Tuhan,
sampai sekarang aku mencoba ikhlas
ikhlas dengab apa yang aku punya
ikhlas dengan apa yang kau berikan
tak ada yang lebih sulit dibandingkan dengan ikhlas ini
seperti halnya sekarang,
seharusnya aku sudah ikhlas
ketika aku berseru bahwa aku ikhlas
dan ternyata sekarang,
nafsuku lebih menguasai hati dan fikiranku
menangis, itulah yang selalu aku lakukan
menangisi ketidakmampuanku
menangisi keegoisanku
menangisi kesok-anku
meski kadang aku menertawakannya
Tuhan,
ampuni aku, ampuni kelancangan lidahku
ampuni kemunafikan egoku
tetapi aku sungguh sungguh merindukannya, menginfinkannya, memilikinya.
jangan biarkan sesuatu itu menggoyahkan ikhlasku.
atau, berilah aku penyangga agar ikhlasku tidak goyah.
maaf Tuhan,
dan sampai derik ini pun ternyata ikhlasku mash sangatlah tak terlihat.
karena Kau tak perlu diminta,
hanya aku yang serakah.
Rabu, 02 Oktober 2013
Ikhlas
Tuhan,
sampai sekarang aku mencoba ikhlas
ikhlas dengab apa yang aku punya
ikhlas dengan apa yang kau berikan
tak ada yang lebih sulit dibandingkan dengan ikhlas ini
seperti halnya sekarang,
seharusnya aku sudah ikhlas
ketika aku berseru bahwa aku ikhlas
dan ternyata sekarang,
nafsuku lebih menguasai hati dan fikiranku
menangis, itulah yang selalu aku lakukan
menangisi ketidakmampuanku
menangisi keegoisanku
menangisi kesok-anku
meski kadang aku menertawakannya
Tuhan,
ampuni aku, ampuni kelancangan lidahku
ampuni kemunafikan egoku
tetapi aku sungguh sungguh merindukannya, menginfinkannya, memilikinya.
jangan biarkan sesuatu itu menggoyahkan ikhlasku.
atau, berilah aku penyangga agar ikhlasku tidak goyah.
maaf Tuhan,
dan sampai derik ini pun ternyata ikhlasku mash sangatlah tak terlihat.
karena Kau tak perlu diminta,
hanya aku yang serakah.
sampai sekarang aku mencoba ikhlas
ikhlas dengab apa yang aku punya
ikhlas dengan apa yang kau berikan
tak ada yang lebih sulit dibandingkan dengan ikhlas ini
seperti halnya sekarang,
seharusnya aku sudah ikhlas
ketika aku berseru bahwa aku ikhlas
dan ternyata sekarang,
nafsuku lebih menguasai hati dan fikiranku
menangis, itulah yang selalu aku lakukan
menangisi ketidakmampuanku
menangisi keegoisanku
menangisi kesok-anku
meski kadang aku menertawakannya
Tuhan,
ampuni aku, ampuni kelancangan lidahku
ampuni kemunafikan egoku
tetapi aku sungguh sungguh merindukannya, menginfinkannya, memilikinya.
jangan biarkan sesuatu itu menggoyahkan ikhlasku.
atau, berilah aku penyangga agar ikhlasku tidak goyah.
maaf Tuhan,
dan sampai derik ini pun ternyata ikhlasku mash sangatlah tak terlihat.
karena Kau tak perlu diminta,
hanya aku yang serakah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diposting oleh



0 komentar:
Posting Komentar
Please write what do you think about it!