin itu aku?
bahkan kau sendiripun tak tahu siapa itu..

Hanya Tuhan yang tahu buka

ketika itu aku sedang bermuram, kehilangan separuh kesadaran karena rasa takut. ya ketika itu malam hari dan hujan.
kau tidak melakukan apapun.,
tentu kau tidak melakukan apapun., kita berada pada ruang yang berbeda
pada letak geografis yang berbeda, kita hana terhubung oleh jaringan internet dengan social media yang bernama Facebook..
aku mengamatimu.,
di chat box kau berlampu hijau.,kau ada disana.,
15 menit aku hanya memandangi lampu hijau yang benamakanmu, lelaki.

akhirnya, aku kumpulkan kebernianku,
aku alihkan tanagaku pada jari-jariku dan biarkan dia menari menuruti perasaan

begitu banyak huruf yang aku untai..tetapi tetap selalu berakhir di DELETE

ragu, canggung, gemetaran.

hingga tak segaja tertekan enter, dan hanya terkirim " Assalamualaikum"

ketidaksengajaan yang membuatku tak tenang, segera ingin aku tutup, aku sign out tetapi aku begitu penasaran dengan tanggapanmu, aku ingin mengenalmu, lelaki.

5 menit berlalu, tak ada balasan
aku berpindah ke social media lainnya
10 menit berlalu, seorang teman mengajak ngobrol di chat Facebook
aku bosan, aku penasaran
15 menit berlalu, masih belum ada balasan dan aku putuskan untuk bermain game
terdengar ada suara pemberitahuan balasan, aku dengan cepat melihat, tetapi bukan kamu, lelaki.

aku putus asa,
kali ini aku akan keluar,

aku sign out social mediaku yang lain,
suara pemberitahuan balasan itu terdengar lagi
ah! paling itu temanku, pikirku

ya, ternyata itu kamu, lelaki
betapa kaget dan senangya aku saat itu.
begitu ramah kau membalasnya,
kae benar - benar telah memasukii alam pikiranku. hidupku, lelaki.

obrolanmu semaki dan semakin membuatku mengagumimu,
yang bisa aku katakan hanyalah kagum 
kagum dengan susunan kata yang kau pilih
kagum dengan setiap emote yang kau selipkan
kagum dengan setiap yang ada padamu, lelaki.

ya, kau lelakinya, lelaki
kau bukan lelakiku

betapa inginnya aku memanggilmu lelakiku,
kau lelakinya sekarang,
tetapi
kau akan menjadi lelakiku dengan jalan halal, nantinya. 

Jumat, 12 Oktober 2012

Don't Speak - Glee cast ( Rachel, Finn, Blaine, Kurt )

Diposting oleh eNa di 21.30 0 komentar


Nice cover!!!!!!!
pertama kali mendengar langsung terus dan terus ingin mendengarkan.

Kamis, 11 Oktober 2012

Don't speak !

Diposting oleh eNa di 23.50 0 komentar

......   
I sit and cry ..
don't speak !!
I know just what you're saying so please stop explaining, 
don't tell me cause it hurts 
Don't speak !!
I know what you're thinking I don't need your reasons, 
don't tell me cause it hurts!! 
......



terkadang tidak semuanya harus dijelaskan.
terkadang ada beberapa yang cukup dengan melihat dan merasakan tanpa mulut terbuka dan tertutup.
bukan tak ingin mengetahui kenyataan, bukan tak ingin mengakui kebenaran..
ada dari mereka berkata bahwa semua hal harus dijelaskan agar tak ada salah faham, agar tak ada yang tersakiti agar tak ada kebohongan..
namun bagiku, tak semuanya harus diungkapkan, ada beberapa hal yang harus kita simpan, harus kita kunci. 
Ya, mungkin aku terlalu takut dengan kebenaran, terlalu takut dengan kenyataan, tak ingin tersakiti dan tak ingin menangis.
Karena sesungguhnya kita telah mengetahui itu, hanya ucapan dari mereka hanya sebuah konfirmasi. 
aku tak suka ini
aku benci ini
aku benci konfirmasi, konfirmasi yang membuat perih dan sakit.
aku tak suka semua itu, ya, aku dekat dengan penyesalan.
biarpun sebenarnya penyesalan itu akan jauh menyakitkan, tetapi aku akan cukup senang jika itu diam, tertutup, terkubur. biarkan semua atas fikirku. dan aku semakin tebal dengan penyesalan.




