Kemarin
sepertinya aku melihatmu, terduduk di kursi dengan meja bundar dan ada payung
yang melindunginya dari panasnya matahari.
Masih
memikirkan itukah?
Sudahlah
Ferdi….
Semua
sudah terjadi…kau begitu jelas..ya bahkan sangat jelas.
Mengapa
malu untuk mengakuinya?
Mengapa
malu dia tahu yang sebenarnya?
Mengapa
malu pada diri sendiri?
Tak
ada yang salah…
Dia
pun demikian, dia tahu semuanya
Dia
tahu kamu
Dia
tahu yang sebenarnya
Bukankah
terasa lebih nyaman ketika dia tahu yang sebenarnya??
Bukankah
terasa lebih lega ketika dapat mengungkapkannya?
Ah!
Kau memang bukan aku yang dengan begitu saja membiarkannya tahu, membuatnya
berlari dan terbang dengan bebas.
Tak
ada rasa sesal bagiku membiarkannya tahu,
Malu
pun mungkin sudah hilang..
Aku
senang dia tahu, setidaknya dia tahu…
Ah!
Terlalu seriuskah aku?! mungkin karena aku suda berumur duapuluhan
Ferdi,
Janganlah
terus kau memikirkan itu, janganlah terus kau bermuram karena malu.
Tertawalah
lagi,
Kau
tahu, karena tawamulah aku menyukaimu
Diposting oleh



0 komentar:
Posting Komentar
Please write what do you think about it!