0

Untukmu, teman !

tahukah kamu mengapa aku memanggilmu teman?
karena aku tidak begitu mengerti tentang teman itu sendiri, tetapi begitu cemburu aku dibuatnya.. begitu ingin berkelana dalam dunianya

aku ada sebuah cerita untukmu
pernah ada seorang wanita yang berbicara padaku
dia mengaku seorang pembohong ulung
dia bercerita bagaimana kehidupannya
dia terlalu takut dengan kejujuran menerima sebuah kebenaran

kebohongannya telah memberikannya keberuntungan
tetapi dia kesepian

dia berbohong akan semua hal dalam hidupnya

dia bercerita sembari menangis tiada henti
tapi anehnya aku menikmati setiap isaknya meski isaknya membuatku tertawa

sebenarnya akupun tak yakin ketika itu aku tertawa atau menangis
ah sudahlah

isak wanita itu benar - benar seperti suara petasan..indah tapi aku takut
takut akan membuatku tuli hingga tak bisa aku dengar ceritanya

begitu larutnya aku dengan isakanya hingga aku tak sadar bahwa dia sudah begitu banyak bercerita

cerita terakhir adalah tentang kisah asmaranya, tentang cintanya
kebohongan diselimuti cinta
atau cinta diselimuti kebohongan?

dalam hal ini s wanita mengaku dia akan jujur.,jujur untuk pertama kalinya..

ah~ tetapi kemudian dia mengomel, hidunya memang tentang kebohingan
pada cintanya pun dia sirami dengan kebohongan - kebohongan

dia mengaku menyesal
dia mengaku merasa bersalah
pada perasaannya

kau tahu teman, aku tidak percaya!

dia hanyalah manusia pembohong.
ya, akupun demikian

hanya saja ketika aku bertanya tentang s lelaki, wanita itu membutuhkan waktu 20 detik untuk berfikir
mencari jawaba aman...aku menduga dia akan berbohong lagi..\
dia berkata seperti ini " aku tidak menyukainya, aku tidak pernah tertarik padanya" aku diam tidak membalas aku menunggu dia kembali berbicara
1 menit kemudian dia berkata "memang pernah aku menyukainya, tetapi itu dulu dan hanya sebentar"
aku lihat martanya..berair..bibirnya bergetar..dan dia menunduk.

kau tahu aku akan melakukan itu jika aku merasa kalah.

dari situ aku melihat dia bukan sebagai manusia pembohong
baru saja aku melihatnya melawan kebohongannya

dia menangis, meneteskan air mata
aku suka air matanya,
sejuk

kau tahu teman, setelah ia lepaskan airmatanya, merayakan keberaniannya dia berbisik padaku
" jika suatu nanti dia datang dengan janji, aku akan berdoa untukku"

aku diam,
mengerutkan kening,
berfikir,

teman, percayakah dirimu?

0 komentar:

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Rabu, 17 April 2013

Untukmu, teman !

Diposting oleh eNa di 01.53
tahukah kamu mengapa aku memanggilmu teman?
karena aku tidak begitu mengerti tentang teman itu sendiri, tetapi begitu cemburu aku dibuatnya.. begitu ingin berkelana dalam dunianya

aku ada sebuah cerita untukmu
pernah ada seorang wanita yang berbicara padaku
dia mengaku seorang pembohong ulung
dia bercerita bagaimana kehidupannya
dia terlalu takut dengan kejujuran menerima sebuah kebenaran

kebohongannya telah memberikannya keberuntungan
tetapi dia kesepian

dia berbohong akan semua hal dalam hidupnya

dia bercerita sembari menangis tiada henti
tapi anehnya aku menikmati setiap isaknya meski isaknya membuatku tertawa

sebenarnya akupun tak yakin ketika itu aku tertawa atau menangis
ah sudahlah

isak wanita itu benar - benar seperti suara petasan..indah tapi aku takut
takut akan membuatku tuli hingga tak bisa aku dengar ceritanya

begitu larutnya aku dengan isakanya hingga aku tak sadar bahwa dia sudah begitu banyak bercerita

cerita terakhir adalah tentang kisah asmaranya, tentang cintanya
kebohongan diselimuti cinta
atau cinta diselimuti kebohongan?

dalam hal ini s wanita mengaku dia akan jujur.,jujur untuk pertama kalinya..

ah~ tetapi kemudian dia mengomel, hidunya memang tentang kebohingan
pada cintanya pun dia sirami dengan kebohongan - kebohongan

dia mengaku menyesal
dia mengaku merasa bersalah
pada perasaannya

kau tahu teman, aku tidak percaya!

dia hanyalah manusia pembohong.
ya, akupun demikian

hanya saja ketika aku bertanya tentang s lelaki, wanita itu membutuhkan waktu 20 detik untuk berfikir
mencari jawaba aman...aku menduga dia akan berbohong lagi..\
dia berkata seperti ini " aku tidak menyukainya, aku tidak pernah tertarik padanya" aku diam tidak membalas aku menunggu dia kembali berbicara
1 menit kemudian dia berkata "memang pernah aku menyukainya, tetapi itu dulu dan hanya sebentar"
aku lihat martanya..berair..bibirnya bergetar..dan dia menunduk.

kau tahu aku akan melakukan itu jika aku merasa kalah.

dari situ aku melihat dia bukan sebagai manusia pembohong
baru saja aku melihatnya melawan kebohongannya

dia menangis, meneteskan air mata
aku suka air matanya,
sejuk

kau tahu teman, setelah ia lepaskan airmatanya, merayakan keberaniannya dia berbisik padaku
" jika suatu nanti dia datang dengan janji, aku akan berdoa untukku"

aku diam,
mengerutkan kening,
berfikir,

teman, percayakah dirimu?

0 komentar on "Untukmu, teman !"

Posting Komentar

Please write what do you think about it!

Back to Top