Rabu, 10 Oktober 2012

Selamat Pagi!

Diposting oleh eNa di 10.06 0 komentar
Selamat Pagi!
Kicauan burung itu membangunkan seisi rumah, tetapi hanya satu orang yang bergegas bangun. Ia bergegas menyapu halaman, merendam pakaian dan membersihkan dapur yang telah lama tak ia sentuh. tak biasa ia begitu lemas, begitu tak bertenaga bahkan ketika ia memindahkan sampah yang telah ia sapu ia terjatuh dan sampah - sampah itu kembali berserakan. ada apa dengannya? ia lemas, ia harus bekerja lebih lagi, ia tak bertenaga tapi ia tetap bekerja.

Entah berap lama ia selesai menyapu, entah 2 jam atau bahkan sampai adzan Dzuhur bergema. kasihan memang, tetapi ia tak ingin dibantu, ia ingin berdiri sendiri, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya meski dengan tenaga seadanya dan tubuh yang semakin rapuh, kulit mulusnya tercoreng goresan - goresan luka jatuhnya, ia tetap ingin menyelesaikanny sendiri. lagi pula siapa yang ingin membantu, penghuni lainnya masih hidup di alam mimpi, masih bergulat dengna cerita di mimpi mereka, hanya ada dia di nyata.

Tak ada yang melihat bagaimana ia bersusah payah bangun dari jatuhnnya dan kemudian membersihkan dan jatuh lagi, hanya burung itu yng melihat. tapi apa yang bisa burung itu lakukan? bernyanyi sekencang mungkin sampai penghni lain bangun dan membantunya? itu tak akan berhasil karena si burung itu pun tak ingin bernyanyi. 

Begitu kuat ia menjalani itu, dengan tenaga yang begitu lemah dan terbatas tak seorang pun pernah mendengar ia protes, tak seorang pun melihat ia menangis. tapi, siapa yang mau mendengar protesnya?siapa yang mau melihat ia menangis? tak seorangpun yang ada, tak seorangpun yang bangun, tak seorang pun yang sama, semuanya hidup padaa dunianya sendiri, semuanya hidup dengan fikiran dan jalurnya sendiri. tak ada yang protes, tak ada yang menangis, ia dan mereka menjalani hidup sesuai dengan hidupnya, jalur yang telah mereka tempuh, masing-masing hidup dengan jalurnya, tanpa hidup dengan jalur orang lain bahkan untuk menumpangpun tidak.

Jadi? haruskah kita membiarkan ia bekerja seperti itu?dengan tenaga seadanya dan terus jatuh bangun membereskan sampah yang tak pernah beres. bukankah dia merendam pakaian? bukanakh dia harus mencuci pakaiannya itu? masihkah kita membiarkan ia melakukan semuanya itu sendiri dengan sisa tenaga yang entah bersisa? sampai kapan pekerjaannya itu akan selesai? bagaimana ia bisa mencuci pakaian jika  menyapu saja sudah jatuh bangun. sanggupkah kulitnya yang bertato goresan luka itu menahan perhinya detergen yang dipaki merendam baju itu? tak ada yang tahu getergen apa yag ia gunakan tadi, bahkan ia  sendiri pun lupa. kuatkah detergen itu? bagaimana dengan kulitnya? akankah semakin terluka? sampai kapan dia seperti ini.,tak akan selesai, mau sampai kapan?Hanya Tuhan yang tahu tentagnya dan nasib dapur yang tak terjamah itu.

Selasa, 09 Oktober 2012

2 detik

Diposting oleh eNa di 08.16 0 komentar
Malam semakin larut, seperti malam itu ketika seorang lelaki jangkung kurus mendekati seorang wanita yang sedang menangis ditengah keramaian. wanita itu menunduk, menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata yang terus-menerus turun tanpa henti. ketika itu sang wanita tidak lah sendiri, dia ditemani dua orang teman lelaki yang khawatir dengan keadaannya yang terus-menerus menangis.

