0

Lautan Gersang


Tak terasa waktu berputar begitu cepat
Hingga jantungku tak mampu ‘tuk mengejarnya

Salahkah mentari jika ingin bersinar lebih lama,
Coba tegakkan padi yang merunduk??

Salahkah pelangi tampakkan dirinya,
Meski ‘tuk bahagiakan suara-suara sang burung??

Aroma wangi yang mengalir
Perlahan kan jadi bangkai yang menjijikan.

Sudah seharusnya angin membawanya pergi dari kehidupan ini

Meski tak kan ada lagi bunga yang mekar,
Setidaknya hujan tak ‘kan turunkan Bah
Yang gagalkan mekarnya teratai.

Sedetik lagi kan terdengar jeritan kelapa

Penuh amarah yang menggebu,

Jelaga itu menahannya ditengah lautan api.

Tertawaan ikan Paus pun memekkikan telinga

Bagaimana lagi cara sang merpati tuk tepati janjinya,
Berusaha tuk hilangkan hasrat menjelajahi samudera.

Bersama sapuan ombak ,
Bintang laut pun tak mungkin kan tamasya ke istana pasir yang begitu megah.

Angin laut yang berlalu
Tenggelamkan bulan yang tak lagi sempurna
Cahaya indahnya termakan dinginnya malam

Lampiaskan kebutaannya…

Kerinduan lantunan kidung jangkrik
Membuat mata perih dan terlampau perih.

Tak mungkin lagi kan terlihat sunseet di pulau Bali
Meski hujan mutiara kan datang menjelma…

Andai anjing laut tahu…

Mungkin sakura pun kan tumbuh di tanah tandus
Menghiasi lahan kosong yang hampa

Kaktus yang menawan, memikat dengan seribu rayu
Hingga akhirnya dia tancapkan duri-duri tajamnya..

Sungguh… andaikan ia tak hidup di gurun yang gersang…

Mungkin keindahannya tak ‘kan jadi bom penghancur.

Biarkan ikan-ikan kecil itu menari bahagia,
Jauhkanlah jala kemunafikkanmu dari mereka..!

Jangan lagi biarkan petir membelah samudera ,
Meluapkan tsunami kebencian.

Hingga akhirnya lautan pun kan jadi gersang……

5/09/2008

0 komentar:

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Minggu, 12 Mei 2013

Lautan Gersang

Diposting oleh eNa di 12.59

Tak terasa waktu berputar begitu cepat
Hingga jantungku tak mampu ‘tuk mengejarnya

Salahkah mentari jika ingin bersinar lebih lama,
Coba tegakkan padi yang merunduk??

Salahkah pelangi tampakkan dirinya,
Meski ‘tuk bahagiakan suara-suara sang burung??

Aroma wangi yang mengalir
Perlahan kan jadi bangkai yang menjijikan.

Sudah seharusnya angin membawanya pergi dari kehidupan ini

Meski tak kan ada lagi bunga yang mekar,
Setidaknya hujan tak ‘kan turunkan Bah
Yang gagalkan mekarnya teratai.

Sedetik lagi kan terdengar jeritan kelapa

Penuh amarah yang menggebu,

Jelaga itu menahannya ditengah lautan api.

Tertawaan ikan Paus pun memekkikan telinga

Bagaimana lagi cara sang merpati tuk tepati janjinya,
Berusaha tuk hilangkan hasrat menjelajahi samudera.

Bersama sapuan ombak ,
Bintang laut pun tak mungkin kan tamasya ke istana pasir yang begitu megah.

Angin laut yang berlalu
Tenggelamkan bulan yang tak lagi sempurna
Cahaya indahnya termakan dinginnya malam

Lampiaskan kebutaannya…

Kerinduan lantunan kidung jangkrik
Membuat mata perih dan terlampau perih.

Tak mungkin lagi kan terlihat sunseet di pulau Bali
Meski hujan mutiara kan datang menjelma…

Andai anjing laut tahu…

Mungkin sakura pun kan tumbuh di tanah tandus
Menghiasi lahan kosong yang hampa

Kaktus yang menawan, memikat dengan seribu rayu
Hingga akhirnya dia tancapkan duri-duri tajamnya..

Sungguh… andaikan ia tak hidup di gurun yang gersang…

Mungkin keindahannya tak ‘kan jadi bom penghancur.

Biarkan ikan-ikan kecil itu menari bahagia,
Jauhkanlah jala kemunafikkanmu dari mereka..!

Jangan lagi biarkan petir membelah samudera ,
Meluapkan tsunami kebencian.

Hingga akhirnya lautan pun kan jadi gersang……

5/09/2008

0 komentar on "Lautan Gersang"

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Back to Top