Tak terasa waktu berputar begitu
cepat
Hingga jantungku tak mampu ‘tuk
mengejarnya
Salahkah mentari jika ingin
bersinar lebih lama,
Coba tegakkan padi yang merunduk??
Salahkah pelangi tampakkan
dirinya,
Meski ‘tuk bahagiakan suara-suara
sang burung??
Aroma wangi yang mengalir
Perlahan kan jadi bangkai yang menjijikan.
Sudah seharusnya angin membawanya
pergi dari kehidupan ini
Meski tak kan ada lagi bunga yang mekar,
Setidaknya hujan tak ‘kan turunkan Bah
Yang gagalkan mekarnya teratai.
Sedetik lagi kan terdengar jeritan kelapa
Penuh amarah yang menggebu,
Jelaga itu menahannya ditengah
lautan api.
Tertawaan ikan Paus pun
memekkikan telinga
Bagaimana lagi cara sang merpati
tuk tepati janjinya,
Berusaha tuk hilangkan hasrat
menjelajahi samudera.
Bersama sapuan ombak ,
Bintang laut pun tak mungkin kan tamasya ke istana
pasir yang begitu megah.
Angin laut yang berlalu
Tenggelamkan bulan yang tak lagi
sempurna
Cahaya indahnya termakan
dinginnya malam
Lampiaskan kebutaannya…
Kerinduan lantunan kidung
jangkrik
Membuat mata perih dan terlampau
perih.
Tak mungkin lagi kan terlihat sunseet di pulau Bali
Meski hujan mutiara kan datang menjelma…
Andai anjing laut tahu…
Mungkin sakura pun kan tumbuh di tanah
tandus
Menghiasi lahan kosong yang hampa
Kaktus yang menawan, memikat
dengan seribu rayu
Hingga akhirnya dia tancapkan
duri-duri tajamnya..
Sungguh… andaikan ia tak hidup di
gurun yang gersang…
Mungkin keindahannya tak ‘kan jadi bom penghancur.
Biarkan ikan-ikan kecil itu
menari bahagia,
Jauhkanlah jala kemunafikkanmu
dari mereka..!
Jangan lagi biarkan petir
membelah samudera ,
Meluapkan tsunami kebencian.
Hingga akhirnya lautan pun kan jadi gersang……
5/09/2008
Diposting oleh



0 komentar:
Posting Komentar
Please write what do you think about it!