Malam itu malam yang seharusnya malam yang indah dan membahagiakan, tetapi sang waniita hanya bisa menangis, ya menangis, isaknya semakin kuat mengalahkan suara air mancur. Bak sebuah patung dua teman lelakinya itu tak bisa berbuat apa apa, hanya bisa membiarkannya menangis dalam kesendirian, ketakutan dan kesedihannya.

Sekitar 10 menit wanita itu menunduk dan menangis, tiba - tiba isaknya secara perlahan terdengar semakin pelan, semakin pelan. ia angkat kepalanya, ia usap pipi basahnya dengan tisu kusut yang digenggamnya sedari tadi. dan ternyata lelaki kurus jangkung itu mendekatinya, mengajaknya bercanda, mengeluarkn joke yang sebenarnya tidaklah lucu sama sekali dan sang wanita pun memaksakan untuk tertawa, memuaskan sang lelaki.

Mendengar tawa sang wanita, sang lelaki kurus jangkung itu tersadar bahwa sang wanita baru saja menangis dan masih menangis ketika itu. Bagai seorang kembar yang mepunyai perasaan yang sama, sang lelaki mencoba menghibur sang wanita tanpa bertanya apa alasannya menangis sampai seperti itu. sang lelaki pun segera duduk disamping sang wanita dan mengajaknya pada obrolan - obrolan yang membawa sang wanita melupakan tangisannya.

Obrolan sang lelaki berhasil, sang wanita melupakan tangisannya dan terus terbawa pada obrolan itu. mata sang wanita berubah sedikit bercahaya meski tertutupi dengan bengkaknya mata, mulutnya mulai bisa bercerita bertanya bahkan menjawab pertanyaan apapun dari sang lelaki, bibirnnya sudah mulai bisa tersenyum.

Sang lelaki begitu tahu bagaimana cara menenangkan hati sang wanita, entah sadar atau tidak sang wanita memperhatikannya, memperhatikan wajah sang lelaki, wajah lelah yang telah mencoba membuatnya tersenyum, mercerita dan tidak lagi menangis, wajah yang dia kagumi. mata sang wanita begitu jeli memperhatikan setiap detail ekspresi sang lelaki, mengingat semua yang ada pada sang lelaki saat itu.

Sang wanita terbuai dengan perasaannya sendiri, terlalu asyik memperhatikan sang lelaki hingga ia tak sadar sang lelaki mendekat, meraih kepalanya dan memeluknya selama 2 detik, ya 2 detik, 2 detik  yang membuat sang wanita terpaku, terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa. sang lelaki hanya bertanya "are you allright?it's OK.,don't cry anymore" matanya begitu tepat mengenai mata sang wanita yang kemudian menangis lagi,.hanya saja alasannya berbeda.

Entah bagaimana perasaan sang lelaki hanya dia dan Tuhan yang tahu, yang pasti semenjak malam itu, sang wanita semakin dan semakin menyukai sang lelaki itu. semakin menyukainya meskipun sang lelaki telah bersama wanita lain.

Bukan masalah bagi sang wanita hubungannya dengan sang lelaki seperti apa, bukan masalah pula baginya jika memang pada kenyataannya sang lealaki telah mempunyai wanita lain. dia selalu bisa tersenyum ketika mengingat senyuman manis sang lelaki kala itu, dia selalu bisa mulai berbicara ketika mengingat ocehan sang lelaki saat mencoba menenangkannya kala itu, dia mulai menghapus tangisnya ketika mengingat rentetan tahi lalat yang berjajar di wajah sang lelaki, dia mencoba untuk tidak takut dan tidak lagi menangis namun, tak bisa, dia tetap menangis dia menginginkan 2 detik itu lagi untuk memenangkannya, 2 detik yang tak akan pernah lagi terjadi, 2 detik yag selalu sang wanita ingat, 2 detik yang benar -  benar dapat membuat sang wanita berhenti menangis, 2 detik, ya 2 detik.

