0

2 detik

Malam semakin larut, seperti malam itu ketika seorang lelaki jangkung kurus mendekati seorang wanita yang sedang menangis ditengah keramaian. wanita itu menunduk, menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata yang terus-menerus turun tanpa henti. ketika itu sang wanita tidak lah sendiri, dia ditemani dua orang teman lelaki yang khawatir dengan keadaannya yang terus-menerus menangis.

Malam itu malam yang seharusnya malam yang indah dan membahagiakan, tetapi sang waniita hanya bisa menangis, ya menangis, isaknya semakin kuat mengalahkan suara air mancur. Bak sebuah patung dua teman lelakinya itu tak bisa berbuat apa apa, hanya bisa membiarkannya menangis dalam kesendirian, ketakutan dan kesedihannya.

Sekitar 10 menit wanita itu menunduk dan menangis, tiba - tiba isaknya secara perlahan terdengar semakin pelan, semakin pelan. ia angkat kepalanya, ia usap pipi basahnya dengan tisu kusut yang digenggamnya sedari tadi. dan ternyata lelaki kurus jangkung itu mendekatinya, mengajaknya bercanda, mengeluarkn joke yang sebenarnya tidaklah lucu sama sekali dan sang wanita pun memaksakan untuk tertawa, memuaskan sang lelaki.

Mendengar tawa sang wanita, sang lelaki kurus jangkung itu tersadar bahwa sang wanita baru saja menangis dan masih menangis ketika itu. Bagai seorang kembar yang mepunyai perasaan yang sama, sang lelaki mencoba menghibur sang wanita tanpa bertanya apa alasannya menangis sampai seperti itu. sang lelaki pun segera duduk disamping sang wanita dan mengajaknya pada obrolan - obrolan yang membawa sang wanita melupakan tangisannya.

Obrolan sang lelaki berhasil, sang wanita melupakan tangisannya dan terus terbawa pada obrolan itu. mata sang wanita berubah sedikit bercahaya meski tertutupi dengan bengkaknya mata, mulutnya mulai bisa bercerita bertanya bahkan menjawab pertanyaan apapun dari sang lelaki, bibirnnya sudah mulai bisa tersenyum.

Sang lelaki begitu tahu bagaimana cara menenangkan hati sang wanita, entah sadar atau tidak sang wanita memperhatikannya, memperhatikan wajah sang lelaki, wajah lelah yang telah mencoba membuatnya tersenyum, mercerita dan tidak lagi menangis, wajah yang dia kagumi. mata sang wanita begitu jeli memperhatikan setiap detail ekspresi sang lelaki, mengingat semua yang ada pada sang lelaki saat itu.

Sang wanita terbuai dengan perasaannya sendiri, terlalu asyik memperhatikan sang lelaki hingga ia tak sadar sang lelaki mendekat, meraih kepalanya dan memeluknya selama 2 detik, ya 2 detik, 2 detik  yang membuat sang wanita terpaku, terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa. sang lelaki hanya bertanya "are you allright?it's OK.,don't cry anymore" matanya begitu tepat mengenai mata sang wanita yang kemudian menangis lagi,.hanya saja alasannya berbeda.

Entah bagaimana perasaan sang lelaki hanya dia dan Tuhan yang tahu, yang pasti semenjak malam itu, sang wanita semakin dan semakin menyukai sang lelaki itu. semakin menyukainya meskipun sang lelaki telah bersama wanita lain.

Bukan masalah bagi sang wanita hubungannya dengan sang lelaki seperti apa, bukan masalah pula baginya jika memang pada kenyataannya sang lealaki telah mempunyai wanita lain. dia selalu bisa tersenyum ketika mengingat senyuman manis sang lelaki kala itu, dia selalu bisa mulai berbicara ketika mengingat ocehan sang lelaki saat mencoba menenangkannya kala itu, dia mulai menghapus tangisnya ketika mengingat rentetan tahi lalat yang berjajar di wajah sang lelaki, dia mencoba untuk tidak takut dan tidak lagi menangis namun, tak bisa, dia tetap menangis dia menginginkan 2 detik itu lagi untuk memenangkannya, 2 detik yang tak akan pernah lagi terjadi, 2 detik yag selalu sang wanita ingat, 2 detik yang benar -  benar dapat membuat sang wanita berhenti menangis, 2 detik, ya 2 detik.

