0

Makan Siang I

ketika itu jam makan siang, aku makan ditempat yang akhir-akhir ini menjadi favoritku.
aku tidak sendirian, ada seorang adik yang menemaniku,
aku memesan nasi goreng telur begitupun dia
aku memesan es teh manis begitupun dia
aku memesan kangkung, tapi dia memesan es teh lagi.,

untuk beberapa saat kami diam.,
aku menunggu dia kembali menyusun kalimat meneruskan cerita yang terpotong

dia bercerita betapa misteriusnya seorang kakak, kakak laki-laki
dia bercerita begitu tajam mata mereka ketika saling bertemu
dia bercerita dengan begitu pelan tapi mata lelahnya begitu bersemangat, 

aku begitu iri
aku begitu cemburu

bukan tentang si kakak
tapi sudah lama aku tidak hidup dalam cerita seperti itu
aku sudah mengundurkan diri
mengambil jalan lain, jalan yang tertuju pada satu rumah yang telah berpenghuni

rumah yang begitu sederhana
rumah yang nyaman
penghuninya pun begitu menyukai rumah itu,
tak sampai hati aku mengusiknya meskipun begitu besar keinginanku hidup didalam rumah yang sederhana itu.

sudahlah.,aku hanya bisa melihat rumah itu dari jauh
mungkin aku akan membangun rumah yang dekat dengan rumah itu
atau mungkin aku tetap melihatnya dari jauh.

0 komentar:

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Senin, 24 September 2012

Makan Siang I

Diposting oleh eNa di 18.48
ketika itu jam makan siang, aku makan ditempat yang akhir-akhir ini menjadi favoritku.
aku tidak sendirian, ada seorang adik yang menemaniku,
aku memesan nasi goreng telur begitupun dia
aku memesan es teh manis begitupun dia
aku memesan kangkung, tapi dia memesan es teh lagi.,

untuk beberapa saat kami diam.,
aku menunggu dia kembali menyusun kalimat meneruskan cerita yang terpotong

dia bercerita betapa misteriusnya seorang kakak, kakak laki-laki
dia bercerita begitu tajam mata mereka ketika saling bertemu
dia bercerita dengan begitu pelan tapi mata lelahnya begitu bersemangat, 

aku begitu iri
aku begitu cemburu

bukan tentang si kakak
tapi sudah lama aku tidak hidup dalam cerita seperti itu
aku sudah mengundurkan diri
mengambil jalan lain, jalan yang tertuju pada satu rumah yang telah berpenghuni

rumah yang begitu sederhana
rumah yang nyaman
penghuninya pun begitu menyukai rumah itu,
tak sampai hati aku mengusiknya meskipun begitu besar keinginanku hidup didalam rumah yang sederhana itu.

sudahlah.,aku hanya bisa melihat rumah itu dari jauh
mungkin aku akan membangun rumah yang dekat dengan rumah itu
atau mungkin aku tetap melihatnya dari jauh.

0 komentar on "Makan Siang I"

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Back to Top