Rabu, 26 September 2012

Berakhir

Diposting oleh eNa di 22.10 0 komentar
seperti tak pernah berpihak
selalu aku tak pernah mendapatkannya

seperti tak ernah belajar
selalu aku tak pernah berhasil berubah

seperti saat ini
ketika aku mengetahui semuanya
semua yang telah terjadi
lampau silam

tak tahu aku harus menangis bahagia atau menangis menderita
ketika kebenaran itu tiba-tiba mendatangiku

kebenaran?!
aku bingung menghadapinya
sudah terlalu lama kebohongan itu terjadi
dan sekarang pun aku tak sepantasnya mencaci

hanya bisa menyesali dan membodohi dirisendiri

kadang lebih baik kebenaran itu tak ada saja
mungkin rasa kesal ini tak kan pernah ada

kenyataan terlalu pahit
kebenaran terlalu sakit

ini memang sudah bukan masanya lagi,
tetapi
sampai sekarang aku tidak menginginkan masa itu berakhir
aku ingin seterusnya berlanjut meskipun kenyataannya berakhir.

berakhir
berakhir
berakhir
berkahir
berakhir
berakhir
berakhir
berakhir

tak bisa lagi aku mengalaminya dengan cerita dan aktor yg sama

biarkanlah aku menyimpan cerita dulu itu tetap indah
kenyataan yang barusaja menghampiri anggaplah sebatas  intermezzo
biarkanlah aku tetap mengagumi bagaimana sang aktor berlaga
biarkan pula cerita akhirnya tidakberubah
tetap seperti itu
seprti kemarin
seperti 5 menit lalu

cerita yang sudah berakhir dan tidak bisa lagi dilanjutkan.

Teman Wanitaku dan Lelakinya

Diposting oleh eNa di 21.45 0 komentar
awalnya hanya sebuah rasa penasaran.,
seorang teman wanita semasa SMA sedang bergulat dengan sebuah cerita.,

aku penasaran

aku mencari-cari.,judul apa kiranya yang dia pilih

aku mencari

kumasukan namanya di google

aku menemukannya

aku baca ceritanya.,
ya.....
cerita tentang dia.,lelakinya

aku semakin penasaran

aku cari lagi cerita tentang lelakinya

aku masukan lagi namanya di google

aku menemukannya,
berada pada  cerita yg sama dengan teman wanitaku itu.,.

dengan pelan
aku baca ceritanya.alinea pertama.,aku mengerti perasaan teman wanitaku itu
aku baca alinea kedua, jantungku mulai berdebar
aku baca alinea ke tiga jantungku semakin berdebar
aku baca alinea ke empat jantungku semakin dan semakin berdebar
aku baca alinea ke lima tak sanggup aku tahan sakit di hatiku
aku baca alinea ke enam tak sanggup aku menahan airmata

aku baca..
aku baca..
aku baca.,

sembari menagis menahan sakit akan cerita itu
begitu menyayat

aku alihkan kursorku pada bagian terakhir .,

Tuhan.,
aku mengutuk diriku sendiri
aku mengutuk teman wanitaku
aku mengutuk lelakinya

begitu kejam.,
ketika aku membaca akhir  cerita disertai potret sang lelaki

lelakinya adalah lelakiku ketika itu.
lelakinya telah menghianatinya
lelakiku telah menghianatiku
lelakinya adalah lelakiku.

Senin, 24 September 2012

Makan Siang I

Diposting oleh eNa di 18.48 0 komentar
ketika itu jam makan siang, aku makan ditempat yang akhir-akhir ini menjadi favoritku.
aku tidak sendirian, ada seorang adik yang menemaniku,
aku memesan nasi goreng telur begitupun dia
aku memesan es teh manis begitupun dia
aku memesan kangkung, tapi dia memesan es teh lagi.,

untuk beberapa saat kami diam.,
aku menunggu dia kembali menyusun kalimat meneruskan cerita yang terpotong

dia bercerita betapa misteriusnya seorang kakak, kakak laki-laki
dia bercerita begitu tajam mata mereka ketika saling bertemu
dia bercerita dengan begitu pelan tapi mata lelahnya begitu bersemangat, 

aku begitu iri
aku begitu cemburu

bukan tentang si kakak
tapi sudah lama aku tidak hidup dalam cerita seperti itu
aku sudah mengundurkan diri
mengambil jalan lain, jalan yang tertuju pada satu rumah yang telah berpenghuni

rumah yang begitu sederhana
rumah yang nyaman
penghuninya pun begitu menyukai rumah itu,
tak sampai hati aku mengusiknya meskipun begitu besar keinginanku hidup didalam rumah yang sederhana itu.

