0

Hai!


Hai!

Apa kabarmu?

Kau tahu aku sangat menyesal, aku terlalu bodoh saat itu. Seharusnya aku bisa mengendalikan fikiranku. 
Tetapi, apalah guna aku menyesalinya sekarang. Kau tak akan pernah kembali. 
Dirimu hanyalah saat itu dan aku menyianyiakannya.

Tetapi, aku tak sepenuhnya menyesal. 
Karena dengan itu aku mengetahui kau begitu menyukai ku.
Saat itu aku begitu gembira. Disetiap pesanmu, disetiap puisi yang kau salin untukku aku benar- bear terbuai. Aku ingin terus merasakannya, hingga aku mengabaikan perasaanmu.
Dan ketika kau pergi,
Aku semakin merasa terpukul, kau pergi karena kesalahpahaman yang kubuat.
Ketika itu kau terus meminta maaf, tapi aku tak pernah membalasnya.
Dan ketika kau benar-benar pergi aku tersadar, aku selalu mencacimu, aku selalu mengis karenamu.

Namun, ketika aku terpuruk aku hanya tersadar bahwa bukan salahmu kau pergi, itu salahku yang lebih dulu menyakitimu. Dan aku semakin terpuruk, tangisanku semakin menjadi bak air hujan yang mengikis perasannku dan membuatnya tak karuan.

Kau tahu aku sangat menyesal.
Aku ingin sekali kau kembali, seperti dulu. Tetapi aku sadar itu tidaklah mungkin. kau mungkin tahu apa yang aku lakukan terhadapmu ketika itu, sehingga kau benar-benar pergi dengan segala sikap manis yang dulu selau kau beri.

Tapi kau tahu betapa sakitnya aku setelah itu?
Melihatmu dengan wanita lain. Wanita yang aku kenal, yang berbeda degan bidadari impianmu.

Kau berlaku kejam ketika itu. Setiap dari kita bertemu, kau selalu alihkan pandanganmu dan bergeser menjauhkan tubuh jagkungmu dariku. 
Tahukah kau itu menyakituku terlalu dalam.

Aku tahu kita tidak akan pernah menjadi seperti dulu.
Aku juga tahu setiap aku mencoba untuk melupakanmu, penyesalan itu selau muncul dengan begitu kuat tanpa bias kubendung.

Dan ketika penyesalan itusemakin kuuat aku juga tahu kalau aku begitu menyukaimu, aku begitu menggilaimu.

0 komentar:

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Rabu, 12 September 2012

Hai!

Diposting oleh eNa di 23.45

Hai!

Apa kabarmu?

Kau tahu aku sangat menyesal, aku terlalu bodoh saat itu. Seharusnya aku bisa mengendalikan fikiranku. 
Tetapi, apalah guna aku menyesalinya sekarang. Kau tak akan pernah kembali. 
Dirimu hanyalah saat itu dan aku menyianyiakannya.

Tetapi, aku tak sepenuhnya menyesal. 
Karena dengan itu aku mengetahui kau begitu menyukai ku.
Saat itu aku begitu gembira. Disetiap pesanmu, disetiap puisi yang kau salin untukku aku benar- bear terbuai. Aku ingin terus merasakannya, hingga aku mengabaikan perasaanmu.
Dan ketika kau pergi,
Aku semakin merasa terpukul, kau pergi karena kesalahpahaman yang kubuat.
Ketika itu kau terus meminta maaf, tapi aku tak pernah membalasnya.
Dan ketika kau benar-benar pergi aku tersadar, aku selalu mencacimu, aku selalu mengis karenamu.

Namun, ketika aku terpuruk aku hanya tersadar bahwa bukan salahmu kau pergi, itu salahku yang lebih dulu menyakitimu. Dan aku semakin terpuruk, tangisanku semakin menjadi bak air hujan yang mengikis perasannku dan membuatnya tak karuan.

Kau tahu aku sangat menyesal.
Aku ingin sekali kau kembali, seperti dulu. Tetapi aku sadar itu tidaklah mungkin. kau mungkin tahu apa yang aku lakukan terhadapmu ketika itu, sehingga kau benar-benar pergi dengan segala sikap manis yang dulu selau kau beri.

Tapi kau tahu betapa sakitnya aku setelah itu?
Melihatmu dengan wanita lain. Wanita yang aku kenal, yang berbeda degan bidadari impianmu.

Kau berlaku kejam ketika itu. Setiap dari kita bertemu, kau selalu alihkan pandanganmu dan bergeser menjauhkan tubuh jagkungmu dariku. 
Tahukah kau itu menyakituku terlalu dalam.

Aku tahu kita tidak akan pernah menjadi seperti dulu.
Aku juga tahu setiap aku mencoba untuk melupakanmu, penyesalan itu selau muncul dengan begitu kuat tanpa bias kubendung.

Dan ketika penyesalan itusemakin kuuat aku juga tahu kalau aku begitu menyukaimu, aku begitu menggilaimu.

0 komentar on "Hai!"

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Back to Top