0 komentar:

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Selasa, 09 Oktober 2012

2 detik

Diposting oleh eNa di 08.16
Malam semakin larut, seperti malam itu ketika seorang lelaki jangkung kurus mendekati seorang wanita yang sedang menangis ditengah keramaian. wanita itu menunduk, menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata yang terus-menerus turun tanpa henti. ketika itu sang wanita tidak lah sendiri, dia ditemani dua orang teman lelaki yang khawatir dengan keadaannya yang terus-menerus menangis.

Malam itu malam yang seharusnya malam yang indah dan membahagiakan, tetapi sang waniita hanya bisa menangis, ya menangis, isaknya semakin kuat mengalahkan suara air mancur. Bak sebuah patung dua teman lelakinya itu tak bisa berbuat apa apa, hanya bisa membiarkannya menangis dalam kesendirian, ketakutan dan kesedihannya.

Sekitar 10 menit wanita itu menunduk dan menangis, tiba - tiba isaknya secara perlahan terdengar semakin pelan, semakin pelan. ia angkat kepalanya, ia usap pipi basahnya dengan tisu kusut yang digenggamnya sedari tadi. dan ternyata lelaki kurus jangkung itu mendekatinya, mengajaknya bercanda, mengeluarkn joke yang sebenarnya tidaklah lucu sama sekali dan sang wanita pun memaksakan untuk tertawa, memuaskan sang lelaki.

Mendengar tawa sang wanita, sang lelaki kurus jangkung itu tersadar bahwa sang wanita baru saja menangis dan masih menangis ketika itu. Bagai seorang kembar yang mepunyai perasaan yang sama, sang lelaki mencoba menghibur sang wanita tanpa bertanya apa alasannya menangis sampai seperti itu. sang lelaki pun segera duduk disamping sang wanita dan mengajaknya pada obrolan - obrolan yang membawa sang wanita melupakan tangisannya.

Obrolan sang lelaki berhasil, sang wanita melupakan tangisannya dan terus terbawa pada obrolan itu. mata sang wanita berubah sedikit bercahaya meski tertutupi dengan bengkaknya mata, mulutnya mulai bisa bercerita bertanya bahkan menjawab pertanyaan apapun dari sang lelaki, bibirnnya sudah mulai bisa tersenyum.

Sang lelaki begitu tahu bagaimana cara menenangkan hati sang wanita, entah sadar atau tidak sang wanita memperhatikannya, memperhatikan wajah sang lelaki, wajah lelah yang telah mencoba membuatnya tersenyum, mercerita dan tidak lagi menangis, wajah yang dia kagumi. mata sang wanita begitu jeli memperhatikan setiap detail ekspresi sang lelaki, mengingat semua yang ada pada sang lelaki saat itu.

Sang wanita terbuai dengan perasaannya sendiri, terlalu asyik memperhatikan sang lelaki hingga ia tak sadar sang lelaki mendekat, meraih kepalanya dan memeluknya selama 2 detik, ya 2 detik, 2 detik  yang membuat sang wanita terpaku, terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa. sang lelaki hanya bertanya "are you allright?it's OK.,don't cry anymore" matanya begitu tepat mengenai mata sang wanita yang kemudian menangis lagi,.hanya saja alasannya berbeda.

Entah bagaimana perasaan sang lelaki hanya dia dan Tuhan yang tahu, yang pasti semenjak malam itu, sang wanita semakin dan semakin menyukai sang lelaki itu. semakin menyukainya meskipun sang lelaki telah bersama wanita lain.

Bukan masalah bagi sang wanita hubungannya dengan sang lelaki seperti apa, bukan masalah pula baginya jika memang pada kenyataannya sang lealaki telah mempunyai wanita lain. dia selalu bisa tersenyum ketika mengingat senyuman manis sang lelaki kala itu, dia selalu bisa mulai berbicara ketika mengingat ocehan sang lelaki saat mencoba menenangkannya kala itu, dia mulai menghapus tangisnya ketika mengingat rentetan tahi lalat yang berjajar di wajah sang lelaki, dia mencoba untuk tidak takut dan tidak lagi menangis namun, tak bisa, dia tetap menangis dia menginginkan 2 detik itu lagi untuk memenangkannya, 2 detik yang tak akan pernah lagi terjadi, 2 detik yag selalu sang wanita ingat, 2 detik yang benar -  benar dapat membuat sang wanita berhenti menangis, 2 detik, ya 2 detik.

0 komentar on "2 detik"

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Back to Top