sudahlah.,aku hanya bisa melihat rumah itu dari jauh
mungkin aku akan membangun rumah yang dekat dengan rumah itu
atau mungkin aku tetap melihatnya dari jauh.

Minggu, 23 September 2012

Pada Tengah Malam

Diposting oleh eNa di 01.35 0 komentar
dengan sengaja aku pergi keluar
pada tengah malam

aku berniat akan kuceritakan semuanya itu
pada tengah malam

ku ganti pakaianku, aku bersolek dengan takbiasa
pada tengah malam

terlihat dicermin rangkaian huruf menjadi kata yg kusambung mrnjadi kalimat dengan sangat hati - hati
pada tengah malam

sudah kutunggu
pada tengah malam

hanya seorang teman bertanya "wajahmu begitu berseri..kebahagiaan apa yang datang padamu?"
pada tengah malam

kujawab dengan diam
pada tengah malam

kuhela nafasku
pada tengah malam

kemudian ku balas lagi dengan senyum 46ku
pada tengah malam

aku berbohong, aku menipu, aku berdusta
pada tengah mlam

tapi tak ada yg kutangisi
pada tengah malam

aku hanya menggati topeng lamaku dengan yg baru
pada tegah malam

Minggu, 16 September 2012

Biarkan Sajalah!

Diposting oleh eNa di 23.45 0 komentar
Aku tak pernah menyangka bahwa semuanya akan seperti ini.,
kusut
penuh ranjau tua
penuh jebakan
penuh kebohongan
penuh kepalsuan

tak jelas siapa yang memulai
para penjahat yang ingin menguasai
atau ketertutupan pribumi yang tak ingin diusik

ah.,
tak ada guna aku memikirkannya.,
hanya akan menambah kusut
menambah ranjau
menambah jebakan
menambah kebohongan
menambah kepalsuan

tangisan darahpun tak kan bisa mengubahnya.
biarkan saja begitu
biarkan semua itu memuaskan nafsunya
itupun jika kepuasan nafsu ada batasnya.

biarkan sajalah!

Sabtu, 15 September 2012

Jelaskan !

Diposting oleh eNa di 01.51 0 komentar
jantungku berdegup kencang,
sangat kencang.

apakah yag membuatku seperti ini.,
begitu tak nyaman disini
panas
sempit
pengap
gelap

tak ada angin malam
tak ada kipas angin

apa yang sedang terjadi ?
adakah seseorang yang mengerti?
karena tak mungkin aku bertanya pada rumput yang bergoyang ketika angin pun tak datang untuk menengokku.
langitpun terlalu muram untuk kutanyakan.

seseorang, jelaskanlah!
jelaskan bahwa aku terlalu naif
bahwa aku terlalu ankuh
bahwwa aku terlalu mencintai diriku sendiri.

jelaskanlah bahwa aku salah
jelaskan bahwa aku benar-benar salah

jelaskanlalh bahwa aku tidak akan menyesal
meski angin tak kan lagi datang
dan langitpun tak kan pernah sebiru dulu.

jelaskanlah!

