0

Untuk Ferdi


Kemarin sepertinya aku melihatmu, terduduk di kursi dengan meja bundar dan ada payung yang melindunginya dari panasnya matahari.
Masih memikirkan itukah?

Sudahlah Ferdi….

Semua sudah terjadi…kau begitu jelas..ya bahkan sangat jelas.
Mengapa malu untuk mengakuinya?
Mengapa malu dia tahu yang sebenarnya?
Mengapa malu pada diri sendiri?

Tak ada yang salah…

Dia pun demikian, dia tahu semuanya
Dia tahu kamu
Dia tahu yang sebenarnya
Bukankah terasa lebih nyaman ketika dia tahu yang sebenarnya??
Bukankah terasa lebih lega ketika dapat mengungkapkannya?

Ah! Kau memang bukan aku yang dengan begitu saja membiarkannya tahu, membuatnya berlari dan terbang dengan bebas.
Tak ada rasa sesal bagiku membiarkannya tahu,
Malu pun mungkin sudah hilang..
Aku senang dia tahu, setidaknya dia tahu…
Ah! Terlalu seriuskah aku?! mungkin karena aku suda berumur duapuluhan

Ferdi,
Janganlah terus kau memikirkan itu, janganlah terus kau bermuram karena malu.
Tertawalah lagi,

Kau tahu, karena tawamulah aku menyukaimu


0 komentar:

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Senin, 14 Januari 2013

Untuk Ferdi

Diposting oleh eNa di 16.11

Kemarin sepertinya aku melihatmu, terduduk di kursi dengan meja bundar dan ada payung yang melindunginya dari panasnya matahari.
Masih memikirkan itukah?

Sudahlah Ferdi….

Semua sudah terjadi…kau begitu jelas..ya bahkan sangat jelas.
Mengapa malu untuk mengakuinya?
Mengapa malu dia tahu yang sebenarnya?
Mengapa malu pada diri sendiri?

Tak ada yang salah…

Dia pun demikian, dia tahu semuanya
Dia tahu kamu
Dia tahu yang sebenarnya
Bukankah terasa lebih nyaman ketika dia tahu yang sebenarnya??
Bukankah terasa lebih lega ketika dapat mengungkapkannya?

Ah! Kau memang bukan aku yang dengan begitu saja membiarkannya tahu, membuatnya berlari dan terbang dengan bebas.
Tak ada rasa sesal bagiku membiarkannya tahu,
Malu pun mungkin sudah hilang..
Aku senang dia tahu, setidaknya dia tahu…
Ah! Terlalu seriuskah aku?! mungkin karena aku suda berumur duapuluhan

Ferdi,
Janganlah terus kau memikirkan itu, janganlah terus kau bermuram karena malu.
Tertawalah lagi,

Kau tahu, karena tawamulah aku menyukaimu


0 komentar on "Untuk Ferdi"

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Back to Top