Baca

Diposting oleh eNa di 01.30 0 komentar
sudah lebih dari 24 jam

kolom itu belum aku tutup.,masih sama seperti terakhir memakainya,.
kubaca berulang kali
terus ku baca
berulang lagi ku baca
baca
baca
baca
mencoba mengerti dan memahai maksud dari isi itu.,

dengungan nyamuk mengamuk ditelingaku menemaniku membacanya
memahaminya

apa yang terjadi dengan kolom itu sehingga sulut sekali aku menggesek kursor ke pojok kanan atas dan mengklknya tanpa penyesalan dan rasa bersalah.,

setiap kursor bergerak kearah seharusnya,.aku menghindarkannya dan membuatnya tetap terlihar dan tetap utuh hingga dapat kubaca hingga aku mengerti dan memahaminya.

sudahkah aku mengerti?
sudahkah aku memhaminya?
apa artinya itu semua?
salahkah keputusanku.,?

Tuhan.,
aku tidak mengeti dengan kalimat-kalmat itu,
sampai sekarang aku tak mengerti

tapi mengapa ku mendengarnya berbisik bahwa aku yang tidak mau mengerti?


Rabu, 12 September 2012

Wahai Kau yang disana !

Diposting oleh eNa di 23.47 0 komentar

Wahai kau yang disana,

Namamu seringkali aku dengar, tetapi rupamu tak pernah aku lihat

Wahai kau yang disana,

Seperti apakah rupamu, mengapa namamu selalu dan terlalu sering aku dengar

Wahai kau yang disana,

Ingin sekali aku melihat  rupamu,

Harus bagaimanakah aku?

Harus seperti apakah aku?

Hari kemarin aku melihatmu

Melihat rupa yang namanya sering ku dengar

Rupa yang bersih, rupa yang terlalu nyaman untuk aku hindari dan kututup mata

Wahai kau yang disana, jadikanlah aku  yang halal bagimu!

Hai!

Diposting oleh eNa di 23.45 0 komentar

Hai!

Apa kabarmu?

Kau tahu aku sangat menyesal, aku terlalu bodoh saat itu. Seharusnya aku bisa mengendalikan fikiranku. 
Tetapi, apalah guna aku menyesalinya sekarang. Kau tak akan pernah kembali. 
Dirimu hanyalah saat itu dan aku menyianyiakannya.

Tetapi, aku tak sepenuhnya menyesal. 
Karena dengan itu aku mengetahui kau begitu menyukai ku.
Saat itu aku begitu gembira. Disetiap pesanmu, disetiap puisi yang kau salin untukku aku benar- bear terbuai. Aku ingin terus merasakannya, hingga aku mengabaikan perasaanmu.
Dan ketika kau pergi,
Aku semakin merasa terpukul, kau pergi karena kesalahpahaman yang kubuat.
Ketika itu kau terus meminta maaf, tapi aku tak pernah membalasnya.
Dan ketika kau benar-benar pergi aku tersadar, aku selalu mencacimu, aku selalu mengis karenamu.

Namun, ketika aku terpuruk aku hanya tersadar bahwa bukan salahmu kau pergi, itu salahku yang lebih dulu menyakitimu. Dan aku semakin terpuruk, tangisanku semakin menjadi bak air hujan yang mengikis perasannku dan membuatnya tak karuan.

Kau tahu aku sangat menyesal.
Aku ingin sekali kau kembali, seperti dulu. Tetapi aku sadar itu tidaklah mungkin. kau mungkin tahu apa yang aku lakukan terhadapmu ketika itu, sehingga kau benar-benar pergi dengan segala sikap manis yang dulu selau kau beri.

Tapi kau tahu betapa sakitnya aku setelah itu?
Melihatmu dengan wanita lain. Wanita yang aku kenal, yang berbeda degan bidadari impianmu.

Kau berlaku kejam ketika itu. Setiap dari kita bertemu, kau selalu alihkan pandanganmu dan bergeser menjauhkan tubuh jagkungmu dariku. 
Tahukah kau itu menyakituku terlalu dalam.

Aku tahu kita tidak akan pernah menjadi seperti dulu.
Aku juga tahu setiap aku mencoba untuk melupakanmu, penyesalan itu selau muncul dengan begitu kuat tanpa bias kubendung.

Dan ketika penyesalan itusemakin kuuat aku juga tahu kalau aku begitu menyukaimu, aku begitu menggilaimu.

PILOT

Diposting oleh eNa di 22.59 0 komentar
I have nothing to say but you just need to  have fun with this annother mind :)
Back to Top